Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kenapa Cuaca Panas Bikin Mudah Marah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Eka Putri Wahyuni • Jumat, 24 Oktober 2025 | 04:45 WIB
Suhu panas ternyata bisa memengaruhi emosi dan membuat seseorang lebih mudah tersulut amarah.
Suhu panas ternyata bisa memengaruhi emosi dan membuat seseorang lebih mudah tersulut amarah.

TRENGGALEK – Beberapa hari terakhir, banyak orang mengeluhkan cuaca panas yang terasa menyengat dan membuat suasana hati ikut mendidih.

Ternyata, bukan cuma perasaan, secara ilmiah, suhu panas memang dapat memengaruhi emosi seseorang dan membuat mereka lebih mudah marah, tersinggung, atau kehilangan kesabaran.

Fenomena ini bukan sekadar sugesti, melainkan sudah dibuktikan oleh penelitian psikologi

1. Cuaca Panas Picu Peningkatan Suhu Tubuh dan Stres Fisiologis

Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh bekerja ekstra untuk menjaga suhu internal tetap stabil.

Proses ini membutuhkan energi dan membuat tubuh mudah lelah.

Rasa lelah dan dehidrasi akibat panas dapat memicu stres fisiologis, yaitu kondisi ketika tubuh merasa tertekan oleh faktor lingkungan.

Akibatnya, seseorang jadi lebih sensitif, mudah tersulut emosi, dan sulit berpikir jernih.

 2. Hubungan Antara Panas dan Aktivitas Otak

Menurut riset dari American Psychological Association, suhu panas dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi, seperti amigdala dan korteks prefrontal.

Ketika tubuh kepanasan, aliran darah dan oksigen yang menuju otak bisa berkurang, menyebabkan kemampuan mengendalikan emosi menurun.

Inilah alasan mengapa orang cenderung lebih cepat marah di hari yang terik dibanding saat cuaca sejuk.

3. Dehidrasi Turunkan Mood dan Konsentrasi

Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat.

Saat kadar cairan tubuh menurun, kadar elektrolit juga ikut turun, yang berpengaruh pada fungsi otak dan kestabilan mood.

Gejala dehidrasi ringan seperti pusing, lemas, dan sulit fokus sering kali membuat seseorang mudah kesal tanpa sebab yang jelas.

Karena itu, penting untuk banyak minum air putih agar emosi tetap terkendali.

4. Panas Dapat Menyebabkan Agresivitas Sosial

Penelitian dari Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa suhu tinggi berkorelasi dengan peningkatan perilaku agresif dan konflik sosial.

Artinya, saat cuaca panas, potensi pertengkaran kecil hingga tindak kekerasan bisa meningkat.

Hal ini terjadi karena panas mengganggu kenyamanan, mengurangi kesabaran, dan memperbesar reaksi emosional terhadap hal-hal kecil.

 5. Tips Mengendalikan Emosi di Cuaca Panas

Agar tidak ikut panas kepala di tengah suhu tinggi, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan.

Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, gunakan pakaian longgar berbahan adem seperti katun, serta hindari aktivitas berat di luar ruangan saat siang hari.

Selain itu, gunakan kipas atau pendingin ruangan untuk membantu tubuh tetap sejuk, dan pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup.

Jangan lupa juga untuk mengelola stres dengan cara menyenangkan, seperti meditasi atau mendengarkan musik santai.

Baca Juga: Apakah Benar Kena Mental Health Atau Sebenarnya Hanya Malas?

Cuaca panas memang bisa memengaruhi suasana hati dan perilaku seseorang.

Secara ilmiah, hal ini terjadi karena suhu tinggi menyebabkan stres fisik, gangguan fungsi otak, dan dehidrasi yang berdampak pada kestabilan emosi.

Jadi, jika merasa lebih mudah marah akhir-akhir ini, mungkin bukan karena orang di sekitar, tapi karena cuaca sedang terlalu panas.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#marah #trenggalek #cuaca panas