Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masjid Quba Madinah: Sejarah Masjid Pertama Islam, Keutamaan Salat Setara Umrah yang Jarang Diketahui

Axsha Zazhika • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:40 WIB
Masjid Quba Madinah: Sejarah Masjid Pertama Islam, Keutamaan Salat Setara Umrah yang Jarang Diketahui (Pinterest)
Masjid Quba Madinah: Sejarah Masjid Pertama Islam, Keutamaan Salat Setara Umrah yang Jarang Diketahui (Pinterest)

 

JAKARTA - Masjid Quba Madinah dikenal sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam yang dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah. Selain nilai sejarahnya, Masjid Quba juga memiliki keutamaan besar, di mana salat di dalamnya disebut setara dengan pahala umrah, menjadikannya destinasi penting bagi jamaah.

Masjid Quba Madinah menjadi simbol awal peradaban Islam, bahkan dibangun sebelum Masjid Nabawi. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Hingga kini, Masjid Quba Madinah menjadi salah satu tujuan utama ziarah bagi jamaah haji dan umrah. Letaknya sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Madinah dan telah menjadi bagian dari wilayah kota tersebut seiring perkembangan zaman.

Baca Juga: Masjid Ghamamah di Madinah, Saksi Rasulullah SAW Salat Id dan Istisqa yang Dibangun Era Umar bin Abdul Aziz

Sejarah Masjid Quba Madinah dalam Perjalanan Hijrah Nabi

Masjid Quba Madinah didirikan saat Nabi Muhammad SAW tiba di perkampungan Quba setelah perjalanan hijrah dari Mekkah. Berdasarkan catatan sejarah, peristiwa ini terjadi pada Senin, 8 Rabiul Awal atau bertepatan dengan 23 September 622 M.

Sebelum tiba di Madinah, Nabi sempat bersembunyi di Gua Tsur bersama Abu Bakar untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Setelah kondisi aman, perjalanan dilanjutkan dengan memilih jalur yang tidak biasa guna menghindari pertemuan dengan musuh.

Setibanya di Quba, Nabi Muhammad SAW menetap selama empat hari. Dalam waktu tersebut, beliau bersama para sahabat membangun Masjid Quba secara langsung.

Baca Juga: Masjid Pangeran Jayakarta, Jejak Penguasa Terakhir Jayakarta yang Masih Berdiri di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

“Rasulullah bahkan ikut mengangkat batu dan menyusun fondasi masjid,” demikian disebutkan dalam berbagai riwayat sejarah.

Masjid ini kemudian menjadi tempat pertama pelaksanaan salat berjamaah yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Pada masa awal, arah kiblat salat masih menghadap Masjidil Aqsa sebelum kemudian berpindah ke Ka’bah di Mekkah.

Keutamaan Masjid Quba Madinah, Salat Bernilai Pahala Umrah

Selain sebagai masjid pertama, Masjid Quba Madinah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa salat di masjid ini memiliki pahala setara dengan umrah.

Baca Juga: Masjid Gede Kauman Yogyakarta, Saksi Sejarah Islam Jawa Sejak 1773 yang Masih Berdiri Kokoh di Tengah Kota

“Barang siapa bersuci di rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti umrah,” bunyi hadis tersebut.

Keutamaan ini diperkuat oleh kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang rutin mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar disebutkan bahwa Nabi selalu menyempatkan diri untuk salat dua rakaat di Masjid Quba.

Baca Juga: Masjid Al-Qurdi Brebes Berdiri Sejak 1917, Jadi Saksi Pondok Pesantren yang Dibakar Belanda

Imam Nawawi dalam kitabnya juga menganjurkan umat Islam untuk mengunjungi Masjid Quba, terutama pada hari Sabtu, sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah.

Selain itu, Masjid Quba disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah At-Taubah ayat 108, sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama.

Ayat tersebut menegaskan bahwa masjid ini memiliki nilai spiritual tinggi karena dibangun dengan niat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Misteri Masjid Agung Demak Terungkap, Jejak Wali Songo dan Tiang Tatal Sunan Kalijaga Masih Jadi Sorotan

Lokasi dan Daya Tarik Masjid Quba bagi Jamaah

Masjid Quba Madinah terletak sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Madinah dan kini telah menjadi bagian integral dari kota tersebut. Dahulu, kawasan Quba merupakan desa terpisah sebelum berkembang menjadi wilayah perkotaan.

Nama “Quba” sendiri diambil dari nama desa sekaligus sumur yang berada di sekitar lokasi masjid. Sumur tersebut menjadi salah satu ciri khas wilayah pada masa awal pembangunan.

Saat ini, Masjid Quba telah mengalami berbagai renovasi dan perluasan. Bangunan yang dulunya sederhana kini berubah menjadi kompleks masjid megah dengan fasilitas lengkap untuk menampung ribuan jamaah.

Baca Juga: Lama Rusak, Fasilitas Terminal Mulai Diperbaiki

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Quba juga menjadi destinasi wisata religi yang selalu masuk dalam agenda perjalanan jamaah haji dan umrah.

Penyelenggara ibadah umrah biasanya mengarahkan jamaah untuk mengambil wudhu dari hotel, kemudian menuju Masjid Quba untuk melaksanakan salat sebagai bagian dari rangkaian ibadah.

“Salat di Masjid Quba bukan hanya ibadah, tetapi juga perjalanan menelusuri jejak sejarah Islam,” menjadi pemahaman yang banyak disampaikan pembimbing ibadah.

Baca Juga: Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaik 2026, iQOO Z10 hingga Samsung Galaxy A26 Paling Worth It Dibeli

Masjid Quba Madinah tidak hanya menjadi masjid pertama dalam Islam, tetapi juga simbol ketakwaan, sejarah, dan keutamaan ibadah. Dengan pahala salat setara umrah serta jejak langsung Nabi Muhammad SAW, masjid ini terus menjadi tujuan utama umat Islam dari seluruh dunia.

Keberadaan Masjid Quba mengingatkan bahwa perjalanan spiritual tidak hanya soal tujuan akhir, tetapi juga tentang setiap langkah yang dilalui sejak awal.

Editor : Axsha Zazhika
#Sejarah Masjid Quba #wisata religi Madinah #Masjid Quba Madinah #keutamaan Masjid Quba #Pahala Salat Umrah