Secara astronomi tradisi Jawa dan kalender Islam, bulan Agustus 2026 bertepatan dengan dua bulan hijriah, yakni akhir bulan Safar dan awal bulan Rabiul Awal. Transisi bulan Safar menuju Rabiul Awal ini terjadi pada pertengahan bulan. Bulan Safar tercatat berakhir pada 14 Agustus 2026, sementara 1 Rabiul Awal dimulai pada 15 Agustus 2026. Perubahan fase bulan ini turut memengaruhi watak hari dan neptu yang ada di dalamnya.
Para ahli hitung Jawa menyebutkan bahwa hari baik Agustus 2026 menurut Primbon Jawa didominasi oleh hari-hari di awal hingga pertengahan pekan. Hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis menjadi hari yang paling banyak memiliki neptu berwatak positif. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk cermat karena beberapa hari di antaranya masuk dalam kategori hari nas atau hari yang memiliki aura kurang menguntungkan.
Untuk pekan pertama Agustus 2026, tanggal yang sangat disarankan dimulai pada Senin, 3 Agustus (18 Pahing). Hari tersebut dinilai memiliki energi positif untuk membuka urusan baru. Keberkahan ini berlanjut pada Selasa, 4 Agustus (19 Pon), Rabu, 5 Agustus (20 Wage), dan Kamis, 6 Agustus (21 Kliwon). Deretan hari di awal bulan ini sangat netral dan aman dipakai untuk berbagai niat mulia.
Memasuki pekan kedua, deretan tanggal netral kembali dijumpai pada Senin, 10 Agustus (25 Wage) dan Selasa, 11 Agustus (26 Kliwon). Selanjutnya, Rabu, 12 Agustus (27 Legi) serta Kamis, 13 Agustus (28 Pahing) juga masuk dalam daftar hari netral yang membawa keberuntungan. Sementara itu, pada pekan ketiga, pilihan hari baik cenderung lebih sedikit, yakni hanya jatuh pada Kamis, 20 Agustus (6 Wage) dan Jumat, 21 Agustus (7 Kliwon).
Peluang keberkahan kembali terbuka lebar pada pekan terakhir. Penggemar perhitungan Jawa bisa memanfaatkan Rabu, 26 Agustus (12 Kliwon), Kamis, 27 Agustus (13 Legi), hingga Jumat, 28 Agustus (14 Pahing). Tanggal 28 Agustus diprediksi sebagai puncak hari terbaik di penghujung bulan karena memiliki simpul keberuntungan yang sangat kuat bagi siapa saja yang menggelar acara di hari tersebut.
Daftar hari baik tersebut bersifat serbaguna untuk berbagai hajat hidup. Mulai dari pesta pernikahan, prosesi lamaran, memasuki rumah baru, pindah rumah, membeli kendaraan, hingga memulai usaha atau bercocok tanam. Bahkan acara khitanan anak pun sangat disarankan digelar pada tanggal-tanggal tersebut agar proses pemulihan berjalan lancar dan membawa kebaikan jangka panjang bagi keluarga.
Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube