TRENGGALEK - Perhitungan kalender tradisional tidak hanya melihat weton harian, tetapi juga memperhitungkan siklus Pawukon. Berdasarkan sistem perhitungan tersebut, hari baik Agustus 2026 menurut Primbon Jawa memuat rahasia besar mengenai hari pembawa keberuntungan tinggi serta hari-hari sangar yang pantang digunakan untuk hajat besar.
Dalam kalender Pawukon Jawa, bulan Agustus 2026 menempati urutan hari ke-109 hingga hari ke-149. Siklus ini membawa pergerakan energi yang dinamis, di mana terdapat empat hari naas yang wajib dihindari serta satu hari emas yang dijuluki sebagai Sri Tumpuk.
Masyarakat Jawa percaya bahwa menggelar hajatan seperti pernikahan, sunatan, atau boyongan rumah pada hari yang salah dapat memicu kesulitan hidup. Oleh karena itu, mencermati kalender Pawukon menjadi langkah krusial sebelum mengetuk keputusan.
Baca Juga: 4 Motor Matic Irit BBM 2026, Yamaha Gear 125 hingga Fazzio Hybrid Masuk Daftar
Waspadai 4 Hari Naas dan Pantangan Tali Wangke
Berdasarkan hitungan Pawukon, ada empat hari yang dikategorikan kurang baik untuk menggelar acara penting. Pertama adalah Sabtu Kliwon, 1 Agustus 2026 (Wuku Welut) yang jatuh sebagai Tali Wangke. Dalam kearifan lokal, Tali Wangke diibaratkan seperti tali pocong yang berisiko mendatangkan kesusahan jika dilanggar untuk pernikahan.
Hari buruk kedua jatuh pada Rabu, 5 Agustus 2026 yang dinamakan hari Sarik Agung. Konon, segala hajat yang digelar pada hari ini dipercaya sulit diselamatkan bahkan dengan tradisi tolak bala. Selanjutnya, Senin, 10 Agustus 2026 (Wuku Tampir) dikategorikan sebagai Sampar Wangke atau "kesandung bangkai" yang sangat berisiko memicu bencana dalam acara.
Terakhir, bahaya Tali Wangke kembali membayangi pada penutupan bulan, yakni Senin Kliwon, 31 Agustus 2026 (Wuku Yi). Keempat hari ini sangat disarankan untuk dihindari demi menjaga keselamatan seluruh anggota keluarga.
Istimewanya Hari Emas Sri Tumpuk di Bulan Agustus
Di tengah hadirnya hari-hari naas tersebut, kalender Pawukon menyimpan satu hari yang sangat istimewa dan memancarkan energi keberuntungan melimpah. Hari puncak kejayaan tersebut jatuh pada Jumat Kliwon, 21 Agustus 2026 (Wuku Mengkangkungan).
Hari tersebut dinamakan sebagai hari Sri Tumpuk. Dalam literatur Primbon Jawa, Sri Tumpuk melambangkan tumpukan rezeki, kemakmuran, dan kesuksesan yang berlipat ganda. Momen ini sangat ideal untuk menggelar ijab nikah, membangun fondasi rumah baru, membuka bisnis skala besar, hingga memulai kegiatan pertanian.
Memilih hari Sri Tumpuk diyakini akan mengalirkan keberkahan yang tak terputus bagi siapapun yang melangsungkan hajatan pada tanggal tersebut.
Baca Juga: Cari Motor Matic Hemat untuk Harian? Ini 4 Pilihan dengan Konsumsi BBM Irit
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube