TRENGGALEK– Tidak hanya indah dan harum, bunga mawar juga memiliki makna yang dalam di setiap kelopak dan warnanya. Masyarakat Trenggalek tentu sudah tidak asing dengan mawar merah yang kerap dijadikan simbol cinta tulus, mawar putih yang memberi kesan tenang dan damai, mawar merah muda sebagai lambang kekaguman, hingga mawar kuning yang melambangkan kehangatan.
Bunga mawar sejak dahulu dianggap mewah berkat aromanya yang memikat. Hampir di seluruh dunia, termaduk di Trenggalek, mawar dijadikan bunga istimewa untuk hiasan yang mempercantik ruangan.
Namun di balik kemewahan dan wanginya, ada banyak fakta unik yang perlu diketahui warga Trenggalek tentang bunga ini yang jarang diketahui.
1. Spesies Tertua
Bunga mawar merupakan salah satu spesies tertua di kelas bunga. Dipercaya sudah ada sejak 35 juta tahun lalu, ilmuwan menemukan fosil mawar di lapisan bumi dari zaman Eosen.
2. Spesies Terbanyak
Mawar tercatat memiliki sekitar 300 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Banyaknya jenis membuat mawar dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti mawar liar (wild roses), mawar taman kuno (old garden roses), dan mawar modern (modern roses).
3. Panjang Umur
Usia tanaman mawar ternyata bisa sangat panjang. Di Jerman, terdapat pohon mawar berusia ratusan tahun yang dipelihara dengan baik di Katedral Hildesheim.
Pohon yang dijuluki Thousand-year Rose ini masih berbunga meskipun sudah tua, bahkan mampu bertahan dari berbagai perubahan iklim dan zaman.
4. Masuk dalam Tanaman Obat
Mawar termasuk tanaman obat atau toga. Minyak esensial dari mawar bermanfaat untuk kesehatan kulit karena bersifat menenangkan, antiinflamasi, dan antiperadangan.
Air mawar juga dapat membantu mengatasi kulit terbakar akibat paparan sinar matahari, sekaligus mengandung antioksidan alami.
5. Bunga Nasional Bulgaria
Bulgaria menjadikan mawar sebagai bunga nasional dan dikenal sebagai penghasil mawar terbaik di dunia. Negara ini mendapat julukan Negeri Kuntum Mawar. Bunga mawar Bulgaria tidak hanya indah, tetapi juga beraroma sangat wangi.
Minyak esensial dari bunga ini menjadi komoditas ekspor andalan, dengan produksi sekitar 2 ton setiap tahun, dan 95 persen di antaranya diekspor. Festival bunga mawar rutin digelar setiap akhir Mei di Rose Valley sebagai tanda panen akbar.
6. Mawar sebagai Bunga Ritual
Sejak zaman kuno, mawar erat kaitannya dengan mitologi Yunani dan Romawi, terutama dengan Dewi Afrodit dan Dewi Venus, sehingga menjadi bunga wajib dalam ritual tertentu.
Di Indonesia, mawar juga sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual tradisional.
Bunga mawar memang lebih dari sekadar hiasan atau hadiah. Keindahan, aroma, dan maknanya membuat mawar menjadi bunga yang istimewa di hati banyak orang, termasuk warga Trenggalek yang kerap menanamnya di halaman rumah sebagai simbol keindahan dan cinta. (fri)
Editor : Didin Cahya Firmansyah