Trenggaleknjenggelek - Pernah dengar pepatah, “Data is the new oil”? Di era digital, data bukan lagi sekadar angka di Excel, tapi jadi bahan bakar utama penggerak bisnis.
Perusahaan besar maupun startup kini menggunakan data analytics untuk memutuskan langkah strategis: mulai dari produk apa yang harus diluncurkan, harga yang pas, sampai cara terbaik melayani pelanggan.
Tanpa data analytics, keputusan bisnis berisiko jadi spekulasi. Dengan data analytics, semua lebih terukur, minim “feeling-based decision”, dan tentu saja lebih kompetitif.
Bergerak ke Arah Data-Driven
Data analytics bukan tren sesaat. Saat ini, hampir semua industri membutuhkannya:
- E-commerce memanfaatkan analisis data untuk memprediksi produk paling laris.
- Perbankan menggunakannya untuk mendeteksi fraud.
- Kesehatan memakai data analytics untuk prediksi penyakit dan personalisasi pengobatan.
- Bahkan olahraga pun mengandalkan data analytics untuk menentukan strategi permainan.
Tidak heran, permintaan tenaga kerja dengan skill data analytics terus meningkat tajam.
Menurut laporan LinkedIn, data analyst dan data scientist konsisten masuk daftar pekerjaan paling dicari dalam lima tahun terakhir.
Lebih Luas dari yang Dibayangkan
Belajar data analytics tidak hanya membuka pintu ke profesi “analyst” semata. Skill ini relevan untuk banyak bidang:
- Marketing analyst,
- Business intelligence,
- Product manager,
- Sampai entrepreneur yang ingin bisnisnya tumbuh lebih cepat.
Artinya, data analytics bukan hanya skill teknis, tapi soft skill strategis. Dengan menguasainya, peluang kariermu bisa lebih luas dan fleksibel.
Jangan Tunggu Ketinggalan
Di era digital, data analytics bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Siapa pun yang ingin relevan di dunia kerja harus paham cara membaca, mengolah, dan menarik insight dari data.
Tidak perlu jadi ilmuwan roket, cukup kuasai prinsip-prinsipnya, pelajari tools dasar, dan aplikasikan pada bidangmu.
Kalau kata pepatah Jawa, “Witing tresna jalaran saka kulina”. Begitu juga dengan data analytics, semakin sering dipakai, semakin terasa manfaatnya. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom