Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah di Balik Popularitas Teh Tarik di Asia Tenggara

Galuh Agista Rachmadyna • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Dua gelas teh tarik hangat dengan busa melimpah di atasnya yang baru dituangkan.
Dua gelas teh tarik hangat dengan busa melimpah di atasnya yang baru dituangkan.

TRENGGALEK – Teh tarik sudah menjadi ikon kuliner di Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Ciri khasnya ada pada busa tebal di permukaan teh, hasil dari proses “menarik” minuman dari satu wadah ke wadah lain.

Sejarah teh tarik bermula pada abad ke-20 ketika imigran India Muslim datang ke Malaya.

Baca Juga: Resep Japanese Souffle Pancake, Lembut dan Mengembang ala Kafe di Rumah!

Mereka membawa budaya minum teh dengan susu kental manis, lalu memodifikasinya dengan cara dituangkan berulang kali untuk menciptakan rasa lebih lembut sekaligus mendinginkan minuman.

Teh tarik menjadi populer karena:

Rasanya Unik: Perpaduan teh hitam pekat dengan susu kental manis menciptakan rasa gurih manis yang khas.

Atraksinya Menarik: Proses menuang teh tinggi-tinggi menjadi hiburan tersendiri.

Baca Juga: Ragam Sambal Trenggalek yang Menambah Selera Makan

Bagian dari Budaya: Minuman ini erat dengan tradisi kedai kopi (kopi tiam) di Asia Tenggara.

Kini, teh tarik hadir dalam berbagai inovasi: teh tarik boba, es krim teh tarik, hingga teh tarik dalam kemasan botol.

Popularitasnya menandakan bahwa tradisi kuliner bisa bertahan, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

 

Nadya Almira saat memberikan klarifikasi dalam podcast Denny Sumargo.
Nadya Almira saat memberikan klarifikasi dalam podcast Denny Sumargo.
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#teh tarik #trenggalek #asia tenggara