Trenggaleknjenggelek - Belakangan ini komunitas VTuber, khususnya penggemar Hololive Indonesia (HoloID).
Diramaikan oleh perbincangan hangat seputar pameran Hololive di Miami, Amerika Serikat. Pameran tersebut menampilkan deretan merchandise eksklusif.
Seperti action figure, standee, dan logo resmi dari cabang Hololive Jepang (JP) serta Hololive English (EN).
Namun, satu hal yang mencolok adalah tidaknya terlihat satu pun perwakilan dari HoloID.
Tidak ada figure, logo, atau elemen visual yang menandakan eksistensi cabang Indonesia dalam acara besar itu.
Baca Juga: Neuro-sama sang VTuber dengan Kecerdasan Buatan: Apakah AI Akan Menggantikan Peran VTuber?
Fans Bertanya: Di Mana HoloID?
Keputusan ini sontak memicu respons dari para fans, terutama mereka yang selama ini mendukung kiprah para talent HoloID seperti Kobo Kanaeru, Kaela Kovalskia, dan Zeta Vestia.
Pasalnya, meski berasal dari wilayah Asia Tenggara, popularitas HoloID tidak bisa dianggap remeh. Kobo misalnya, memiliki lebih dari 2,7 juta subscriber YouTube dan dikenal luas bahkan di luar Indonesia.
Para penggemar mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, Reddit, hingga forum diskusi VTuber internasional.
Banyak yang menyebut ini sebagai bentuk “pengabaian” terhadap HoloID, bahkan tak sedikit yang menyebut mereka “dianaktirikan”.
Penjelasan Sederhana: Urusan Bisnis
Di balik semua kekecewaan, ternyata ada alasan bisnis yang cukup masuk akal. Produsen action figure seperti Good Smile Company hanya akan memproduksi figur dari talent yang memiliki potensi pasar kuat dan data penjualan yang mendukung.
Jika demand tidak terlihat signifikan, maka produksi akan cenderung fokus ke karakter dari cabang JP dan EN yang lebih besar secara global.
Seorang pengguna Reddit berkomentar “Same reason why some members have more figures and variations of figures/plushies than others. They sell, and Cover has the stats to prove it. It's a shame, but it's business.”
Artinya, ini bukan sekadar masalah sentimen, tapi juga strategi bisnis berbasis data.
Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Debut Amagai Ruka: Babak Baru untuk Vtuber Indie dari Weather Planet
HoloID Tetap Berkarya
Meski absen di pameran fisik, HoloID tetap aktif dan berkembang. Mereka telah mengadakan sejumlah acara besar seperti 3D Live Gebyar Hololive Indonesia hingga turnamen holoID Cup 2024. Karya dan kolaborasi dengan brand lokal juga terus berjalan.
Selain itu, Hololive sendiri tengah memperluas pasar Asia Tenggara lewat berbagai proyek kreatif yang melibatkan talenta HoloID.
Jadi, bisa jadi ini hanya soal waktu dan strategi yang belum sampai pada produksi merchandise massal di pasar internasional.
Kalau kamu penggemar HoloID dan ingin mereka lebih dikenal secara global, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah aktif memberikan dukungan secara langsung.
Misalnya dengan mengisi formulir permintaan di situs Good Smile Company, atau terus berpartisipasi dalam campaign dan pembelian digital resmi.
Ketidakhadiran HoloID dalam pameran Hololive Miami bukan akhir segalanya. Meski saat ini terkesan kurang representatif, bukan berarti mereka tidak diperhitungkan.
Justru di sinilah pentingnya dukungan komunitas agar HoloID makin bersinar dan diakui dalam skala global. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom