Menentukan Hari Baik: Neptu Jumat Wage dan Peruntungannya Berdasarkan Perhitungan Primbon Jawa

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Temukan hari keberuntungan serta naas berdasarkan neptu Jumat Wage dan peruntungannya menurut Primbon Jawa untuk kelancaran hajat Anda!
Temukan hari keberuntungan serta naas berdasarkan neptu Jumat Wage dan peruntungannya menurut Primbon Jawa untuk kelancaran hajat Anda!

TREN GGALEK- Dalam bertindak atau memulai suatu hajat besar, masyarakat Jawa tradisional kerap memperhitungkan hari baik dan hari naas berdasarkan Weton kelahiran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin agar segala urusan berjalan lancar dan terhindar dari marabahaya. Pembahasan mengenai neptu Jumat Wage dan peruntungannya memberikan petunjuk mendalam mengenai hari-hari yang membawa keberkahan serta hari yang perlu dihindari.

Secara matematis dalam Primbon Jawa, weton Jumat Wage memiliki neptu berjumlah 10, yang berasal dari nilai Jumat (6) dan pasaran Wage (4). Jumlah neptu 10 ini menjadi dasar untuk menghitung siklus hari naas (cuplak puser dan was gede) serta menentukan deretan hari keberuntungan bagi seseorang yang lahir pada weton tersebut.

Dalam hitungan primbon, kelahiran Jumat Wage memiliki hari naas utama yang jatuh pada hari Senin Legi, sementara cuplak puser-nya jatuh pada Senin Pahing, dan was gede-nya berada pada hari Minggu Pon atau Ahad Pon. Memahami deretan hari naas ini penting agar neptu Jumat Wage dan peruntungannya dapat dimaksimalkan dengan baik saat hendak menggelar acara penting atau memulai usaha baru.

Baca Juga: 4 Motor Matic Paling Irit 2026, Ada Honda Beat hingga Yamaha Fazzio Hybrid

Deretan 5 Hari Keberuntungan untuk Melaksanakan Hajat

Untuk menentukan hari keberuntungan, perhitungan dimulai dari sehari setelah cuplak puser hingga sehari sebelum was gede. Berdasarkan metode tersebut, neptu Jumat Wage dan peruntungannya mencapai puncak positif pada lima hari berturut-turut, yaitu Selasa Pon, Rabu Wage, Kamis Kliwon, Jumat Legi, dan Sabtu Pahing.

Kelima hari keberuntungan tersebut sangat disarankan untuk digunakan dalam melaksanakan berbagai hajat penting, seperti melangsungkan pernikahan, membuka usaha bisnis, mendirikan rumah, atau memulai pekerjaan baru. Menggunakan hari-hari baik ini dipercaya dapat mendatangkan kemudahan, keselamatan, serta keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga hasil yang diperoleh menjadi maksimal.

Baca Juga: Hyundai Hill State Bersiap Hadapi Phil Seung Wonder Dog, Megawati Hangestri Masuk Daftar Pemain

Hari Standar dan Pantangan yang Harus Dihindari

Di luar lima hari keberuntungan dan tiga hari naas tersebut, hari-hari lainnya kategori sebagai hari biasa atau standar. Hari-hari standar tersebut tetap diperbolehkan untuk melakukan aktivitas atau hajat tertentu, dengan catatan tetap memperhatikan kesesuaian bulan Jawa yang baik (bulan rahayu).

Sebaliknya, pada hari naas seperti Senin Legi, Senin Pahing, dan Ahad Pon, pemilik weton Jumat Wage sangat disarankan untuk menunda kegiatan yang bersifat krusial. Mengubah jadwal hajat penting dari hari naas ke hari keberuntungan merupakan langkah antisipasi yang bijak menurut Primbon Jawa agar seseorang terhindar dari rintangan, kerugian, maupun halangan yang tidak diinginkan dalam hidupnya.

Baca Juga: Hyundai Hill State Punya Banyak Pemain Muda dan Senior, Megawati Hangestri Jadi Sorotan

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Peruntungan Jumat Wage Hari Baik Weton Weton jawa neptu jumat wage Primbon Jawa