Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengulik Mitos dan Fakta Tentang Makan Pedas yang Sudah Menjadi Bagian dari Budaya Kuliner Nusantara

Galuh Agista Rachmadyna • Selasa, 7 Oktober 2025 | 03:06 WIB
Semangkuk mie pedas dengan dipadukan kuah merahnya yang terlihat membakar mulut.
Semangkuk mie pedas dengan dipadukan kuah merahnya yang terlihat membakar mulut.

TRENGGALEK – Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa sambal rasanya belum lengkap.

Makanan pedas sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara.

Namun, di balik popularitasnya, banyak beredar mitos seputar makan pedas yang belum tentu benar.

Berikut beberapa mitos dan fakta seputar makanan pedas:

1. Mitos: Makan pedas menyebabkan sakit maag.

Fakta: Cabai tidak selalu menjadi penyebab maag.

Masalah muncul jika perut kosong atau ada riwayat asam lambung tinggi.

Baca Juga: Menu Cemilan Sore: Cilok Bumbu Kacang yang Gurih dan Mengenyangkan

Dalam jumlah wajar, capsaicin (zat pedas pada cabai) justru bisa membantu metabolisme tubuh.

2. Mitos: Makan pedas bikin jerawatan.

Fakta: Belum ada bukti ilmiah kuat bahwa cabai menyebabkan jerawat.

Jerawat lebih sering dipicu oleh hormon, stres, atau kebersihan kulit yang buruk.

3. Mitos: Pedas merusak lidah.

Fakta: Rasa terbakar yang muncul saat makan pedas sebenarnya reaksi sementara dari saraf, bukan kerusakan permanen pada lidah.

Baca Juga: Infused Water: Tren Minuman Sehat yang Mudah Dibuat di Rumah

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa capsaicin juga punya manfaat seperti meningkatkan sirkulasi darah dan membantu pembakaran kalori.

Meski begitu, konsumsi pedas tetap perlu dibatasi agar tidak mengganggu pencernaan.

Jadi, nikmati sensasi pedas sesuai kemampuan tubuh karena yang terpenting bukan seberapa pedasnya, tapi bagaimana menikmatinya dengan bijak.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#makan pedas #dampak #trenggalek