Trenggaleknjenggelek – Paus orca (Orcinus orca), yang kerap dijuluki killer whale, selama ini dianggap berbahaya bagi manusia. Namun, catatan ilmiah menunjukkan tidak pernah ada laporan paus orca di alam liar yang memangsa manusia secara sengaja.
Julukan “killer whale” sendiri muncul dari kesalahpahaman sejarah. Menurut literatur kelautan, sebutan itu berasal dari terjemahan para pelaut Spanyol abad ke-18 yang menyebut orca sebagai whale killer karena sering terlihat memburu paus besar. Seiring waktu, istilah tersebut berubah dan menimbulkan kesan bahwa orca membunuh manusia.
Hingga kini, penelitian yang dihimpun lembaga kelautan internasional menyimpulkan interaksi orca dengan manusia di laut bebas cenderung damai.
“Orca adalah hewan cerdas yang mampu membedakan manusia dari mangsanya. Tidak ada bukti mereka secara alami menganggap manusia sebagai makanan,” jelas Dr. Ratri Anggoro, peneliti mamalia laut dari LIPI.
Paus orca hidup berkelompok dalam formasi keluarga yang disebut pod, memiliki sistem komunikasi suara yang kompleks, dan strategi berburu terkoordinasi. Mangsa utama mereka meliputi ikan, cumi-cumi, dan mamalia laut seperti anjing laut.
Sejumlah kasus serangan terhadap pelatih memang pernah terjadi, namun hanya di fasilitas penangkaran. Para ahli menjelaskan, insiden itu lebih disebabkan oleh stres, kebosanan, atau terbatasnya ruang gerak, bukan perilaku alami.
Di beberapa wilayah seperti Norwegia, Kanada, dan Selandia Baru, orca bahkan kerap membantu nelayan menggiring ikan ke jaring. Fenomena ini menunjukkan adanya potensi hubungan saling menguntungkan antara manusia dan orca.
Sebagai predator puncak, orca berperan menjaga keseimbangan populasi laut. Penurunan jumlah mereka dapat memicu ketidakseimbangan ekosistem, yang pada akhirnya berdampak pada rantai makanan hingga kegiatan perikanan.
Dengan pemahaman yang benar, para peneliti berharap stigma negatif terhadap paus orca dapat berkurang. “Melindungi orca berarti juga melindungi ekosistem laut. Mereka adalah indikator kesehatan lautan,” tambah Dr. Ratri.(jaz)
Editor : Zaki Jazai