TRENGGALEK - Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia.
Setiap bagian ayam memiliki penggemar tersendiri, mulai dari dada, paha, sayap, hingga brutu ayam atau bagian pantat ayam.
Brutu ayam dikenal memiliki tekstur empuk, gurih, serta kaya lemak sehingga banyak yang menyukainya.
Namun, di balik popularitasnya, terdapat sebuah kepercayaan turun-temurun yang masih sering terdengar hingga kini, yaitu anggapan bahwa makan brutu ayam membuat gampang lupa.
Pernyataan ini biasanya disebutkan oleh orang tua ketika melarang anak-anaknya mengonsumsi brutu ayam.
Lalu, muncul pertanyaan besar: mitos atau fakta makan brutu ayam bikin lupa?
Asal Usul Mitos Brutu Ayam Bikin Lupa
Kepercayaan tentang mitos makan brutu ayam tidak lahir begitu saja.
Ada beberapa alasan yang membuat cerita ini bertahan lama dalam masyarakat, di antaranya:
1. Larangan dari orang tua
Orang tua zaman dahulu sering melarang anaknya mengonsumsi brutu ayam karena dianggap kurang bergizi.
Agar larangan lebih ditaati, muncullah pernyataan bahwa makan brutu dapat membuat pelupa.
2. Asosiasi dengan bentuk dan letak brutu
Brutu ayam terletak di bagian belakang tubuh ayam dan terdiri atas jaringan lemak.
Karena dianggap tidak terlalu bermanfaat bagi tubuh, sebagian masyarakat menghubungkannya dengan efek negatif, termasuk kemampuan daya ingat.
3. Pengaruh budaya dan tradisi lisan
Dalam beberapa budaya, bagian tubuh hewan sering kali dikaitkan dengan sifat tertentu.
Brutu ayam yang identik dengan lemak dan “sisa” dianggap tidak baik, sehingga muncul mitos yang menyertainya.
Fakta Medis Mengenai Brutu Ayam
Secara medis, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa mengonsumsi brutu ayam menyebabkan seseorang mudah lupa.
Fakta makan brutu ayam sebenarnya adalah sebagai berikut:
Tinggi lemak jenuh
Brutu ayam kaya lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi terlalu sering.
Mengandung protein hewani
Meskipun tidak setinggi dada ayam, brutu tetap memiliki kandungan protein yang dibutuhkan tubuh.
Tidak berhubungan dengan fungsi memori
Tidak ada zat dalam brutu ayam yang terbukti mengganggu kinerja otak atau menyebabkan gangguan daya ingat.
Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan apakah makan brutu ayam bisa membuat lupa adalah: tidak benar. Hal itu hanya sebuah mitos tanpa dasar medis.
Bagian Ayam yang Lebih Sehat
Apabila tujuan konsumsi ayam adalah untuk menjaga kesehatan, sebaiknya memilih bagian yang memiliki kandungan gizi lebih baik, antara lain:
Dada ayam tanpa kulit tinggi protein, rendah lemak, baik untuk diet.
Paha ayam tanpa kulit kaya zat besi dan zinc yang penting bagi tubuh.
Hati ayam mengandung vitamin A, namun perlu dibatasi karena kolesterol cukup tinggi.
Sementara itu, brutu ayam aman dikonsumsi sesekali, asalkan tidak berlebihan.
Penyebab Seseorang Mudah Lupa
Kecenderungan untuk pelupa tidak ada kaitannya dengan konsumsi brutu ayam. Ada beberapa faktor medis dan gaya hidup yang memengaruhi daya ingat seseorang, antara lain:
1. Kurang tidur otak tidak memiliki waktu cukup untuk menyimpan memori.
2. Stres berkepanjangan hormon stres dapat mengganggu fungsi otak.
3. Pola makan buruk terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat menurunkan konsentrasi.
4. Kurang aktivitas fisik olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan memperkuat memori.
5. Penyakit tertentu seperti Alzheimer, demensia, atau gangguan saraf lainnya.
Jadi, mitos makanan bikin lupa yang dikaitkan dengan brutu ayam jelas tidak sesuai dengan fakta medis.
Tips Menjaga Daya Ingat Tetap Tajam
Agar daya ingat terjaga dengan baik, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
Mengonsumsi makanan sehat seperti ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah beri.
Menghindari makanan penyebab pelupa seperti junk food, minuman bersoda, atau makanan tinggi gula.
Tidur cukup 7 sampai 8 jam setiap malam.
Melakukan olahraga secara rutin.
Melatih otak dengan membaca, menulis, atau permainan logika. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah