Trenggaleknjenggelek- Selama ini kita mungkin membayangkan percakapan hanya terjadi antara manusia, atau paling jauh suara-suara dari hewan. Namun, tahukah kamu bahwa tumbuhan juga bisa saling berkomunikasi—meski tanpa mulut, suara, atau bahasa seperti kita?
Meskipun terlihat diam, tumbuhan memiliki cara unik untuk berbagi informasi. Mereka bisa memberi peringatan, saling berbagi nutrisi, hingga merespons ancaman di lingkungan sekitar. Ilmuwan menyebut komunikasi ini sebagai salah satu sistem alami paling canggih di bumi.
Bagaimana Tumbuhan Berkomunikasi?
1. Melalui Sinyal Kimia di Udara
Saat diserang hama, tumbuhan melepaskan senyawa kimia volatil yang dapat “dicium” oleh tanaman lain di sekitarnya. Misalnya, pohon akasia di Afrika akan memproduksi zat tanin saat daunnya digigit jerapah. Pohon lain yang mencium sinyal tersebut akan ikut memproduksi tanin, bahkan sebelum diserang.
2. Lewat Akar dan Jaringan Tanah
Tumbuhan terhubung melalui jaringan jamur mikoriza, yang dijuluki “Wood Wide Web”. Melalui jaringan ini, mereka bisa mengirim nutrisi, memberi peringatan, atau berbagi informasi jika ada ancaman.
3. Menggunakan Sentuhan
Tanaman merambat bisa merasakan keberadaan objek atau tanaman lain di sekitarnya, lalu tumbuh mendekat dan melilitnya.
4. Menghasilkan Getaran atau Suara
Penelitian terbaru menemukan akar tumbuhan memproduksi suara berfrekuensi sangat rendah (infrasonik). Akar tanaman lain mampu mendeteksi suara ini, membuka kemungkinan adanya “bahasa rahasia” antarakar.
Untuk Apa Tumbuhan Berkomunikasi?
Tujuannya antara lain:
Melindungi diri dari hama dan penyakit
Berbagi nutrisi dengan tanaman yang lemah atau muda
Mengatur jarak tumbuh
Beradaptasi dengan perubahan lingkungan
Contoh unik: pohon tua bisa “mengasuh” bibit muda dengan mengirimkan nutrisi melalui akar, sementara tanaman tomat yang menerima sinyal stres dari tanaman lain akan memperkuat pertahanannya meski belum diserang. (Jaz)
Editor : Zaki Jazai