Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Roblox Bukan untuk Anak-Anak di Bawah Umur: Waspadai Bahayanya di Balik Dunia Virtual

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Rabu, 22 Oktober 2025 | 02:11 WIB
Bukan semua yang tampak lucu itu aman. Di balik dunia virtual yang berwarna, ada bahaya yang mengintai anak-anak tanpa pengawasan. (Pinterest)
Bukan semua yang tampak lucu itu aman. Di balik dunia virtual yang berwarna, ada bahaya yang mengintai anak-anak tanpa pengawasan. (Pinterest)

TRENGGALEK - Selama beberapa tahun terakhir, Roblox menjadi salah satu permainan daring yang sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja.

Banyak orang tua menganggap Roblox sebagai permainan yang aman karena tampilannya yang berwarna, karakter yang lucu, serta konsepnya yang tampak sederhana.

Namun, di balik keseruan dan kreativitas yang ditawarkan, terdapat sisi lain yang jarang disadari, Roblox bukan sepenuhnya tempat yang aman untuk anak-anak di bawah umur.

Roblox memang dirancang sebagai platform interaktif di mana pengguna dapat membuat, berbagi, dan memainkan berbagai permainan buatan pengguna lain.

Sistem ini memungkinkan jutaan orang dari berbagai negara untuk saling berinteraksi secara daring.

Meski terlihat menyenangkan, kebebasan ini justru menjadi celah bagi munculnya berbagai ancaman digital seperti penipuan, peretasan, hingga kejahatan siber yang menyasar anak-anak.

Bahaya yang Mengintai di Balik Roblox

1. Scammer

Salah satu bahaya terbesar di Roblox adalah praktik scammer yang dilakukan oleh sesama pemain.

Banyak anak tertipu oleh pengguna lain yang menjanjikan hadiah, Robux gratis, atau item langka.

Mereka seringkali diminta untuk memberikan kata sandi atau mengunjungi tautan tertentu yang sebenarnya adalah jebakan.

Akibatnya, tidak sedikit anak kehilangan akun dan seluruh hasil permainan mereka.

2. Peretasan 

Selain penipuan, ada pula ancaman dari peretas atau hacker.

Anak-anak yang belum memahami pentingnya keamanan digital mudah sekali tergoda untuk membagikan informasi pribadi.

Dengan mengetahui data seperti email atau kata sandi, peretas dapat mengambil alih akun anak dan menyalahgunakannya untuk tujuan yang tidak baik.

3. Predator Daring

Bahaya yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya predator daring.

Beberapa orang dewasa yang tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan fitur obrolan dalam permainan untuk mendekati anak-anak.

Mereka berpura-pura menjadi teman sebaya, mengajak berbicara secara pribadi, bahkan menggiring korban untuk berbagi informasi pribadi atau bertemu di dunia nyata.

Hal ini tentu sangat berbahaya, terutama jika anak tidak memahami batasan dalam berinteraksi secara daring.


4. Konten Tidak Layak untuk Anak

Meskipun Roblox memiliki sistem moderasi, kenyataannya tidak semua permainan di dalam platform ini layak untuk anak-anak.

Ada banyak permainan buatan pengguna yang mengandung kekerasan, unsur dewasa, atau perilaku tidak sopan yang terselubung.

Anak-anak yang belum mampu membedakan hal baik dan buruk bisa dengan mudah terpengaruh oleh konten seperti ini.

5. Risiko Manipulasi dan Penculikan

Dalam beberapa kasus, predator yang berawal dari dunia maya dapat memanipulasi anak hingga berani bertemu secara langsung.

Mereka memanfaatkan kepercayaan anak yang polos dan rasa ingin tahu yang besar.

Kasus semacam ini telah terjadi di berbagai negara, membuktikan bahwa ancaman di dunia virtual dapat berujung pada bahaya nyata.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Permainan daring seperti Roblox memang dapat melatih kreativitas dan interaksi sosial anak, tetapi tanpa pengawasan, dunia virtual dapat berubah menjadi tempat yang berbahaya.

Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting. Orang tua perlu memastikan bahwa anak bermain di lingkungan yang aman, serta memahami risiko yang mungkin timbul dari penggunaan internet.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Roblox #Perlindungan anak #game online