Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenapa orang Indonesia Sering Menunda Pekerjaan?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 02:51 WIB

 

Menunda pekerjaan hanya menambah beban pikiran.
Menunda pekerjaan hanya menambah beban pikiran.

TRENGGALEK - Menunda pekerjaan, atau yang biasa disebut prokrastinasi, adalah fenomena yang sangat umum.

Hampir semua orang pernah mengalaminya, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, hingga pekerja profesional.

Kita tahu bahwa tugas itu penting, kita sadar tenggat waktunya sudah dekat, tapi entah mengapa jari lebih ringan membuka media sosial daripada mulai bekerja.

Akhirnya, pekerjaan menumpuk, dikerjakan terburu-buru, dan hasilnya tidak maksimal.

Namun, benarkah menunda pekerjaan hanyalah tanda kemalasan? Banyak penelitian psikologi justru menunjukkan bahwa prokrastinasi lebih kompleks dari itu.

Ada faktor emosional, mental, hingga lingkungan yang memengaruhi.

Prokrastinasi: Bukan Malas, Tapi Mekanisme Psikologis

Perlu dipahami bahwa prokrastinasi berbeda dengan malas.

Orang malas tidak ingin bekerja sama sekali, sedangkan orang yang menunda pekerjaan sebenarnya ingin, tapi terjebak dalam tarik-menarik antara keinginan menyelesaikan tugas dan dorongan menghindari rasa tidak nyaman.

Contohnya, ketika kita merasa tugas terlalu sulit, otak cenderung mencari aktivitas lain yang lebih menyenangkan, seperti scrolling TikTok atau menonton YouTube.

Hasilnya, pekerjaan ditunda dengan dalih “sebentar lagi mulai”, padahal waktu terus berjalan.

Faktor Penyebab Kita Menunda Pekerjaan

1. Takut Gagal

Banyak orang justru menunda karena takut hasilnya jelek. Mereka berpikir, “Kalau aku belum mulai, aku belum gagal.” Rasa takut ini membuat mereka lebih memilih menunda daripada mencoba.

2. Perfeksionisme

Perfeksionis sering kali merasa harus menunggu momen yang ideal untuk mulai bekerja: waktu, suasana hati, atau inspirasi. Padahal, momen itu jarang datang, sehingga pekerjaan semakin lama ditunda.

3. Kurangnya Motivasi Intrinsik

Tugas yang tidak sesuai minat atau dianggap tidak penting akan terasa berat. Tanpa dorongan dari dalam diri, otak mencari kegiatan lain yang lebih menyenangkan.

4. Distraksi Lingkungan

Notifikasi smartphone, ajakan nongkrong, atau suara bising sering kali jadi alasan pekerjaan tidak kunjung dimulai.

5. Manajemen Waktu yang Lemah

Tidak terbiasa membuat jadwal atau daftar prioritas membuat tugas bercampur, sehingga sulit menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

6. Stres dan Kelelahan Mental

Kadang, prokrastinasi adalah tanda tubuh dan pikiran kita butuh istirahat. Ketika energi menurun, otak menolak memulai tugas berat.

Dampak Buruk Prokrastinasi

  1. Meskipun awalnya terasa menyenangkan, menunda pekerjaan justru membawa dampak negatif jangka panjang.
  2. Meningkatkan Stres
    Deadline yang semakin dekat menambah tekanan. Akhirnya, stres meningkat karena harus mengejar waktu.
  3. Menurunkan Produktivitas
    Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan habis untuk aktivitas lain yang kurang bermanfaat.
  4. Menghasilkan Kualitas Kerja yang Buruk
    Tugas yang dikerjakan terburu-buru sering kali jauh dari maksimal.
  5. Mengganggu Kepercayaan Diri
    Ketika sering menunda, kita merasa tidak disiplin, yang pada akhirnya menurunkan rasa percaya diri.
  6. Merusak Hubungan Profesional
    Dalam dunia kerja, kebiasaan menunda bisa membuat rekan atau atasan meragukan profesionalisme kita. 

Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan

1. Aturan 5 Menit

Jika merasa malas memulai, coba katakan pada diri sendiri: “Aku hanya akan mengerjakannya selama 5 menit.” Biasanya, setelah mulai, kita terdorong untuk melanjutkan.

2. Teknik Pomodoro

Kerjakan tugas selama 25 menit penuh, lalu istirahat 5 menit. Metode ini membantu menjaga fokus tanpa merasa terbebani.

3. Buat To-Do List Harian

Tuliskan daftar tugas sesuai prioritas. Tandai setiap tugas yang sudah selesai untuk memberi rasa pencapaian.

4. Pisahkan Tugas Besar Menjadi Bagian Kecil

Tugas yang terasa terlalu besar sering membuat kita enggan memulai. Pecah menjadi langkah kecil agar lebih mudah dikerjakan.

5. Ciptakan Lingkungan Kondusif

Matikan notifikasi ponsel, rapikan meja, atau pindah ke tempat yang lebih tenang agar minim distraksi.

6. Hadiah untuk Diri Sendiri

Setelah menyelesaikan satu tugas, beri hadiah kecil, seperti menonton video singkat atau makan camilan favorit.

7. Kelola Stres dan Emosi

Sadari bahwa menunda pekerjaan sering kali adalah cara tubuh menghindari ketidaknyamanan. Belajar mengatur emosi, meditasi, atau sekadar berjalan kaki bisa membantu.

8. Belajar Memaafkan Diri

Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Prokrastinasi adalah kebiasaan yang bisa diubah dengan konsistensi, bukan dengan rasa bersalah yang berlebihan.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Produktivitas #trenggalek #Stop Menunda #Motivasi