Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bukan Soal Harga, Ada Makna dan Contoh Mahar Sederhana yang Penuh Arti

Friesta Cahya Ramadhani • Selasa, 14 Oktober 2025 | 03:04 WIB
Mahar tak selalu tentang kemewahan, justru kesederhanaan bisa menyimpan makna yang lebih dalam.
Mahar tak selalu tentang kemewahan, justru kesederhanaan bisa menyimpan makna yang lebih dalam.

 

TRENGGALEK – Dalam setiap pernikahan, mahar atau mas kawin menjadi salah satu hal yang sering dibicarakan.

Tak jarang, nilai mahar menjadi sorotan bahkan bahan perbandingan antar pasangan.

Namun, sejatinya mahar bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan bentuk kesungguhan dan niat tulus seorang laki-laki kepada calon istrinya.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap mahar sebagai tolok ukur gengsi.

Padahal, dalam ajaran dan adat di banyak daerah, termasuk di Trenggalek, makna mahar jauh lebih dalam daripada sekadar jumlah atau nilai materi.

1. Makna Sejati di Balik Mahar

Mahar sejatinya merupakan pemberian dari calon suami kepada calon istri sebagai tanda cinta, tanggung jawab, dan keseriusan membangun rumah tangga.

Tidak ada ketentuan bahwa mahar harus mahal atau mewah.

Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan dari pihak laki-laki.

Sebab, nilai mahar tidak diukur dari besar kecilnya jumlah, tetapi dari niat yang menyertainya.

Bahkan, dalam banyak kisah pernikahan sederhana, mahar yang diberikan justru menjadi simbol kehangatan dan ketulusan, bukan kemewahan yang dipaksakan.

2. Mahar Tak Harus Mahal, Asal Bermakna

Mahar yang sederhana bukan berarti tidak berharga.

Banyak pasangan yang memilih mahar sesuai dengan kenangan atau sesuatu yang memiliki nilai emosional tinggi.

Misalnya, mahar berupa Al-Qur’an, sebagai tanda bahwa rumah tangga yang dibangun berlandaskan nilai-nilai agama.

Ada pula yang memilih perhiasan sederhana, sekadar cincin emas kecil namun memiliki arti mendalam.

Bagi sebagian pasangan lain, uang tunai dalam jumlah simbolis seperti Rp1.000.525 bisa menjadi pilihan, melambangkan tanggal pernikahan atau angka yang memiliki makna khusus.

Tak sedikit pula yang menjadikan barang kenangan atau hasil karya sendiri sebagai mahar, seperti lukisan, buku puisi, atau kain tenun hasil buatan tangan.

Hal-hal sederhana seperti ini justru menunjukkan perhatian dan kesungguhan yang tulus.

3. Menghindari Beban Berlebih dalam Pernikahan

Fenomena mahar tinggi sering kali membuat calon pengantin merasa terbebani.

Padahal, pernikahan bukan tentang kemampuan materi semata, melainkan kesiapan mental, emosional, dan spiritual dalam membangun kehidupan bersama.

Di berbagai daerah, mulai muncul kesadaran baru bahwa mahar tidak perlu memberatkan salah satu pihak.

Banyak keluarga kini lebih mengutamakan keberkahan dan kelancaran pernikahan daripada gengsi sosial.

Pernikahan yang sederhana dengan mahar yang wajar sering kali justru lebih berkesan dan tahan lama, karena berawal dari ketulusan dan saling pengertian.

Contoh Mahar yang Sederhana tapi Penuh Makna

Berikut beberapa contoh mahar yang bisa dijadikan inspirasi:

• Al-Qur’an atau kitab suci, melambangkan komitmen spiritual dan dasar iman dalam rumah tangga.

• Perhiasan kecil, seperti cincin atau kalung emas ringan, yang bisa dipakai sehari-hari dan mudah dijaga.

• Uang tunai dengan angka bermakna, seperti tanggal lamaran atau hari pertemuan pertama.

• Barang pribadi hasil buatan sendiri, seperti karya seni, syair, atau benda kenangan yang memiliki kisah di baliknya.

• Peralatan ibadah, misalnya mukena, sajadah, atau tasbih, yang bisa menjadi pengingat dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Pilihan mahar seperti ini tidak hanya sederhana, tetapi juga sarat dengan makna simbolis yang akan diingat sepanjang masa.

Mahar bukan perlombaan kemewahan. Nilainya tidak ditentukan oleh harga, melainkan oleh ketulusan hati dan niat baik di dalamnya.

Masyarakat kini mulai memahami bahwa pernikahan yang bahagia bukan karena mahalnya mahar, tetapi karena cinta dan kesungguhan untuk saling menjaga.

Dengan memahami esensi ini, pasangan dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih ringan, tanpa beban gengsi atau tuntutan yang tidak perlu.

Karena sejatinya, cinta yang tulus jauh lebih berharga dari harta apa pun.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#makna #sederhana #Arti #trenggalek #mahar