Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menulis Tangan vs Mengetik: Studi Ungkap Dampak Besar bagi Fungsi Otak Generasi Z

Eka Putri Wahyuni • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:30 WIB

 

Banyak Gen Z lebih memilih mengetik dibanding menulis tangan, padahal keduanya memberi efek berbeda pada otak.
Banyak Gen Z lebih memilih mengetik dibanding menulis tangan, padahal keduanya memberi efek berbeda pada otak.

 

TRENGGALEK – Perkembangan teknologi digital membuat generasi Z semakin jarang menulis tangan dan lebih terbiasa mengetik di ponsel maupun laptop.

Perubahan kebiasaan ini terlihat sederhana, namun sejumlah penelitian menyebutkan bahwa menulis tangan memiliki manfaat besar bagi fungsi otak yang tidak sepenuhnya tergantikan oleh aktivitas mengetik.

Studi yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology menemukan bahwa menulis tangan mampu meningkatkan konektivitas otak secara signifikan dibandingkan mengetik.

Aktivitas ini melibatkan koordinasi antara otak, saraf, serta motorik halus sehingga membantu daya ingat, pemahaman, dan konsentrasi lebih baik.

Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Tokyo juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang menulis catatan di kertas mampu mengingat informasi lebih lama dibanding yang mengetik di gawai.

Para ahli menilai, jika kebiasaan menulis tangan hilang, generasi muda berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif.

Mengetik memang lebih cepat dan efisien, namun tidak memaksa otak untuk memproses informasi secara mendalam.

Menulis tangan menuntut otak untuk menyaring, merangkum, dan mengekspresikan informasi dengan cara yang lebih personal, sehingga hasilnya berdampak pada memori jangka panjang.

Selain berpengaruh pada fungsi otak, menulis tangan juga memiliki nilai emosional yang tidak tergantikan.

Catatan pribadi, jurnal harian, atau surat tulisan tangan memberikan sentuhan personal dan dapat berfungsi sebagai media terapi emosional yang membantu meredakan stres.

Hilangnya keterampilan ini berarti juga hilangnya sisi sentimental dalam komunikasi yang sebetulnya berharga untuk kesehatan mental.

Meski digitalisasi tidak bisa dihindari, para pakar menyarankan agar generasi Z tetap membiasakan diri menulis tangan dalam kegiatan sehari-hari.

Membuat catatan pelajaran, menulis jurnal, atau sekadar menuliskan ide di kertas bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan otak.

Beberapa penelitian juga menekankan bahwa kombinasi antara menulis manual dan digital merupakan langkah terbaik agar generasi muda tetap adaptif terhadap teknologi sekaligus menjaga keterampilan dasar yang penting.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya menghapus tradisi yang mendukung perkembangan otak dan kreativitas.

Menulis tangan bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan keterampilan kognitif yang terbukti memberi manfaat nyata bagi daya ingat, konsentrasi, dan keseimbangan emosional.

Dengan meluangkan sedikit waktu untuk menulis secara manual, generasi Z dapat meraih manfaat yang lebih luas baik untuk pendidikan maupun kesehatan mental.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Gen Z #menulis #Mengetik #trenggalek