Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masjid Bir Ali, Titik Miqot Jamaah Umrah dari Madinah: Ini Sejarah, Fungsi, dan Fakta Menariknya

Axsha Zazhika • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:52 WIB
Masjid Bir Ali, Titik Miqot Jamaah Umrah dari Madinah: Ini Sejarah, Fungsi, dan Fakta Menariknya (Pinterest)
Masjid Bir Ali, Titik Miqot Jamaah Umrah dari Madinah: Ini Sejarah, Fungsi, dan Fakta Menariknya (Pinterest)

 

MADINAH - Masjid Bir Ali menjadi titik miqot utama bagi jamaah umrah dari Madinah sebelum menuju Mekkah, sekaligus menyimpan sejarah penting sejak masa Rasulullah. Masjid Bir Ali tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga lokasi wajib untuk mengambil niat ihram bagi jamaah haji dan umrah.

Masjid Bir Ali atau dikenal sebagai Dzulhulaifah terletak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Dari tempat inilah jamaah memulai ibadah umrah dengan niat ihram sebelum menempuh perjalanan sekitar 450 kilometer menuju Masjidil Haram di Mekkah.

Keberadaan Masjid Bir Ali sangat vital karena seluruh jamaah yang berangkat dari Madinah diwajibkan mengambil miqot di lokasi ini. Selain itu, masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi setiap tahun.

Baca Juga: Sejarah Masjid Al Ghamamah di Madinah, Tempat Pertama Rasulullah SAW Salat Id dan Istisqa yang Penuh Keajaiban

Sejarah Masjid Bir Ali dan Asal-usul Namanya

Masjid Bir Ali berdiri di kawasan yang dahulu dikenal sebagai Lembah Aqiq pada masa Rasulullah. Tempat ini menjadi lokasi penting bagi umat Islam untuk memulai perjalanan ibadah menuju Mekkah sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Nama “Bir Ali” berasal dari kata “bir” yang berarti sumur. Dalam sejarahnya, Sayyidina Ali bin Abi Thalib disebut pernah menggali sejumlah sumur di kawasan tersebut. Meski saat ini sumur-sumur itu tidak lagi terlihat, keberadaannya menjadi bagian penting dari sejarah masjid ini.

Selain itu, Masjid Bir Ali juga dikenal dengan nama Masjid Syajarah, yang berarti “pohon”. Nama ini merujuk pada kisah Rasulullah yang pernah berteduh di bawah pohon di lokasi tersebut sebelum melaksanakan ihram.

Baca Juga: Sejarah Masjid Ghamamah Madinah, Tempat Rasulullah Salat Id dan Istisqa yang Kini Jadi Destinasi Wisata Religi

Dalam perjalanan sejarahnya, masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi awal dilakukan pada masa Umar bin Abdul Aziz sekitar tahun 87–93 Hijriah. Kemudian diperbarui pada tahun 861 Hijriah atau 1456 Masehi, serta pada masa Kesultanan Utsmaniyah tahun 1095 Hijriah atau 1679 Masehi.

Fasilitas Modern untuk Ribuan Jamaah

Sebagai titik miqot utama, Masjid Bir Ali kini dilengkapi fasilitas modern yang mampu menampung ribuan jamaah setiap hari. Salah satu fasilitas utama adalah tersedianya 512 toilet dan 566 kamar mandi.

Fasilitas ini sangat penting karena jamaah dianjurkan untuk mandi sunnah sebelum mengenakan pakaian ihram. Selain itu, tersedia pula tempat wudhu yang terpisah antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga kenyamanan.

Baca Juga: Masjid Ghamamah di Madinah, Saksi Rasulullah SAW Salat Id dan Istisqa yang Dibangun Era Umar bin Abdul Aziz

Bangunan masjid dirancang dengan konsep sederhana namun luas dan fungsional. Area masjid memiliki luas total sekitar 90.000 meter persegi, yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan utama serta 34.000 meter persegi area taman, parkir, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kondisi masjid juga dikenal sangat bersih dan wangi. Banyak petugas kebersihan yang berjaga untuk memastikan kenyamanan jamaah. Bahkan, fasilitas khusus juga disediakan bagi penyandang disabilitas.

“Seluruh area masjid terawat dengan baik, mulai dari ruang utama hingga fasilitas penunjang,” sebagaimana dijelaskan dalam narasi video tersebut.

Baca Juga: Masjid Ghamamah Madinah, Tempat Rasulullah Salat Istisqa hingga Turun Hujan di Dekat Masjid Nabawi

Proses Miqot dan Tahapan Penting Sebelum Umrah

Masjid Bir Ali memiliki peran penting sebagai tempat pelaksanaan miqot makani. Terdapat tiga tahapan utama yang harus dilakukan jamaah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.

Pertama, mandi sunnah ihram sebagai bentuk penyucian diri. Kedua, mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan. Ketiga, melaksanakan salat sunnah dua rakaat sebelum mengucapkan niat ihram.

Setelah itu, jamaah mulai membaca talbiyah sebagai tanda dimulainya ibadah umrah. Dari titik ini, jamaah harus menjaga larangan-larangan ihram hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Baca Juga: Misteri Masjid Agung Demak Terungkap, Jejak Wali Songo dan Tiang Tatal Sunan Kalijaga Masih Jadi Sorotan

Perjalanan dari Masjid Bir Ali menuju Mekkah memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam dengan jarak kurang lebih 450 kilometer. Selama perjalanan, jamaah tetap dalam kondisi ihram.

Petugas dan pembimbing ibadah biasanya turut membantu mengarahkan jamaah agar proses miqot berjalan sesuai tuntunan. Hal ini penting untuk memastikan ibadah umrah berjalan sah dan sempurna.

Masjid Bir Ali bukan sekadar tempat singgah, melainkan titik awal penting dalam pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah dari Madinah. Dengan sejarah panjang, fasilitas lengkap, dan peran vital sebagai miqot, masjid ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual umat Islam.

Setiap tahun, ribuan jamaah dari berbagai negara memulai ibadah mereka dari tempat ini, dengan harapan mendapatkan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan ibadah umrah.

Editor : Axsha Zazhika
#Masjid Bir Ali #Tempat miqot haji #Sejarah Masjid Bir Ali #Miqot umrah Madinah #Perjalanan umrah ke Mekkah