TRENGGALEK NJENGGELEK- Arah rezeki menurut petungan Jawa kembali menjadi pembahasan dalam tradisi perhitungan masyarakat Jawa. Dalam sebuah penjelasan yang merujuk pada isi kitab primbon, hari Senin disebut memiliki satu arah tujuan ketika seseorang hendak mencari berbagai keperluan. Arah tersebut adalah selatan, yang dalam kepercayaan tradisional disebut berkaitan dengan peluang memperoleh rezeki, pekerjaan, jodoh, sandang, pangan, hingga kebutuhan lainnya.
Petungan Jawa merupakan bagian dari warisan budaya yang menggunakan perhitungan tertentu untuk menentukan berbagai keperluan dalam kehidupan. Salah satunya adalah menentukan arah perjalanan berdasarkan hari yang sedang dijalani. Setiap hari dipercaya memiliki petunjuk arah yang berbeda.
Baca Juga: Cara Ruwat Rumah Menurut Tradisi Jawa, Ada Air, Api hingga Doa
Hari Senin Disebut Mengarah ke Selatan
Dalam penjelasan video, pembahasan tersebut mengambil salah satu bagian dari kitab yang menyebut tujuan perjalanan pada hari tertentu. Jika seseorang hendak melakukan perjalanan untuk suatu keperluan dan kebetulan hari yang dipilih adalah Senin, arah yang disebut dalam petungan tersebut adalah selatan.
Arah selatan bahkan disebut sebagai satu-satunya arah yang digunakan dalam perhitungan tersebut. Dengan kata lain, orang yang mengikuti petungan ini diarahkan untuk memilih selatan ketika hendak mencari sesuatu pada hari Senin.
Keperluan yang dimaksud tidak terbatas pada satu tujuan. Dalam penjelasan tersebut, perjalanan dapat dilakukan untuk mencari rezeki, pekerjaan, jodoh, sandang, pangan, maupun barang yang hendak dibeli atau digunakan untuk kebutuhan tertentu.
Rezeki, Pekerjaan hingga Jodoh
Petungan Jawa dalam penjelasan tersebut memberikan makna yang cukup luas terhadap arah selatan. Arah itu dipercaya menjadi tempat yang memungkinkan seseorang menemukan apa yang sedang dicari.
Jika seseorang sedang mencari pekerjaan, misalnya, arah selatan dapat dijadikan pertimbangan perjalanan. Hal yang sama berlaku bagi orang yang sedang mencari peluang rezeki, kebutuhan sehari-hari, maupun jodoh.
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana arah dalam tradisi petungan Jawa tidak hanya dipahami secara geografis. Arah juga memiliki makna simbolis yang dikaitkan dengan harapan seseorang untuk memperoleh sesuatu.
Meski demikian, petungan tersebut tidak menjelaskan bahwa setiap orang pasti mendapatkan rezeki atau pekerjaan setelah bepergian ke selatan. Keyakinan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa.
Bagian dari Tradisi Petungan Jawa
Petungan mengenai arah perjalanan biasanya menjadi salah satu bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam praktiknya, masyarakat dapat memiliki versi perhitungan yang berbeda bergantung pada kitab atau sumber yang digunakan.
Karena itu, informasi mengenai arah selatan pada hari Senin sebaiknya dipahami berdasarkan sumber yang dibahas dalam video tersebut, bukan sebagai aturan tunggal yang berlaku untuk seluruh tradisi Jawa.
Petungan Jawa juga berbeda dengan metode ilmiah. Tidak terdapat dasar ilmiah yang dapat memastikan bahwa arah tertentu akan secara langsung mendatangkan rezeki, pekerjaan, atau jodoh. Hasil yang diperoleh seseorang tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor nyata, seperti usaha, kesempatan, kemampuan, kondisi ekonomi, dan keputusan pribadi.
Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa, petungan dapat menjadi bagian dari warisan budaya dan pertimbangan simbolis sebelum melakukan perjalanan. Sementara itu, masyarakat lainnya dapat melihatnya sebagai pengetahuan mengenai cara leluhur memberikan makna terhadap waktu dan arah.
Dengan demikian, arah rezeki menurut petungan Jawa untuk hari Senin dalam sumber tersebut mengarah ke selatan. Arah itu dipercaya berkaitan dengan berbagai keperluan, mulai dari rezeki, pekerjaan, jodoh, hingga sandang dan pangan.
Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa
Editor : Cholifatun NisakSumber : pinterest