TRENGGALEK NJENGGALEK - Sejarah Masjid Quba kembali menjadi perhatian umat Islam karena masjid ini dikenal sebagai masjid pertama dalam Islam yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Tidak hanya menjadi simbol awal peradaban Islam, Masjid Quba juga disebut secara istimewa dalam Al-Qur’an sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa.
Masjid Quba berada di kawasan selatan Madinah, Arab Saudi, sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi. Hingga kini, masjid bersejarah tersebut menjadi salah satu tujuan utama jamaah haji dan umrah karena memiliki keutamaan besar dalam hadis Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bahkan rutin mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu untuk melaksanakan salat dua rakaat. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan, salat di Masjid Quba memiliki pahala seperti umrah.
Masjid Quba Dibangun Saat Perjalanan Hijrah Rasulullah
Masjid Quba berdiri ketika Rasulullah SAW meninggalkan Kota Makkah menuju Yatsrib atau Madinah akibat tekanan kaum Quraisy. Perjalanan hijrah tersebut menjadi titik penting lahirnya peradaban Islam yang lebih kuat dan terorganisir.
Dalam perjalanan itu, Rasulullah singgah di sebuah desa kecil bernama Quba selama empat hari. Di tempat inilah beliau bersama para sahabat memulai pembangunan masjid pertama dalam sejarah Islam.
Tanah tempat berdirinya Masjid Quba diketahui milik dua anak yatim dari suku Amr bin Auf. Rasulullah SAW membeli tanah tersebut secara adil dan tidak mengambilnya secara cuma-cuma.
Setelah itu, pembangunan dilakukan secara gotong royong. Rasulullah SAW ikut mengangkat batu dan menyusun pondasi bersama para sahabat. Bangunan awal Masjid Quba sangat sederhana dengan material batu, tanah liat, dan atap pelepah kurma.
“Masjid Quba menjadi simbol pertama masyarakat Islam yang bebas dan merdeka,” dijelaskan dalam kisah sejarah hijrah Rasulullah.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pembangunan peradaban Islam dimulai dari masjid sebagai pusat ibadah dan persatuan umat.
Baca Juga: Anak di Dongko Laporkan Bapak Tiri Mengaku Lima Kali Disetubuhi
Masjid Quba Jadi Satu-satunya Masjid yang Dipuji dalam Al-Qur’an
Keistimewaan Masjid Quba tidak hanya terletak pada sejarah pembangunannya. Masjid ini juga dikenal sebagai salah satu masjid yang disebut langsung dalam Al-Qur’an.
Dalam Surah At-Taubah ayat 108, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama, itulah yang lebih patut kamu salat di dalamnya.”
Ayat tersebut diyakini merujuk pada Masjid Quba karena sejak awal dibangun dengan niat tulus untuk ibadah dan memperkuat ketakwaan umat Islam.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan salat di Masjid Quba. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, beliau bersabda:
“Barang siapa berwudu di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
Hadis ini membuat Masjid Quba menjadi salah satu lokasi favorit jamaah umrah dan haji dari seluruh dunia.
Masjid Quba Kini Jadi Destinasi Spiritual Jamaah Dunia
Seiring perkembangan zaman, Masjid Quba mengalami banyak renovasi dan perluasan. Kini masjid tersebut berdiri megah dengan kubah putih besar, menara tinggi, serta fasilitas modern untuk menampung ribuan jamaah.
Meski bentuk fisiknya berubah, nilai sejarah dan spiritual Masjid Quba tetap terjaga. Ribuan peziarah datang setiap hari untuk menghidupkan sunah Rasulullah SAW dengan salat dua rakaat di dalamnya.
Masjid Quba juga menjadi simbol penting bahwa kejayaan Islam lahir dari kesederhanaan dan keikhlasan. Rasulullah SAW tidak hanya membangun bangunan fisik, tetapi juga membangun persaudaraan dan akhlak umat.
Dari Masjid Quba, Islam berkembang menjadi peradaban besar yang menyebar ke seluruh dunia. Kisah pembangunan masjid ini pun terus dikenang sebagai pelajaran tentang kepemimpinan, pengorbanan, dan ketakwaan.
Hingga kini, Masjid Quba tetap menjadi salah satu ikon sejarah Islam di Madinah yang tidak pernah sepi dari jamaah dan peziarah.
Editor : Gita Dwi Nuraini