Hitungan Jawa untuk Menanam, Begini Cara Menentukan Hari Tanam Berdasarkan Neptu

Cholifatun Nisak • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:28 WIB
Hitungan Jawa untuk menanam menggunakan neptu hari dan pasaran untuk menentukan kategori Woh, Oyot, Godong, atau Wit.
Hitungan Jawa untuk menanam menggunakan neptu hari dan pasaran untuk menentukan kategori Woh, Oyot, Godong, atau Wit.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Hitungan Jawa untuk menanam menjadi salah satu tradisi petungan yang digunakan untuk menentukan jenis tanaman berdasarkan gabungan nilai hari dan pasaran. Dalam tradisi ini, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu yang kemudian dijumlahkan untuk menentukan kategori Woh, Oyot, Godong, atau Wit. Masing-masing kategori dikaitkan dengan bagian tanaman yang akan dipanen.

Perhitungan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam praktiknya, hitungan Jawa untuk menanam tidak menjadi patokan ilmiah mengenai keberhasilan panen, melainkan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pengetahuan dan budaya masyarakat Jawa.

Mengenal Neptu Hari dan Pasaran

Dalam penjelasan mengenai petungan Jawa, setiap hari dalam sepekan memiliki nilai tertentu. Minggu atau Ahad memiliki neptu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, lima hari pasaran Jawa juga memiliki nilai masing-masing. Pon bernilai 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, sedangkan Pahing memiliki nilai paling tinggi, yaitu 9.

Nilai hari dan pasaran tersebut kemudian dijumlahkan. Hasil penjumlahannya digunakan untuk menentukan kategori tanaman yang dianggap sesuai dengan hari penanaman.

Empat Kategori dalam Hitungan Hari Tanam

Dalam tabel petungan yang dijelaskan, hasil penjumlahan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Woh, Oyot, Godong, dan Wit.

Woh berarti buah. Angka yang masuk kategori ini adalah 8, 12, dan 16. Kategori tersebut digunakan untuk tanaman yang bagian buah atau hasilnya berada pada bagian atas tanaman, seperti padi, tomat, cabai, rambutan, hingga durian.

Selanjutnya, Oyot berarti akar. Angka yang termasuk kategori ini adalah 9, 13, dan 17. Hitungan tersebut digunakan untuk tanaman yang hasil panennya berada di bagian akar atau umbi, seperti singkong, ubi, dan kentang.

Kemudian ada Godong, yang berarti daun. Angka yang masuk dalam kelompok ini adalah 7, 11, dan 15. Kategori tersebut dikaitkan dengan tanaman yang dipanen bagian daunnya, seperti bayam, sawi, dan berbagai jenis sayuran daun.

Sementara itu, Wit berarti pohon atau batang. Angka yang masuk dalam kelompok ini adalah 10, 14, dan 18. Hitungan tersebut digunakan untuk tanaman yang hasil utamanya berkaitan dengan bagian pohon atau batang.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa

Contoh Cara Menghitung Hari Tanam

Cara menggunakan hitungan tersebut cukup sederhana. Misalnya seseorang akan menanam pada Minggu Pon. Nilai Minggu adalah 5, sedangkan Pon memiliki nilai 7.

Keduanya kemudian dijumlahkan menjadi 12. Angka 12 masuk kategori Woh, sehingga menurut petungan Jawa hari tersebut dikaitkan dengan penanaman tanaman yang dipanen bagian buahnya.

Contoh lainnya adalah Minggu Wage. Nilai Minggu 5 ditambah Wage 4 menghasilkan angka 9. Angka tersebut masuk kategori Oyot, sehingga dikaitkan dengan tanaman yang dipanen bagian akar atau umbinya.

Untuk Senin Pon, nilai Senin 4 ditambah Pon 7 menghasilkan 11. Angka 11 masuk kategori Godong, sehingga secara tradisional dikaitkan dengan penanaman sayuran atau tanaman yang dipanen bagian daunnya.

Hitungan Jawa sebagai Warisan Budaya

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa hitungan Jawa untuk menanam memiliki pola sederhana, yaitu nilai hari ditambah nilai pasaran, kemudian hasilnya dicocokkan dengan kategori tanaman.

Namun, hitungan tersebut merupakan bagian dari tradisi atau petungan Jawa. Keberhasilan tanaman tetap dipengaruhi faktor nyata seperti kualitas benih, kondisi tanah, air, cuaca, pemupukan, hama, serta teknik budidaya.

Karena itu, petungan dapat dipahami sebagai pengetahuan budaya yang menarik untuk dipelajari, sementara keputusan bercocok tanam tetap dapat mempertimbangkan kondisi pertanian secara nyata dan ilmiah.

Baca Juga: Naga Dina dan Patine Dina Menurut Petungan Jawa, Begini Cara Menghitungnya

Editor : Cholifatun Nisak
Sumber : pinterest
neptu Jawa petungan Jawa hitungan Jawa untuk menanam hari tanam Jawa Tradisi Jawa