Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bisa Jadi Referensi Warga Trenggalek, Berikut 10 Jenis Sambal Nusantara yang Melegenda dan Bikin Pelengkap Makan Tambah Variasi

Eka Putri Wahyuni • Jumat, 12 September 2025 | 03:45 WIB
Orang sering hanya tahu sambal terasi, padahal Nusantara menyimpan puluhan jenis sambal legendaris. Itu bisa jadi referensi warga Trenggalek.
Orang sering hanya tahu sambal terasi, padahal Nusantara menyimpan puluhan jenis sambal legendaris. Itu bisa jadi referensi warga Trenggalek.

 

TRENGGALEK – Bagi orang Indonesia termasuk Trenggalek, makan tanpa sambal rasanya seperti sayur tanpa garam.

Sambal di Trenggalek bukan sekadar pelengkap, tapi sudah menjadi jiwa dalam setiap hidangan.

Pedasnya bikin nagih, aromanya menggugah selera, dan tiap daerah termasuk di Trenggalek.

Di Nusantara punya sambal khas dengan cita rasa uniknya masing-masing.

Inilah 10 jenis sambal Nusantara yang wajib kamu coba setidaknya sekali seumur hidup!

 

Sambal Terasi
Sambal Terasi

1. Sambal Terasi

Sambal terasi bisa dibilang rajanya sambal di Indonesia. Terbuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan tentu saja terasi yang dibakar atau digoreng terlebih dahulu agar lebih harum.

Perpaduan pedas dan gurih dengan aroma khas udang fermentasi bikin sambal ini cocok jadi pasangan lalapan, ayam goreng, atau ikan asin.

Tidak heran kalau sambal terasi selalu jadi favorit keluarga.

 

Sambal Matah
Sambal Matah

2. Sambal Matah 

Berbeda dengan sambal terasi sambal matah memiliki ciri khas lebih segar. Sambal khas Bali ini tidak dimasak, hanya diracik dari cabai rawit, bawang merah, serai, jeruk limo, daun jeruk, dan minyak kelapa panas.

Rasanya pedas, segar, dan harum wangi sereh. Biasanya disajikan bersama ayam betutu, sate lilit, atau ikan bakar. Bagi pecinta makanan segar, sambal matah wajib dicoba. 

 

Sambal Bajak
Sambal Bajak

3. Sambal Bajak

Berbeda dari sambal biasa, sambal bajak dimasak dengan cara ditumis menggunakan minyak kelapa atau minyak sayur.

Proses penumisan ini membuat sambal lebih tahan lama sekaligus memperkaya rasanya.

Perpaduan pedas, gurih, manis, dan sedikit asam menjadikan sambal bajak begitu khas. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, tempe goreng, atau lauk sederhana.

Tak heran, sambal bajak kerap dibuat dalam jumlah banyak sekaligus karena bisa bertahan hingga beberapa hari.

 

Ilustrasi Sambal Dabu-Dabu
Ilustrasi Sambal Dabu-Dabu

4. Sambal Dabu-Dabu

Sambal segar khas Manado ini sekilas mirip sambal matah, tetapi memiliki ciri khas tersendiri.

Terbuat dari tomat segar, cabai rawit, bawang merah, daun kemangi, dan siraman air jeruk nipis, sambal dabu-dabu menghadirkan rasa pedas yang berpadu dengan sensasi segar dan sedikit asam.

Biasanya disajikan sebagai pendamping ikan bakar khas Manado.

Perpaduan aroma jeruk nipis yang harum dan rasa segarnya mampu membangkitkan selera makan berkali-kali lipat.

 

Ilustrasi Sambal Pecel
Ilustrasi Sambal Pecel

5. Sambal Pecel

Berbeda dari sambal cabai pada umumnya, sambal pecel berbahan dasar kacang tanah yang digoreng lalu ditumbuk bersama cabai, bawang, kencur, dan gula merah.

Perpaduannya menghasilkan rasa pedas, gurih, sekaligus manis yang khas. Biasanya disiram di atas sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, dan kecambah, lalu disantap bersama nasi atau lontong.

Tak hanya populer di Jawa Timur, sambal pecel bahkan sudah terkenal hingga ke luar daerah karena cita rasanya yang nikmat.

 

Ilustrasi Sambal Ijo
Ilustrasi Sambal Ijo

6. Sambal Ijo

Makan nasi Padang rasanya kurang lengkap tanpa sambal ijo.

Sambal khas Minangkabau ini dibuat dari cabai hijau besar, tomat hijau, bawang, dan disiram minyak panas.

Rasanya tidak terlalu pedas, lebih condong gurih dan segar, sehingga cocok dipadukan dengan ayam pop, rendang, atau ikan goreng.

Tak heran jika sambal ijo selalu jadi incaran utama pelanggan rumah makan Padang.

Sambal Roa
Sambal Roa

7. Sambal Roa

Sambal roa punya keunikan tersendiri karena menggunakan ikan roa, yaitu ikan asap khas Manado.

Daging ikan ini dihaluskan lalu dicampur dengan cabai, bawang, dan minyak, menghasilkan rasa pedas, gurih, dengan aroma asap yang khas.

Sambal roa paling pas disantap bersama bubur Manado atau nasi putih hangat. Karena kelezatannya, sambal ini sering dijadikan oleh-oleh khas Sulawesi Utara.

 

Sambal Andaliman
Sambal Andaliman

8. Sambal Andaliman

Sambal khas masyarakat Batak ini menggunakan cabai rawit, bawang, tomat, dan bumbu unik bernama andaliman.

Rempah khas Sumatera Utara tersebut memberikan sensasi getir dan sedikit kebas di lidah.

Rasa pedasnya terasa segar dan eksotis, sangat cocok disajikan bersama ikan arsik atau daging panggang khas Batak.

Sensasi pedas sambal andaliman begitu berbeda sehingga sulit dilupakan.

 

Sambal Tempoyak
Sambal Tempoyak

9. Sambal Tempoyak

Bagi pecinta durian, sambal tempoyak adalah pilihan yang menarik. Sambal ini dibuat dari cabai yang dicampur dengan tempoyak, yakni durian yang difermentasi.

Rasanya pedas, asam, dan beraroma khas durian yang kuat.

Cocok dipadukan dengan ikan sungai atau lauk khas Melayu. Sambal tempoyak memang unik, tidak semua orang langsung menyukainya, tetapi sekali terbiasa, dijamin bikin ketagihan.

 

Sambal Kecap
Sambal Kecap

10. Sambal Kecap 

Meski sederhana, sambal kecap punya tempat tersendiri di hati pecinta kuliner.

Terbuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat, dan kecap manis, sambal ini menghadirkan rasa pedas manis yang pas di lidah.

Biasanya menemani sate, ikan bakar, atau gorengan. Justru karena kesederhanaannya, sambal kecap tak pernah lekang oleh waktu dan selalu jadi favorit.

Dari Sabang sampai Merauke, sambal hadir dalam berbagai bentuk dan rasa yang mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara.

Setiap daerah punya sambal khas dengan bumbu, aroma, dan sensasi pedas yang berbeda-beda. Bagi orang Indonesia, sambal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting yang membuat makanan terasa lebih hidup. (*)

BERI PENJELASAN: Ketua Forkot Samsul Arifin saat menyimak penjelasan dari Kepala DPRKP Pamekasan Muharram saat berunjuk rasa, Selasa (9/9).
BERI PENJELASAN: Ketua Forkot Samsul Arifin saat menyimak penjelasan dari Kepala DPRKP Pamekasan Muharram saat berunjuk rasa, Selasa (9/9).
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#sambal bajak #Sambal Terasi #sambal dabu-dabu #sambal nusantara #trenggalek #Sambal Matah