Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Trifting vs Brand New: Mana yang Lebih Worth It

Friesta Cahya Ramadhani • Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:58 WIB
Trifting memang hemat dan unik, tapi Brand New unggul di kualitas serta kebersihan (Pinterest.com)
Trifting memang hemat dan unik, tapi Brand New unggul di kualitas serta kebersihan (Pinterest.com)

TRENGGALEK – Dunia fesyen kini tidak hanya bicara tentang gaya, tetapi juga kesadaran dalam memilih pakaian.

Dua pilihan yang sering menjadi perdebatan, terutama di kalangan Gen Z, adalah baju thrifting atau brand new.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung dari kebutuhan dan cara pandang seseorang terhadap mode.

Thrifting, Gaya Hemat dengan Sentuhan Unik

Baju thrifting atau pakaian bekas impor semakin diminati, terutama di kalangan muda yang gemar tampil beda.

Selain harganya yang terjangkau, koleksi pakaian thrifting sering kali memiliki desain unik dan jarang ditemukan di pasaran.

Banyak yang memilih thrifting karena bisa mendapatkan item berkualitas dengan harga miring.

Bahkan, beberapa pakaian bermerek terkenal seperti Zara, Uniqlo, hingga Levi’s sering ditemukan di toko-toko thrifting.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Pakaian bekas impor harus melalui proses pembersihan yang tepat agar tetap higienis dan nyaman dipakai.

Selain itu, tidak semua pakaian thrifting memiliki kondisi sempurna. Beberapa mungkin memerlukan sedikit perbaikan agar layak digunakan kembali.

Brand New, Jaminan Kualitas dan Kenyamanan

Sementara itu, pakaian brand new atau baru memberikan jaminan kualitas dan kenyamanan yang lebih pasti. Barang baru tentu belum pernah digunakan, sehingga kondisinya masih prima dan bebas dari risiko kebersihan.

Selain itu, pakaian baru biasanya mengikuti tren terkini dan diproduksi dengan standar kualitas tertentu. Banyak orang memilih brand new karena ingin tampil rapi, profesional, dan percaya diri di setiap kesempatan.

Namun, harga yang relatif lebih tinggi menjadi pertimbangan bagi sebagian orang. Terlebih, tren fesyen yang cepat berubah membuat sebagian pakaian baru jarang digunakan dalam jangka panjang.

Aspek Lingkungan dan Gaya Hidup Berkelanjutan

Dari sisi lingkungan, thrifting dinilai lebih ramah karena membantu mengurangi limbah tekstil.

Produksi pakaian baru membutuhkan sumber daya besar, mulai dari air, energi, hingga bahan kimia.

Dengan membeli pakaian bekas, berarti turut mendukung gerakan sustainable fashion atau mode berkelanjutan.

Meski begitu, tidak berarti pakaian baru selalu berdampak buruk.

Beberapa brand kini mulai menerapkan prinsip ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan daur ulang dan proses produksi yang lebih efisien.

Pilihan Ada di Tangan Masing-Masing

Memilih antara baju thrifting dan brand new bergantung pada prioritas dan gaya hidup seseorang.

Bagi yang mengutamakan harga dan keunikan, thrifting bisa menjadi pilihan menarik.

Sementara bagi yang lebih fokus pada kebersihan dan tren terkini, brand new tentu lebih meyakinkan.

Yang terpenting, baik thrifting maupun brand new, semua bisa jadi pilihan tepat selama disesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara bijak.

Fesyen bukan hanya tentang pakaian yang dikenakan, tetapi juga bagaimana cara menghargai nilai di baliknya.

Baik baju thrifting maupun brand new, keduanya memiliki peran masing-masing dalam membentuk gaya hidup dan kesadaran terhadap lingkungan.

Pilihan terbaik adalah ketika seseorang mampu tampil percaya diri, tanpa harus mengorbankan nilai, kualitas, atau keberlanjutan bumi.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Brand New #trenggalek #pakaian #Thrifting #gaya hidup