Hari Baik Pindah Rumah Menurut Hitungan Jawa, Begini Cara Menghitungnya

Latifa Irsyadiyah • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:51 WIB
Hari baik pindah rumah dalam hitungan Jawa memakai neptu khusus hari dan pasaran. Simak cara menghitung serta arti enam hasilnya.
Hari baik pindah rumah dalam hitungan Jawa memakai neptu khusus hari dan pasaran. Simak cara menghitung serta arti enam hasilnya.

JAKARTA - Menentukan hari baik pindah rumah dalam perhitungan Jawa memiliki cara khusus. Hitungan tersebut tidak menggunakan neptu hari dan pasaran yang umum dikenal, melainkan memakai angka khusus untuk hari dan pasaran. Hasil penjumlahannya kemudian dicocokkan dengan enam kategori untuk mengetahui apakah waktu yang dipilih dianggap baik atau kurang baik untuk boyongan.

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui sebuah video, perhitungan boyongan atau pindahan rumah dimulai dengan mengetahui neptu khusus masing-masing hari. Angka yang digunakan berbeda dari hitungan neptu hari pada umumnya.

Untuk perhitungan waktu hari khusus pindahan rumah, angka yang digunakan yakni Jumat 1, Sabtu 2, Minggu 3, Senin 4, Selasa 5, Rabu 6, dan Kamis 7.

Baca Juga: Road Trip ke Dataran Tinggi Dieng, Berburu Sunrise Sikunir hingga Telaga Menjer

Begitu pula dengan pasaran. Hitungan khusus untuk pindahan rumah menggunakan angka yang berbeda dari neptu pasaran yang lazim digunakan. Kliwon memiliki nilai 1, Legi 2, Pahing 3, Pon 4, dan Wage 5.

Setelah mengetahui angka hari dan pasaran, keduanya dijumlahkan. Hasil penjumlahan inilah yang kemudian menjadi dasar untuk menentukan kategori hari yang akan digunakan untuk pindah rumah.

Enam Hasil Perhitungan

Ada enam kategori yang digunakan dalam perhitungan tersebut. Angka 1 disebut Pitutur, dengan keterangan menemui banyak perkara. Angka 2 disebut Demang Kanduran, yang berarti sakit-sakitan.

Baca Juga: Gempa NTT Magnitudo 7,7, BNPB Catat 38 Orang Meninggal di Nagekeo

Selanjutnya, angka 3 adalah Satria Pinayungan, yang dimaknai selamat serta dihargai dan dihormati banyak orang. Angka 4 disebut Menteri Sinaroja, dengan keterangan dicintai banyak orang.

Sementara itu, angka 5 adalah Macan Ketawang, yang memiliki arti selalu cekcok dan banyak masalah. Angka 6 disebut Lebu Pati, yang berarti mengalami banyak kedukaan dan kesengsaraan.

Dalam penjelasan tersebut, hasil yang mencapai angka 6 atau lebih dihitung kembali dari angka 1. Dengan demikian, angka yang diperoleh tetap dikaitkan dengan salah satu dari enam kategori tersebut.

Baca Juga: Judul: Gempa Flores NTT Magnitudo 7,7, Korban Meninggal Capai 69 Jiwa

Sebagai contoh, perhitungan dilakukan untuk Jumat Kliwon. Dalam hitungan khusus ini, Jumat memiliki nilai 1 dan Kliwon juga bernilai 1. Jika dijumlahkan, hasilnya 2.

Angka 2 masuk kategori Demang Kanduran. Berdasarkan keterangan dalam video, kategori tersebut dianggap tidak baik untuk pindahan rumah karena memiliki arti sakit-sakitan.

Contoh Hari yang Dinilai Baik dan Kurang Baik

Daftar perhitungan yang diberikan menunjukkan sejumlah kombinasi hari dan pasaran beserta hasilnya.

Baca Juga: Mikutopia Hadirkan Dunia Jamur Warna-Warni, Ada Puluhan Wahana di Bumiaji

Sabtu Legi, misalnya, memperoleh jumlah 4 dan masuk kategori Menteri Sinaroja yang disebut baik. Kamis Legi memiliki jumlah 9 dan masuk Satria Pinayungan yang dinilai sangat baik. Jumat Pahing mendapatkan jumlah 4 dan masuk Menteri Sinaroja.

Rabu Pahing memperoleh jumlah 9 sehingga masuk Satria Pinayungan. Sabtu Kliwon memiliki jumlah 3 dan juga masuk kategori Satria Pinayungan. Selasa Pon memperoleh jumlah 9 dengan kategori yang sama.

Ada pula kombinasi Minggu Kliwon dengan jumlah 4 yang masuk Menteri Sinaroja. Rabu Pon memperoleh jumlah 10 dan kembali masuk kategori Menteri Sinaroja. Kamis Pahing memiliki jumlah 10 dan juga masuk kategori tersebut.

Baca Juga: Gempa NTT Magnitudo 7,7, 70 Pasien RSUD Dievakuasi ke Luar Ruangan

Sebaliknya, beberapa kombinasi dinilai kurang baik. Minggu Pahing dengan jumlah 6 masuk kategori Lebu Pati yang disebut sangat tidak baik. Senin Pon memperoleh jumlah 8 dan masuk Demang Kanduran. Senin Kliwon dengan jumlah 5 masuk Macan Ketawang yang dinilai tidak baik.

Kamis Pon memperoleh jumlah 11 dan masuk Macan Ketawang. Jumat Wage mendapatkan jumlah 6 dan masuk Lebu Pati. Kamis Wage memperoleh jumlah 12 dan juga masuk Lebu Pati.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan hari untuk boyongan tidak semata-mata berdasarkan nama hari atau pasaran. Kombinasi keduanya harus dihitung menggunakan nilai khusus yang digunakan dalam metode tersebut.

Baca Juga: Gempa NTT Magnitudo 7,7, BNPB Catat 38 Orang Meninggal di Nagekeo

Dengan cara itu, masyarakat yang mengikuti perhitungan Jawa dapat mencocokkan hari dan pasaran yang direncanakan dengan kategori hasil hitungan sebelum menentukan waktu pindah rumah.

Source : https://www.youtube.com/watch?v=IRuXlZKLkPs

Editor : Latifa Irsyadiyah
pindah rumah boyongan rumah neptu Jawa Hari baik pindah rumah Perhitungan Jawa