TRENGGALEK NJENGGALEK - Masjid Quba menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW saat perjalanan hijrah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi atau 1 Hijriah. Meski berdiri dengan bangunan sederhana, Masjid Quba memiliki nilai spiritual besar sebagai simbol awal perkembangan peradaban Islam.
Masjid Quba dibangun ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat singgah di kawasan Quba selama beberapa hari sebelum memasuki pusat Kota Madinah. Tempat tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya tradisi pembangunan masjid sebagai pusat ibadah dan persatuan umat Islam.
Hingga kini, Masjid Quba menjadi salah satu destinasi utama wisata religi bagi jemaah umrah dan haji karena memiliki sejarah penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Dibangun Saat Rasulullah SAW Hijrah ke Madinah
Sejarah Masjid Quba bermula ketika Rasulullah SAW meninggalkan Kota Makkah bersama para sahabat untuk berhijrah menuju Madinah. Dalam perjalanan panjang tersebut, Rasulullah singgah di sebuah kawasan bernama Quba selama sekitar lima hari.
Di tempat itulah Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin dan Ansar membangun sebuah masjid sederhana yang kemudian dikenal sebagai Masjid Quba. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat persaudaraan.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan, Rasulullah SAW meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Setelah itu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan para sahabat lainnya melanjutkan pembangunan hingga selesai.
Bangunan awal Masjid Quba sangat sederhana. Dindingnya terbuat dari batu dan tanah liat, sementara atapnya menggunakan pelepah kurma. Meski tanpa ornamen mewah, masjid tersebut menjadi simbol penting ketakwaan dan keikhlasan umat Islam pada masa awal hijrah.
Masjid Quba juga disebut sebagai tempat pertama salat berjemaah dilakukan secara terang-terangan setelah hijrah Rasulullah SAW ke Madinah.
Jadi Simbol Awal Peradaban Islam
Masjid Quba bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol lahirnya peradaban Islam di Madinah. Dari tempat inilah Rasulullah SAW mulai membangun fondasi kehidupan umat Islam yang berlandaskan persaudaraan, ibadah, dan kebersamaan.
Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 108, Allah SWT menjelaskan tentang masjid yang dibangun atas dasar takwa sejak hari pertama. Banyak ulama menyebut ayat tersebut berkaitan dengan Masjid Quba.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan salat di Masjid Quba. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa orang yang bersuci di rumah kemudian datang ke Masjid Quba dan melaksanakan salat dua rakaat akan mendapatkan pahala seperti umrah.
Keutamaan itu membuat Masjid Quba menjadi salah satu lokasi yang selalu ramai dikunjungi jemaah umrah maupun haji dari berbagai negara.
Semasa hidupnya, Rasulullah SAW juga rutin mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu. Dalam beberapa riwayat lain disebutkan beliau juga datang pada hari Senin dan Kamis untuk melaksanakan salat di tempat tersebut.
Kini Jadi Destinasi Wisata Religi Favorit Jemaah
Saat ini Masjid Quba telah mengalami banyak renovasi dan perluasan. Bangunan modern dengan kubah putih besar dan halaman luas menjadi ciri khas masjid yang berada tidak jauh dari pusat Kota Madinah tersebut.
Meski tampil megah, nilai sejarah dan kesederhanaan Masjid Quba tetap menjadi daya tarik utama bagi para jemaah. Banyak umat Muslim datang untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW saat membangun fondasi awal masyarakat Islam di Madinah.
Kawasan sekitar Masjid Quba kini juga berkembang menjadi pusat wisata religi lengkap dengan pasar kurma, toko suvenir, hingga pusat kuliner khas Timur Tengah.
Masjid Quba menjadi bukti bahwa kekuatan Islam tidak dibangun dari kemewahan bangunan, melainkan dari keikhlasan, persaudaraan, dan ketakwaan umatnya.
Warisan sejarah tersebut terus hidup hingga sekarang dan menjadi pengingat penting bagi umat Islam tentang awal perjalanan hijrah Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam.
Editor : Gita Dwi Nuraini