TRENGGALEK – Teh tarik sudah menjadi ikon kuliner di Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Ciri khasnya ada pada busa tebal di permukaan teh, hasil dari proses “menarik” minuman dari satu wadah ke wadah lain.
Sejarah teh tarik bermula pada abad ke-20 ketika imigran India Muslim datang ke Malaya.
Baca Juga: Resep Japanese Souffle Pancake, Lembut dan Mengembang ala Kafe di Rumah!
Mereka membawa budaya minum teh dengan susu kental manis, lalu memodifikasinya dengan cara dituangkan berulang kali untuk menciptakan rasa lebih lembut sekaligus mendinginkan minuman.
Teh tarik menjadi populer karena:
Rasanya Unik: Perpaduan teh hitam pekat dengan susu kental manis menciptakan rasa gurih manis yang khas.
Atraksinya Menarik: Proses menuang teh tinggi-tinggi menjadi hiburan tersendiri.
Baca Juga: Ragam Sambal Trenggalek yang Menambah Selera Makan
Bagian dari Budaya: Minuman ini erat dengan tradisi kedai kopi (kopi tiam) di Asia Tenggara.
Kini, teh tarik hadir dalam berbagai inovasi: teh tarik boba, es krim teh tarik, hingga teh tarik dalam kemasan botol.
Popularitasnya menandakan bahwa tradisi kuliner bisa bertahan, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.