TRENGGALEK – Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat Jawa, termasuk di Kabupaten Trenggalek, masih memegang teguh tradisi perhitungan weton sebagai bagian dari warisan leluhur.
Weton bukan sekadar penanda hari lahir seseorang, tetapi juga dipercaya memiliki makna mendalam dalam menentukan karakter, jodoh, hingga keberuntungan hidup.
Tradisi weton ini hingga kini tetap lestari di berbagai daerah di Jawa Timur, terutama di wilayah pedesaan.
Bahkan, sebagian masyarakat Trenggalek masih menggunakan weton untuk menentukan hari baik sebelum melangsungkan pernikahan, membuka usaha, atau menggelar acara penting keluarga.
Apa Itu Weton?
Weton merupakan gabungan antara hari dalam penanggalan Masehi dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon).
Setiap kombinasi hari dan pasaran dipercaya memiliki arti dan energi tersendiri yang memengaruhi nasib seseorang.
Misalnya, seseorang yang lahir pada Senin Kliwon dipercaya memiliki karakter tenang namun tegas dalam mengambil keputusan, sedangkan Jumat Legi dianggap membawa aura keberuntungan dan mudah disukai banyak orang.
Jenis-Jenis Weton dalam Tradisi Jawa
Dalam perhitungan Jawa, weton merupakan hasil gabungan antara hari dan pasaran yang melahirkan 35 jenis weton berbeda.
Setiap kombinasi diyakini memiliki karakter dan energi yang khas.
Baca Juga: 10 Ide Suvenir Pernikahan Elegan yang Tak Sekadar Pajangan, tapi Juga Punya Nilai Guna
Hari dalam Weton Jawa
Minggu (Ahad): Melambangkan semangat dan keberanian.
Senin: Identik dengan ketenangan dan kesabaran.
Selasa: Dikenal penuh energi dan berjiwa pemimpin.
Rabu: Melambangkan kebijaksanaan dan kecerdikan.
Kamis: Dipercaya membawa keberuntungan dan kehangatan hati.
Jumat: Hari penuh berkah dan aura positif.
Sabtu: Cenderung kuat, tekun, dan pekerja keras.
Lima Pasaran Jawa
Legi: Bersifat manis, lembut, dan menyenangkan.
Pahing: Melambangkan ketegasan dan keberanian.
Pon: Tanda karakter yang stabil dan bijaksana.
Wage: Identik dengan kesederhanaan dan kerendahan hati.
Kliwon: Dipercaya memiliki aura mistis dan daya spiritual tinggi.
Dari perpaduan keduanya, muncul 35 kombinasi seperti Senin Legi, Rabu Pahing, hingga Sabtu Kliwon masing masing dipercaya memengaruhi jalan hidup seseorang.
Perhitungan Weton dalam Tradisi Jawa
Dalam tradisi Jawa, weton dihitung menggunakan nilai neptu, yaitu angka khusus yang diberikan untuk setiap hari dan pasaran.
Nilai ini digunakan untuk membaca karakter, kecocokan jodoh, maupun hari baik.
Neptu Hari:
Minggu = 5
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Neptu Pasaran:
Legi = 5
Pahing = 9
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
Contoh Perhitungan:
Seseorang lahir pada Senin Kliwon, maka:
Neptu Senin = 4
Neptu Kliwon = 8
Total Neptu: 4 + 8 = 12
Angka 12 inilah yang disebut neptu weton, yang kemudian dijadikan dasar untuk menentukan kecocokan jodoh, hari baik memulai usaha, atau karakter bawaan seseorang.
Makna Filosofis di Balik Weton
Lebih dari sekadar ramalan, weton mengandung nilai keseimbangan hidup antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Masyarakat Jawa percaya bahwa dengan memahami weton, seseorang dapat lebih mengenal diri dan menata langkah hidup dengan bijak.
Di Trenggalek, tradisi ini tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Para sesepuh desa kerap menggunakan hitungan weton sebelum menentukan tanggal penting, seperti pernikahan atau pindahan rumah, agar membawa keberkahan.
Weton di Era Modern
Meski zaman semakin modern, minat generasi muda terhadap weton justru kembali meningkat.
Banyak anak muda Trenggalek yang mempelajari arti weton melalui buku primbon atau media sosial sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa.
Selain sarat filosofi, tradisi ini juga menjadi cara mengenal jati diri dan menghargai warisan leluhur.
Editor : Didin Cahya Firmansyah