JAKARTA - Hari baik memotong kuku menurut Islam kembali menjadi perhatian umat Muslim. Dalam penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube Tadabbur Islam, dijelaskan bahwa Islam lebih menekankan adab, kebersihan, dan batas waktu memotong kuku berdasarkan hadis. Sementara itu, sebagian ulama Syafi'iyah juga menyebut adanya hari-hari yang dianjurkan, meski tidak bersifat mutlak.
Memotong kuku merupakan salah satu bagian dari menjaga kebersihan diri yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain membuat tubuh tetap bersih dan rapi, kebiasaan ini juga termasuk bagian dari sunnah fitrah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Meski demikian, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan apakah ada hari terbaik untuk memotong kuku agar memperoleh keberkahan. Penjelasan dalam video tersebut mengutip hadis Nabi Muhammad SAW beserta pendapat sejumlah ulama untuk memberikan gambaran mengenai persoalan tersebut.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Hitungan Neptu dan Naga Bulan
Hadis Menjelaskan Batas Maksimal Memotong Kuku
Dalam Islam, memotong kuku tidak dilakukan secara sembarangan. Ada adab yang perlu diperhatikan, termasuk batas waktu agar kuku tidak dibiarkan terlalu panjang.
Video tersebut mengutip hadis dari Anas bin Malik RA yang diriwayatkan Imam Muslim. Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan batas waktu maksimal 40 hari untuk mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan.
Artinya, seorang Muslim tidak dianjurkan membiarkan kukunya melewati batas tersebut.
Selain hadis tersebut, dijelaskan pula hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai lima perkara yang termasuk sunnah fitrah.
Kelima sunnah fitrah itu meliputi khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, serta memotong kuku.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tubuh menjadi bagian penting dalam ajaran Islam.
Pendapat Ulama tentang Hari Baik Memotong Kuku
Video tersebut juga mengutip pendapat Imam Ibnu Qayyim Al-Ghazi dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri mengenai hari-hari yang dikaitkan dengan memotong kuku.
Menurut penjelasan tersebut, setiap hari memiliki penyebutan keutamaan maupun dampak tertentu.
Baca Juga: Cara Mencari Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Contoh Menghitungnya
Hari Senin disebut memiliki keutamaan.
Hari Selasa disebut dapat mendatangkan kerusakan dan kebinasaan.
Hari Rabu disebut dapat menyebabkan buruknya akhlak.
Hari Kamis disebut bisa mengundang kekayaan.
Hari Jumat disebut sebagai hari terbaik karena diyakini dapat menambah ilmu dan sifat santun.
Sementara itu, hari Sabtu disebut dapat mendatangkan penyakit.
Adapun hari Minggu disebut dapat menghilangkan keberkahan.
Meski demikian, video tersebut juga menegaskan bahwa pendapat tersebut bukanlah ketentuan mutlak dalam Islam.
Tidak Ada Hari yang Wajib untuk Memotong Kuku
Dalam penjelasan berikutnya ditegaskan bahwa hadis Nabi SAW tidak menetapkan hari tertentu sebagai waktu wajib memotong kuku.
Yang paling penting adalah seorang Muslim tidak membiarkan kukunya lebih dari 40 hari.
Artinya, kewajiban menjaga kebersihan lebih diutamakan daripada memilih hari tertentu.
Namun demikian, sebagian ulama dari mazhab Syafi'i tetap memberikan anjuran mengenai waktu yang dianggap lebih utama.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' disebut menjelaskan bahwa hari Jumat merupakan hari yang baik untuk memotong kuku.
Selain itu, ulama mazhab Syafi'i juga menyebut hari Senin dan Kamis sebagai waktu yang dianjurkan.
Penjelasan tersebut dipahami sebagai anjuran atau keutamaan, bukan kewajiban yang mengikat seluruh umat Islam.
Tata Cara Memotong Kuku Menurut Islam
Selain membahas waktu pelaksanaannya, video tersebut juga menjelaskan tata cara memotong kuku berdasarkan pendapat para ulama.
Secara umum, dianjurkan memulai dari tangan kanan.
Urutannya dimulai dari jari telunjuk tangan kanan hingga jari kelingking.
Setelah itu, kuku ibu jari tangan kanan dipotong.
Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindahan Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Hari yang Dianggap Paling Baik
Selanjutnya, pemotongan dilanjutkan pada tangan kiri dengan urutan yang sama.
Video tersebut juga menjelaskan tata cara menurut Imam Nawawi.
Menurut beliau, pemotongan dimulai dari jari telunjuk tangan kanan hingga jari kelingking.
Kemudian dilanjutkan memotong ibu jari tangan kanan.
Untuk tangan kiri, dimulai dari jari kelingking hingga berakhir di ibu jari tangan kiri.
Tata Cara Menurut Imam Al-Ghazali
Pendapat lain datang dari Imam Al-Ghazali yang juga dijelaskan dalam video tersebut.
Menurut beliau, pemotongan kuku diawali dari jari telunjuk tangan kanan hingga jari kelingking.
Setelah selesai, pemotongan dilanjutkan dari jari kelingking tangan kiri menuju ibu jari tangan kiri.
Terakhir, kuku ibu jari tangan kanan dipotong.
Urutan tersebut menjadi salah satu tata cara yang dipraktikkan dalam sebagian mazhab.
Meski terdapat perbedaan urutan, inti dari seluruh penjelasan tersebut adalah menjaga kebersihan sebagai bagian dari sunnah Rasulullah SAW.
Kebersihan Menjadi Inti Ajaran Islam
Melalui penjelasan hadis dan pendapat para ulama, video tersebut menegaskan bahwa memotong kuku merupakan amalan sederhana yang memiliki nilai ibadah apabila dilakukan sesuai adab.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan tubuh secara rutin sebagai bagian dari fitrah manusia.
Baca Juga: Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Ini Arah Baik dan Arah Pantangan Mencari Rezeki Setiap Hari
Karena itu, memotong kuku tidak sekadar bertujuan menjaga penampilan, tetapi juga menjadi bentuk kepatuhan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.
Perbedaan pendapat mengenai hari yang dianjurkan tidak mengubah prinsip utama bahwa kebersihan harus tetap dijaga.
Selama tidak melampaui batas 40 hari sebagaimana disebutkan dalam hadis, seorang Muslim telah menjalankan salah satu bentuk sunnah fitrah.
Baca Juga: Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat
Bagi yang ingin mengikuti anjuran sebagian ulama, hari Jumat, Senin, dan Kamis disebut sebagai waktu yang memiliki keutamaan.
Namun, tidak ada dalil yang menetapkan hari tertentu sebagai kewajiban mutlak untuk memotong kuku.
Dengan demikian, umat Islam dapat mengutamakan menjaga kebersihan secara rutin sambil tetap memperhatikan adab yang diajarkan dalam hadis serta pendapat para ulama.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Tadabbur Islam