Naga Dina dan Patine Dina Menurut Petungan Jawa, Begini Cara Menghitungnya

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB
Naga dina dan patine dina dalam petungan Jawa dihitung dari neptu weton untuk menentukan arah yang dipercaya memiliki makna tertentu.
Naga dina dan patine dina dalam petungan Jawa dihitung dari neptu weton untuk menentukan arah yang dipercaya memiliki makna tertentu.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Naga dina dan patine dina merupakan bagian dari petungan Jawa yang masih digunakan sebagian masyarakat untuk menentukan arah berdasarkan weton. Dalam tradisi ini, naga dina dipercaya sebagai kekuatan atau “jayane dina”, sedangkan patine dina menjadi arah yang dianggap perlu dihindari ketika seseorang memiliki hajat besar.

Perhitungan tersebut menggunakan neptu hari dan neptu pasaran. Masyarakat yang masih menjalankan tradisi weton biasanya menggunakan hasil hitungan ini sebagai salah satu pertimbangan ketika hendak bepergian, berdagang, pindah rumah, hingga melaksanakan acara besar.

Baca Juga: Hari Senin Menurut Petungan Jawa, Ini Arah yang Dipercaya Membawa Rezeki

Apa Itu Naga Dina?

Dalam penjelasan tradisi petungan Jawa, naga dina diartikan sebagai kekuatan atau tempat “jayane dina”. Arah tersebut dipercaya menjadi lokasi yang memiliki kekuatan bagi suatu kombinasi hari dan pasaran.

Untuk menghitungnya, terlebih dahulu perlu diketahui neptu hari dan pasaran. Neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, neptu pasaran terdiri dari Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8. Nilai hari kemudian dijumlahkan dengan nilai pasaran.

Sebagai contoh, Sabtu Legi memiliki neptu 14 karena Sabtu bernilai 9 dan Legi bernilai 5.

Contoh Menghitung Naga Dina Sabtu Legi

Setelah memperoleh angka 14, perhitungan dimulai dari arah timur atau wetan. Arah tersebut kemudian dihitung berurutan ke selatan, barat, dan utara.

Karena angka 14 jatuh pada arah selatan, maka menurut petungan Jawa, naga dina untuk Sabtu Legi berada di arah selatan. Arah tersebut kemudian disebut sebagai tempat kekuatan atau jayane dina.

Dalam kepercayaan tradisional, informasi ini dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika seseorang hendak mencari rezeki atau melakukan aktivitas tertentu.

Namun, perhitungan naga dina merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak terdapat dasar ilmiah yang membuktikan bahwa arah tertentu secara objektif menentukan keberhasilan seseorang.

Cara Menghitung Patine Dina

Selain naga dina, terdapat pula patine dina. Dalam tradisi yang dijelaskan, patine dina dimaknai sebagai “matinya hari” atau arah yang dianggap kurang baik untuk kegiatan tertentu.

Perhitungannya berbeda. Untuk Sabtu Legi, angka neptu 14 terlebih dahulu digunakan untuk menghitung dari hari Sabtu. Setelah 14 hitungan, hasilnya kembali pada Sabtu.

Selanjutnya, pasaran Legi juga dihitung sebanyak 14 hitungan. Hasilnya jatuh pada Kliwon. Dengan demikian, patine dina Sabtu Legi adalah Sabtu Kliwon.

Neptu Sabtu Kliwon kemudian dihitung kembali, yakni Sabtu 9 ditambah Kliwon 8 sehingga menghasilkan angka 17.

Angka 17 selanjutnya dihitung dari arah timur, selatan, barat, dan utara. Hasil perhitungan tersebut jatuh pada arah timur. Dalam petungan Jawa, arah timur inilah yang disebut sebagai patine dina untuk Sabtu Legi.

Dipakai sebagai Pertimbangan dalam Hajat Besar

Menurut kepercayaan tradisional tersebut, patine dina menjadi arah yang dihindari ketika seseorang hendak melakukan kegiatan besar, seperti pindah rumah, mengarak pengantin, berdagang, atau bepergian untuk mencari rezeki.

Sementara itu, arah naga dina dianggap sebagai arah yang memiliki kekuatan atau jayane dina. Bagi masyarakat yang masih memegang petungan Jawa, kedua perhitungan ini dapat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum menentukan langkah.

Pada akhirnya, naga dina dan patine dina merupakan warisan pengetahuan tradisional yang berkaitan dengan sistem weton dan petungan Jawa. Penggunaannya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat, bukan sebagai kepastian mengenai keberhasilan atau kegagalan suatu kegiatan.

Baca Juga: Cara Ruwat Rumah Menurut Tradisi Jawa, Ada Air, Api hingga Doa

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
Neptu petungan Jawa Weton jawa naga dina patine dina