JAKARTA - Cara menghitung hari baik untuk boyongan dalam perhitungan Jawa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa unsur, mulai dari hari dan pasaran kelahiran, arah tujuan, hari yang direncanakan, hingga sejumlah pantangan arah. Perhitungan tersebut digunakan untuk menentukan waktu yang dinilai baik saat pindah rumah maupun berangkat kerja ke luar daerah.
Dalam sebuah penjelasan di channel Warna Indonesia TV, boyongan disebut sebagai kegiatan pindah rumah atau tempat tinggal. Istilah tersebut juga digunakan untuk keberangkatan kerja pertama kali ke luar daerah. Dalam tradisi perhitungan Jawa, pemilihan hari dilakukan dengan mempertimbangkan arah yang dituju.
Perhitungan ini disebut sebagai salah satu peninggalan nenek moyang. Namun, pembuat video juga mengingatkan bahwa terdapat kemungkinan perbedaan dalam penerapannya karena perhitungan Jawa memiliki sejumlah versi atau pakem.
Baca Juga: Nepal Van Java Magelang, Desa di Ketinggian 1.700 Mdpl dengan Panorama Gunung Sumbing
Ia juga menekankan bahwa perhitungan tersebut tetap merupakan bentuk ikhtiar. Setelah menentukan waktu yang dianggap baik, segala sesuatu tetap diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Unsur yang Perlu Disiapkan
Langkah pertama dalam cara menghitung hari baik untuk boyongan adalah mengetahui hari dan pasaran kelahiran orang yang akan pindah. Jika perhitungan dilakukan untuk orang lain, hari kelahiran orang tersebut harus diketahui.
Untuk boyongan rumah yang dilakukan oleh keluarga, perhitungan dapat menggunakan hari kelahiran ayah atau kepala keluarga. Selain itu, arah boyongan juga harus ditentukan sejak awal, misalnya dari timur ke barat atau dari selatan ke utara.
Baca Juga: Wisata Kota Batu, Kota Sejuk dengan Jatim Park hingga Museum Angkut
Hari yang direncanakan untuk pindah juga harus ditentukan. Setelah itu, pasaran kelahiran digunakan dengan sistem tiga langkah.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Rabu Pon menggunakan tiga pasaran, yakni Pon, Wage, dan Kliwon. Sementara Legi dan Pahing tidak digunakan karena masuk dalam perhitungan yang disebut Nas 4 dan Nas 5.
Perhitungan juga perlu memperhatikan Nas meninggalnya orang tua jika ada. Dalam contoh yang diberikan, apabila pasaran meninggalnya orang tua adalah Kliwon, maka pasaran Kliwon tidak digunakan. Dengan demikian, dari kelahiran Rabu Pon, pasaran yang tersisa untuk digunakan adalah Pon dan Wage.
Baca Juga: Camping di Kiara Manuk Pangalengan, Harga Mulai Rp650 Ribu dengan View Kebun Teh
Setelah pilihan hari diperoleh, pembuat video menyarankan agar kondisi hari dan bulan kembali diperiksa. Hari yang dinilai mulus berada dalam kategori hijau atau kuning. Begitu pula dengan bulan yang digunakan.
Enam Arah yang Perlu Dihindari
Selain menentukan hari dan bulan, perhitungan boyongan juga memperhatikan enam unsur yang disebut perlu dihindari. Keenamnya adalah Nogo Dino, Nogo Sasi, Nogo Taun, Rijal Dino, Kolo Wuku, dan Loro Pati.
Dalam contoh yang dipaparkan, digunakan Senin Pon, Wuku Mengatal, 29 Jumadil Awal atau 2 Desember 2024. Contoh tersebut digunakan untuk memperlihatkan bagaimana menentukan arah yang boleh dan tidak boleh dipilih.
Baca Juga: Berburu Embun Upas di Dieng, Suhu 3 Derajat dan Rumput Mulai Membeku
Pada perhitungan itu, Nogo Dino Senin berada di arah barat daya. Nogo Sasi berada di tenggara, sedangkan Nogo Taun pada Jumadil Awal berada di timur. Rijal Dino juga berada di timur.
Selanjutnya, Kolo Wuku untuk Wuku Mengatal berada di timur laut. Arah tersebut kemudian tidak digunakan untuk boyongan. Perhitungan terakhir berkaitan dengan Loro dan Pati. Dalam contoh Senin Pon, arah Loro berada di utara, sedangkan Pati berada di tengah sehingga keduanya dihindari.
Dari seluruh pemeriksaan tersebut, arah barat laut dinilai dapat digunakan dalam contoh yang diberikan. Pembuat video menyebut arah tersebut tidak termasuk dalam arah yang harus dihindari berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan.
Baca Juga: Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026 Usai Kalahkan Bali United 3-2
Ia juga mengingatkan agar proses pencarian hari dan arah dilakukan secara teliti. Perhitungan boyongan disebut cukup rumit sehingga sebaiknya dilakukan secara perlahan agar tidak keliru.
Dengan demikian, cara menghitung hari baik untuk boyongan dalam contoh tersebut tidak hanya berpatokan pada hari kelahiran. Hari pasaran, arah tujuan, kondisi hari dan bulan, serta enam unsur pantangan juga menjadi bagian dari perhitungan sebelum menentukan waktu pindah.
Source : https://www.youtube.com/watch?v=gD9zYwRCgkg
Editor : Latifa Irsyadiyah