Trenggaleknjenggelek - Setiap orang tentu ingin menjalani hidup yang penuh ketenangan dan kebahagiaan.
Namun, jalan menuju hidup tenteram dan bahagia tidaklah sekadar tentang pencapaian materi atau status sosial.
Dalam buku Alang Alang Kumitir: Javanese Manuscript, ada empat sifat dan perbuatan utama yang diyakini dapat membawa seseorang menuju ketenteraman batin dan kehidupan yang rahayu.
Baca Juga: 11 Jenis Tembang Macapat Jadi Perlambang Perjalanan Hidup Manusia, Berikut Ulasannya
1. Menunaikan Kewajiban dalam Batas Hak dan Wewenang
Kehidupan akan terasa lebih seimbang jika kita menyadari tanggung jawab pribadi, dan tidak melampaui batas yang bukan menjadi hak kita. Seperti disebutkan:
“Tiyang punika manawi kepingin gesangipun saged tentrem lan rahayu, prayoginipun samya anggadhahi sesipatan lan pandamel patang prakara…”
Dengan kata lain, langkah pertama untuk mencapai ketenteraman adalah menjalankan kewajiban hidup dan memahami batas-batas tanggung jawab.
2. Keikhlasan Hati Meluaskan Pandangan Hidup
Seseorang yang memiliki hati yang ikhlas akan lebih mudah melihat kehidupan dengan jernih.
Keikhlasan ini membuat batin tidak sempit oleh prasangka atau rasa iri, justru menjadi sumber kekuatan dalam berpikir positif.
“Tumemening ati nyebabaken keplasing wawasan dados jembar lan padhang ngegla.”
Pandangan yang jembar dan pikiran yang terang akan membuka ruang untuk menyikapi hidup dengan bijak dan terbuka.
3. Kedermawanan dan Amal Tanpa Pamrih
Berbuat baik kepada sesama tanpa mengharapkan imbalan adalah fondasi kehidupan sosial yang kuat.
Kedermawanan tidak hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk waktu, perhatian, dan empati.
“Enthengan nindhakaken amal, dedana dhateng sesami tumitah anebihi saking suprih pamrih pribadi.”
Lebih lanjut, tindakan baik itu harus dilandasi keyakinan bahwa semua perbuatan akan diketahui oleh Tuhan, betapapun tersembunyinya.
“Nadyan disingid-singidaken kados punapa kemawon tamtu kadenangan dening Gusti Kang Maha Ngawuningani.”
4. Belas Kasih dan Kemampuan Memaafkan
Hidup tenteram tidak bisa dipisahkan dari kemampuan untuk memaafkan dan mencintai tanpa syarat. Welas asih adalah ekspresi tertinggi dari kebijaksanaan dan kematangan emosional.
“Welas asih. Sesipatan punika manjing ing alusing bebuden linambaran raos tresna lan remen ngaling-alingi cacading sanes.”
Mereka yang welas asih tidak terpaku pada kesalahan orang lain, namun memilih untuk memberi ruang bagi perubahan dan kebaikan.
Merawat Keseimbangan Batin Menuju Hidup Rahayu
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, pesan dari kearifan Jawa ini mengajak kita untuk kembali pada prinsip dasar, jalani hidup dengan tanggung jawab, hati yang ikhlas, niat yang tulus, dan kasih yang tulus.
Bila keempat sifat ini diamalkan, maka hidup tenteram dan bahagia bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang tumbuh dari dalam diri. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom