JAKARTA - Hari baik pindah rumah menurut Islam kerap menjadi pertanyaan masyarakat yang masih mengaitkan waktu pindahan dengan hari sial atau bulan tertentu. Tiga ulama, yakni Buya Yahya, Ustaz Khalid Basalamah, dan Habib Husein Jafar, menjelaskan bahwa Islam tidak mengenal konsep hari sial untuk pindah rumah. Yang ditekankan justru niat, ibadah, serta adab saat menempati rumah baru.
Masih banyak masyarakat yang menghindari hari tertentu karena dianggap membawa kesialan. Bahkan, sebagian orang percaya bulan tertentu tidak baik untuk pindah rumah.
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube Dakwah Connect, ketiga ulama tersebut mengajak umat Islam kembali kepada Al-Qur'an dan hadis, tanpa mengikuti mitos atau keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Hitungan Neptu dan Naga Bulan
Buya Yahya: Tidak Ada Ketentuan Hari Khusus untuk Pindah Rumah
Buya Yahya menjelaskan bahwa Islam tidak menetapkan hari tertentu sebagai waktu terbaik maupun waktu terlarang untuk pindah rumah.
Menurutnya, seseorang bebas menentukan kapan akan pindah selama tidak mengganggu kewajiban kepada Allah maupun hak sesama manusia.
Ia mencontohkan, jangan sampai proses pindahan membuat seseorang meninggalkan salat atau mengabaikan ibadah lainnya.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik
Begitu pula, jangan sampai aktivitas pindahan justru merepotkan atau mengganggu orang lain.
"Yang penting waktu itu tidak mengganggu orang lain dan tidak mengganggu urusanmu dengan Allah," demikian inti penjelasan Buya Yahya.
Selain memilih waktu yang tepat secara praktis, Buya Yahya juga memberikan panduan ketika pertama kali memasuki rumah baru.
Baca Juga: Hari Baik Pindah Rumah Menurut Jawa, Begini Hitungan Petung Nogo Dino Berdasarkan Arah dan Bulan
Ia menganjurkan agar penghuni membaca Surah Al-Baqarah sebagai amalan yang diajarkan dalam hadis.
Menurutnya, membaca Surah Al-Baqarah menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual agar rumah dipenuhi keberkahan.
Buya Yahya juga mengingatkan agar rumah dijadikan tempat untuk kebaikan.
Ia menegaskan bahwa setiap orang memang bisa melakukan kesalahan, tetapi jangan sampai rumah justru direncanakan menjadi tempat kemaksiatan.
Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat
Dengan demikian, rumah baru diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan sekaligus mendekatkan penghuninya kepada Allah.
Khalid Basalamah: Islam Tidak Mengenal Hari Sial
Penjelasan senada disampaikan Ustaz Khalid Basalamah.
Ia menegaskan bahwa dalam Islam tidak ada istilah hari sial maupun waktu sial.
Menurutnya, syariat hanya mengenal adanya waktu atau tempat yang memiliki keutamaan dibandingkan yang lain, bukan waktu yang membawa kesialan.
Sebagai contoh, ia menyebut hari Jumat sebagai hari yang memiliki keutamaan.
Selain itu, sepertiga malam juga merupakan waktu yang lebih utama untuk beribadah dibandingkan waktu lainnya.
Dalam hal tempat, Makkah, Madinah, dan Masjid Al-Aqsa memiliki keistimewaan yang dijelaskan dalam ajaran Islam.
Baca Juga: Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Baik dan Arah Pantangan Mencari Rezeki Setiap Hari
Namun, keutamaan tersebut tidak berarti hari atau tempat lain menjadi buruk atau membawa sial.
Khalid Basalamah juga menyinggung anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa hari Selasa merupakan hari sial.
Menurutnya, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa pindah rumah pada bulan Muharam harus dihindari.
Sebaliknya, Muharam merupakan salah satu bulan suci dalam Islam.
Karena itu, umat Islam diminta mempelajari agama berdasarkan dalil yang benar, bukan mengikuti tradisi yang tidak memiliki landasan syariat.
Ia menegaskan bahwa pindah rumah pada hari apa pun diperbolehkan selama tidak melanggar ketentuan agama.
Habib Husein Jafar: Hari Menjadi Sial karena Prasangka
Habib Husein Jafar memberikan penjelasan dari sisi psikologis dan spiritual mengenai keyakinan terhadap hari sial.
Ia menegaskan bahwa seorang muslim tidak boleh meyakini adanya hari yang membawa kesialan.
Dalam penjelasannya, ia mengutip hadis qudsi yang menyatakan bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Artinya, apabila seseorang meyakini suatu hari akan membawa kesialan, maka prasangka tersebut justru dapat memengaruhi kondisi dirinya sendiri.
Habib Husein Jafar juga mengutip penjelasan Imam Al-Munawi yang menyebut bahwa dugaan negatif seseorang dapat menjadi penyebab munculnya perasaan sial.
Menurutnya, ketika seseorang terus berpikir bahwa suatu hari akan membawa musibah, maka rasa waswas akan muncul.
Akibatnya, hal-hal biasa pun bisa dianggap sebagai tanda kesialan.
Padahal, perasaan tersebut berasal dari prasangka yang dibangun oleh diri sendiri.
Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat
Karena itu, Habib Husein Jafar mengajak umat Islam untuk membangun husnuzan atau berprasangka baik kepada Allah.
Dengan sikap tersebut, setiap hari dapat dijalani dengan optimisme dan keyakinan bahwa seluruh waktu merupakan ciptaan Allah.
Keberkahan Datang dari Amal, Bukan Tanggal
Ketiga ulama tersebut memiliki penekanan yang berbeda, tetapi menyampaikan pesan yang sejalan.
Hari baik pindah rumah menurut Islam bukan ditentukan oleh kalender, tanggal, atau mitos yang berkembang di masyarakat.
Keberkahan sebuah rumah lebih ditentukan oleh niat baik penghuninya, ibadah yang tetap terjaga, serta usaha menjadikan rumah sebagai tempat yang dipenuhi amal saleh.
Selain itu, proses pindahan juga hendaknya dilakukan tanpa mengganggu orang lain dan tanpa mengorbankan kewajiban kepada Allah.
Membaca Al-Qur'an, menjaga ibadah, serta mengisi rumah dengan aktivitas yang baik menjadi bagian dari upaya menghadirkan keberkahan.
Islam juga mengajarkan agar umatnya tidak terjebak pada keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.
Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat
Kepercayaan mengenai hari sial maupun bulan sial tidak termasuk ajaran Islam.
Sebaliknya, seorang muslim dianjurkan bertawakal kepada Allah dan memulai setiap langkah dengan niat yang benar.
Pindah rumah bukan sekadar proses memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Momen tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik, memperkuat ibadah, serta menciptakan lingkungan keluarga yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, daripada sibuk mencari hari yang dianggap paling baik, Islam mengajarkan agar setiap hari diisi dengan amal saleh, menjaga hubungan dengan Allah, dan berbuat baik kepada sesama.
Dengan cara itulah keberkahan diharapkan hadir dalam rumah baru, bukan karena tanggal tertentu, melainkan karena niat, ketakwaan, dan sikap husnuzan kepada Allah.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Dakwah Connect