JAKARTA - Masjid Tiban Malang viral karena disebut-sebut sebagai masjid yang dibangun jin dalam semalam. Namun fakta sebenarnya menunjukkan bangunan megah ini merupakan hasil kerja keras para santri selama bertahun-tahun, bukan fenomena mistis seperti yang beredar di masyarakat.
Masjid Tiban Malang, yang juga dikenal sebagai “Masjid Jin”, berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keunikan arsitektur dan kemegahannya membuat masjid ini menjadi destinasi wisata religi favorit, sekaligus memicu berbagai mitos yang berkembang dari mulut ke mulut.
Istilah “Tiban” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tiba-tiba muncul”. Hal inilah yang memicu munculnya anggapan bahwa masjid tersebut hadir secara instan tanpa proses pembangunan yang jelas.
Asal Usul Masjid Tiban Malang dan Mitos yang Beredar
Masjid Tiban Malang sebenarnya merupakan bagian dari Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Pesantren ini dirintis sejak 1963 oleh Kiai Ahmad, sementara pembangunan masjid dimulai sekitar 1978 dan berlangsung bertahap hingga sekarang.
Mitos yang menyebut Masjid Tiban Malang dibangun dalam satu malam oleh jin muncul karena minimnya informasi pembangunan yang diketahui masyarakat luas. Proses pembangunan dilakukan secara tertutup dan melibatkan santri internal.
“Banyak masyarakat tidak melihat aktivitas pembangunan karena seluruh proses dilakukan oleh santri sendiri,” demikian penjelasan yang kerap disampaikan pihak pesantren.
Baca Juga: Penjualan Motor Listrik Murah Naik Drastis, Masyarakat Mulai Cari Kendaraan Hemat dan Modern
Fakta lain menunjukkan, seluruh pekerjaan seperti pembuatan batu bata, ornamen, hingga pengadukan semen dilakukan manual tanpa alat berat. Hal ini semakin memperkuat kesan misterius di mata masyarakat sekitar.
Fakta Pembangunan dan Arsitektur Masjid Tiban yang Megah
Masjid Tiban Malang berdiri di atas lahan sekitar 8 hektare dengan bangunan utama mencapai 10 lantai. Setiap lantai memiliki fungsi berbeda, mulai dari tempat ibadah, ruang istirahat santri, hingga area pertokoan.
Lantai 1 hingga 4 digunakan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas santri. Sementara lantai 5 dan 6 difungsikan sebagai ruang keluarga, serta lantai 7 dan 8 menjadi area kios yang dikelola santri. Lantai 9 masih dalam tahap pengembangan, dan lantai 10 difungsikan sebagai area puncak atau rooftop.
Dari sisi desain, masjid ini menggabungkan berbagai gaya arsitektur, seperti Timur Tengah, India, hingga Tionghoa. Perpaduan ini menghasilkan tampilan unik dengan ornamen warna-warni, kubah, serta menara menjulang tinggi.
Selain itu, terdapat taman luas dan akuarium di dalam area masjid yang menambah daya tarik visual. Kompleks ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, menjadikannya lebih dari sekadar tempat ibadah.
“Masjid ini dibangun tanpa arsitek profesional, namun tetap memiliki nilai seni tinggi,” menjadi salah satu fakta yang membuat banyak pengunjung kagum.
Daya Tarik Wisata Religi dan Klarifikasi Isu Mistis
Masjid Tiban Malang kini berkembang menjadi destinasi wisata religi populer di Jawa Timur. Ribuan pengunjung datang setiap bulan, terutama saat Ramadan, untuk melihat langsung kemegahan bangunan yang berada di tengah perkampungan.
Letaknya yang berada di gang sempit membuat banyak orang semakin heran bagaimana bangunan sebesar itu bisa berdiri tanpa akses alat berat. Kondisi inilah yang memperkuat persepsi mistis di kalangan masyarakat.
Namun pihak pengelola pesantren telah memberikan klarifikasi tegas. Dalam sebuah tulisan yang dipasang di area masjid disebutkan bahwa bangunan tersebut murni hasil kerja santri dan jamaah, bukan dibangun oleh jin.
Pendanaan pembangunan juga dilakukan secara transparan melalui sumbangan jamaah, tanpa bantuan pihak luar maupun utang. Prinsip ini menjadi salah satu pedoman utama dalam proses pembangunan masjid.
Baca Juga: Sejarah Masjid Quba, Masjid Pertama dalam Islam dengan Pahala Salat Setara Umrah
“Semua dikerjakan secara mandiri oleh santri dan masyarakat sekitar,” tulis keterangan resmi yang terpampang di lokasi.
Masjid Tiban Malang viral bukan karena kisah mistisnya, melainkan karena keindahan dan keunikan proses pembangunannya. Dibangun sejak 1978 di atas lahan 8 hektare, masjid ini menjadi bukti nyata dedikasi santri dalam menciptakan karya arsitektur luar biasa.
Ke depan, Masjid Tiban Malang diprediksi akan terus menjadi magnet wisata religi, sekaligus edukasi sejarah yang mengajarkan bahwa di balik cerita viral, selalu ada fakta yang lebih kuat dan rasional.
Editor : Axsha Zazhika