Penentuan hari pernikahan tidak didasarkan pada anggapan subjektif, melainkan pada kompilasi tiga kaidah hitungan leluhur. Apabila sebuah tanggal di hari Selasa berhasil mencatatkan hasil positif pada ketiga indikator Primbon, maka tanggal tersebut tergolong sebagai hari sangat baik (dina hayu). Sebaliknya, jika indikator didominasi angka negatif, maka tanggal itu harus dihindari untuk acara sakral seperti ijab kabul.
Hasil kajian hari baik Agustus 2026 menurut Primbon Jawa menunjukkan bahwa tiga pekan awal di hari Selasa bulan Agustus memiliki energi yang kurang ideal. Pada Selasa pekan pertama, tanggal 4 Agustus 2026, hitungan menunjukkan watak tuno luput dan satru Allah. Kombinasi ini sangat tidak disarankan karena diyakini dapat menimbulkan banyak hambatan finansial dan ketidakcocokan antar pasangan pascamenikah.
Kondisi serupa terjadi pada Selasa pekan kedua (11 Agustus 2026) dan Selasa pekan ketiga (18 Agustus 2026). Perhitungan untuk tanggal 11 Agustus masih tercemar oleh watak satru Allah dan tuno luput. Sementara itu, tanggal 18 Agustus mencatatkan hasil yang lebih mengkhawatirkan dengan munculnya indikator doso gede dan kaget, yang melambangkan potensi konflik mendadak atau ujian hidup yang berat dalam rumah tangga.
Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat
Keajaiban justru ditemukan pada Selasa pekan keempat, yaitu tanggal 25 Agustus 2026. Setelah melalui penyaringan tiga kolom perhitungan kitab kuno, tanggal 25 Agustus mencatatkan hasil sempurna berupa watak harjo secara menyeluruh. Harjo mengindikasikan kondisi kehidupan yang aman, damai, terhindar dari kemalangan, serta penuh dengan keberkahan rezeki yang tak terputus.
Tanggal 25 Agustus 2026 yang jatuh pada hari Selasa ini menjadi opsi yang sangat direkomendasikan bagi calon pengantin. Keadaan hari yang tenang dan bersih dari indikator nas membuat prosesi pengucapan janji suci diprediksi berjalan khidmat. Selain itu, aura positif hari tersebut dipercaya terpancar hingga kehidupan pernikahan di masa depan.
Maka dari itu, calon pengantin tidak perlu ragu untuk memilih hari Selasa sebagai hari ijab kabul, asalkan tepat dalam menentukan tanggalnya. Mengikuti petunjuk hari baik ini merupakan bentuk kehati-hatian serta penghormatan terhadap kearifan lokal, demi menggapai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube