TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Rahasia weton Jumat Wage menurut kitab Primbon Jawa Betal Jemur Adammakna mengungkapkan adanya sejumlah pantangan besar serta hari naas yang wajib diwaspadai untuk menghindari malapetaka atau sengkolo. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, setiap orang membawa energi weton lahir yang menentukan garis hidup dan tingkat spiritualitasnya.
Masyarakat yang lahir pada Jumat Wage dikenal memiliki watak lembut, cerdas, dan jujur, tetapi rentan menghadapi cobaan hidup. Berdasarkan hitungan primbon, Jumat bernilai neptu 6 dan Wage bernilai 4, sehingga total neptunya adalah 10. Angka neptu ini berada di bawah watak Pandita Sakti dan naungan Pantomudo, yang membuat pemiliknya suka menasihati, berjiwa sosial tinggi, serta cenderung mengalah demi kedamaian.
Kendati memiliki watak luhur, kebaikan hati pemilik weton ini sering dimanfaatkan pihak lain. Selain itu, mereka dapat hilang kesabaran hingga memicu ketidakstabilan emosi. Kondisi energi yang dinamis tersebut membuat weton Jumat Wage harus ekstra hati-hati terhadap serangkaian pantangan adat.
5 Pantangan Utama Weton Jumat Wage
Kitab Primbon Jawa mencatat lima pantangan mutlak yang harus diperhatikan demi menjaga keselamatan lahir dan batin pemilik weton Jumat Wage.
Pertama, dilarang memulai bisnis atau usaha pada hari pasaran Selasa Kliwon. Membuka toko, meluncurkan produk baru, atau menandatangani perjanjian bisnis pada hari tersebut berisiko memicu kebangkrutan serta perselisihan dengan mitra bisnis.
Kedua, adanya larangan membangun rumah baru atau berpindah tempat tinggal selama bulan Suro. Bulan Suro memiliki muatan energi spiritual yang sangat padat, sehingga jika dilanggar dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga hingga memicu gangguan kesehatan.
Ketiga, imbauan untuk tidak bepergian ke arah barat pada hari kelahiran Jumat Wage. Berdasarkan perhitungan Nogo Dino, sang naga penunggu hari berada di posisi barat, sehingga perjalanan jauh ke arah tersebut rentan memicu kecelakaan atau kesialan di jalan.
Keempat, pantangan menyakiti hati ibu kandung atau wanita lansia. Energi Jumat Wage sangat peka terhadap aura bumi, sehingga tindakan menyakiti sosok ibu dipercaya dapat menutup pintu rezeki secara instan dan membawa dampak negatif pada karir.
Baca Juga: Legenda Lembu Suro dan Gunung Kelud: Kisah Sayembara Putri Majapahit hingga Sumpah untuk Kediri
Daftar Hari Naas dan Cara Menetralisir Energi Negatif
Kelima, mewaspadai hari naas atau masa ketika benteng pertahanan spiritual berada di titik terendah. Hari naas pertama adalah hari kelahiran itu sendiri, yakni Jumat Wage. Pada hari tersebut, pelindung gaib Sedulur Papat Lima Pancer diyakini sedang beristirahat atau pasif, sehingga diri seseorang lebih rentan terhadap serangan penyakit, emosi negatif, hingga kesialan.
Selain Jumat Wage, terdapat tiga hari naas lainnya yang patut diwaspadai:
-
Selasa Legi: Hari Tali Wangke yang menguras energi fisik dan pikiran.
-
Sabtu Pahing: Hari yang memicu pertentangan antara elemen api dan air.
-
Kamis Pon: Hari ketika tingkat konsentrasi dan stabilitas emosi menurun.
Pada empat hari naas tersebut, leluhur menyarankan agar tidak menggelar acara besar seperti pernikahan, operasi medis non-darurat, membeli barang berharga, atau melakukan perjalanan jauh. Sebaliknya, waktu tersebut disarankan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbanyak doa, dan mengendalikan emosi.
Untuk menetralisir energi buruk atau sengkolo, pemilik weton Jumat Wage disarankan melakukan ikhtiar spiritual seperti bersedekah makanan pada Kamis malam atau menjalankan puasa weton tepat di hari Jumat Wage. Seluruh petunjuk primbon ini berfungsi sebagai kompas kehati-hatian dalam mengarungi kehidupan.
Baca Juga: Asal Usul Kawah Sikidang Dieng, Legenda Putri Sinta Dewi dan Sumpah Pangeran Kidang Garungan
Sumber : You Tube