Cara Mencari Hari Baik untuk Menanam Menurut Petungan Jawa, Ada Hitungannya

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB
Cara mencari hari baik untuk menanam menurut petungan Jawa menggunakan neptu dan empat kategori: oyot, wit, godong, woh.
Cara mencari hari baik untuk menanam menurut petungan Jawa menggunakan neptu dan empat kategori: oyot, wit, godong, woh.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Cara mencari hari baik untuk menanam menjadi salah satu tradisi dalam budaya Jawa yang masih dikenang sebagian masyarakat hingga kini. Dalam petungan Jawa, pemilihan waktu menanam dipercaya dapat menjadi bagian dari ikhtiar agar tanaman tumbuh baik dan hasil panen sesuai harapan. Perhitungan tersebut menggunakan neptu hari yang kemudian dikaitkan dengan empat kategori, yakni oyot, wit, godong, dan woh.

Tradisi ini dahulu digunakan para sesepuh sebelum mulai bertani. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, perhitungan hari baik juga menjadi bagian dari pengetahuan tradisional masyarakat Jawa dalam menentukan waktu bercocok tanam.

Namun, hasil pertanian tetap dipengaruhi berbagai faktor. Dalam penjelasan tersebut, perhitungan hari baik disebut sebagai bentuk ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya tetap diyakini berada dalam ketentuan Tuhan.

Baca Juga: Mazda 3 Hatchback Dimodifikasi Total, Pakai BBK 6 Pot dan Velg Jepang

Empat Pakem Hari Baik untuk Menanam

Dalam petungan yang dijelaskan, terdapat empat kategori yang digunakan untuk menentukan waktu menanam, yaitu oyot, wit, godong, dan woh. Jenis tanaman yang akan ditanam terlebih dahulu disesuaikan dengan kategori tersebut.

Oyot berarti akar dan digunakan untuk tanaman yang hasilnya berada di dalam tanah. Contohnya adalah ketela dan kacang tanah. Untuk kategori ini, hari yang digunakan memiliki neptu 9, 13, atau 17.

Perhitungannya dilakukan dengan membagi neptu hari dengan empat. Misalnya neptu 13 dibagi empat menghasilkan tiga dengan sisa satu. Sisa satu tersebut masuk dalam kategori oyot.

Wit untuk Tanaman seperti Tebu

Kategori kedua adalah wit, yang berarti pohon atau tanaman. Dalam contoh yang diberikan, tanaman tebu dapat menggunakan perhitungan ini.

Hari dengan neptu 10, 14, dan 18 termasuk pilihan untuk kategori wit. Salah satu contoh neptu 10 adalah Selasa Pon.

Neptu 10 dibagi empat menghasilkan dua dengan sisa dua. Sisa tersebut kemudian menunjukkan kategori wit dalam perhitungan petungan tersebut.

Godong untuk Tanaman Sayuran

Selanjutnya terdapat godong, yang berarti daun. Kategori ini identik dengan tanaman sayuran.

Hari yang digunakan memiliki neptu 7, 11, atau 15. Sebagai contoh, Rabu Wage memiliki neptu 11. Ketika angka tersebut dibagi empat, hasilnya dua dengan sisa tiga yang kemudian dikaitkan dengan kategori godong.

Dalam kepercayaan tradisional, pemilihan hari yang sesuai diharapkan dapat mendukung hasil tanaman yang melimpah.

Woh untuk Tanaman Buah

Kategori terakhir adalah woh, yakni buah atau tanaman yang menghasilkan buah. Untuk kategori ini, pilihan neptunya adalah 8, 12, dan 16.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah Rabu Legi dengan neptu 12. Dalam perhitungan tersebut, angka neptu kemudian dikaitkan dengan kategori woh sesuai pakem yang digunakan.

Hari Naas Tetap Perlu Diperhatikan

Meski sudah menemukan hari yang sesuai dengan perhitungan oyot, wit, godong, atau woh, terdapat beberapa hal lain yang menurut tradisi perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah hari naas pribadi. Hari yang secara perhitungan cocok untuk menanam tetap dianggap perlu dihindari apabila bertepatan dengan hari naas seseorang.

Selain itu, terdapat pula aturan mengenai geblak orang tua yang telah meninggal. Dalam tradisi tersebut, hari yang bertepatan dengan geblak orang tua tidak digunakan untuk menanam meskipun secara perhitungan termasuk hari baik.

Kesuburan Tanah Juga Jadi Perhatian

Selain persoalan waktu menanam, penjelasan tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga kesuburan tanah. Petani zaman dahulu banyak menggunakan pupuk kandang dan kompos sebagai bahan alami.

Sementara itu, penggunaan pupuk pabrik dinilai dapat membantu meningkatkan hasil tanaman. Namun, penggunaan pupuk alami tetap dianjurkan untuk menjaga kondisi tanah dalam jangka panjang.

Dengan demikian, petungan hari baik dalam budaya Jawa dapat dipahami sebagai warisan pengetahuan tradisional. Sementara dalam praktik pertanian modern, pemilihan waktu tanam juga perlu mempertimbangkan kondisi tanah, cuaca, jenis tanaman, pengairan, serta kebutuhan pemupukan.

Baca Juga: Honda Civic Hatchback Dimodifikasi, Mesin Naik Tenaga hingga 265 HP

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
neptu Jawa hari baik menanam petungan Jawa tradisi petani budaya jawa