TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Pemilik weton Kamis Kliwon diimbau untuk lebih mawas diri dan menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut ramalan Primbon Jawa, kelahiran dengan neptu 16 ini memiliki keistimewaan rezeki besar namun menyimpan energi spiritual idu geni sabdo dadi atau si pahit lidah yang berbahaya jika dilanggar.
Pemilik pantangan weton Kamis Kliwon ini disarankan tidak sembarangan meluapkan emosi karena setiap ucapan atau sumpah serapah yang keluar berpotensi menjadi kenyataan seketika. Selain itu, leluhur Jawa telah menetapkan sejumlah panduan bertindak serta larangan khusus agar mereka dapat terhindar dari musibah dan kesialan.
Watak Lakuning Geni dan Keistimewaan Neptu 16
Berdasarkan perhitungan Primbon Jawa, neptu 16 pada Kamis Kliwon berasal dari penjumlahan nilai hari Kamis bernilai 8 dan pasaran Kliwon bernilai 8. Kombinasi hari dan pasaran tersebut melahirkan karakter lakuning geni atau berunsur api yang sangat kuat.
Karakter api ini membuat pemiliknya cenderung berwatak emosional, ambisius, ceroboh, kurang sabar, serta kerap membantah ketika diberi nasihat oleh orang lain. Meski begitu, sisi positif weton ini dikenal sangat visioner, pekerja keras, pantang menyerah, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Karimun Kotak 2002 Bekas: Unit Kelangenan Irit BBM Dibanderol Rp45 Juta
Bahaya Berucap Buruk dan Fase Kritis Usia 29-42 Tahun
Larangan pertama yang wajib dipatuhi adalah dilarang keras berucap buruk saat sedang emosi. Mengingat filosofi idu geni sabdo dadi yang melekat pada dirinya, ucapan buruk tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga berbalik menjadi bumerang yang menghancurkan reputasi dan batin sendiri.
Pantangan kedua berkaitan dengan fase kritis kehidupan di usia 29 hingga 42 tahun. Meskipun bayi kelahiran Kamis Kliwon membawa sifat tunggak semi atau rezeki yang selalu tumbuh, siklus hidup mereka diperkirakan mengalami penurunan ekstrem pada rentang usia tersebut sehingga dilarang mengambil keputusan finansial yang spekulatif.
Pengendalian Perasaan dan Arah Kejayaan Usaha
Larangan ketiga adalah tidak boleh terlalu menuruti perasaan atau terlalu sensitif agar tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Primbon Jawa menyarankan pemilik weton ini untuk menyeimbangkan kepekaan emosional dengan pertimbangan logika.
Pantangan keempat berkaitan dengan arah kiblat papat lima panjer, di mana arah kejayaan mutlak Kamis Kliwon berada di sebelah barat. Mereka disarankan untuk tidak membelakangi arah barat saat hendak memulai usaha baru atau merantau guna menjaga fokus dan keyakinan psikologis.
Daftar Hari Naas dan Ritual Penolak Bala
Pantangan kelima adalah menghindari pergerakan penting pada hari naas. Hari naas pertama jatuh pada hari lahirnya sendiri yaitu Kamis Kliwon yang disebut lembu petang, disusul Sabtu Pahing berdasarkan metode was telu (hari ketiga), Senin Wage dari metode was lim (hari kelima), dan Rabu Lagi melalui metode was pitu (hari ketujuh).
Pada empat hari naas tersebut, pemilik weton dilarang menggelar pernikahan, membuka bisnis baru, bepergian jauh, maupun mendirikan rumah. Sebagai gantinya, leluhur menyarankan untuk memperbanyak ibadah, bersedekah uang atau makanan, serta menjalankan puasa weton sehari penuh pada Kamis Kliwon sebagai pagar gaib penolak bala.
Seluruh jajaran pantangan tersebut ditegaskan bukan sebagai kutukan yang menakutkan, melainkan ajaran wewaler agar manusia senantiasa eling lan waspodo (ingat dan waspada). Pendidikan budaya Jawa ini mengajarkan masyarakat untuk senantiasa mengendalikan ego dan menjaga kedamaian sesuai prinsip memayu hayuning bawono.
Baca Juga: Daftar Harga Suzuki Karimun Bekas Juli 2026 Termurah: Cek Pilihan Unit Mulai Rp40 Jutaan
Sumber : You Tube