TRENGGALEK - Pemerintah Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, menghadirkan inovasi sederhana dalam upaya penghematan energi dan peningkatan kesehatan lingkungan warga.
Melalui program pembagian genting kaca, pemerintah desa mendorong pemanfaatan pencahayaan alami pada rumah-rumah warga dan tak selalu bergantung pada energi listrik, dalam hal ini lampu, di mana pemakaian yang berlebih akan menyebabkan beban pada masyarakat sendiri.
“Untuk masyarakat menengah ke bawah tentu kalau ketergantungan lampu listrik itu kan energi ini terlalu gede,” ujar Kepala Desa Jajar, Imam Mukarnyanto Edy, Minggu (18/1/2026).
Dia mengungkapkan, inovasi tersebut berasal dari obseravasinya terkait kondisi mayoritas rumah warganya yang masih minim pencahayaan alami.
Banyak rumah warga mengandalkan lampu yang memanfaatkan energi listrik.
“Karena saya melihat banyak rumah di sini itu banyak yang belum memakai plafon, tapi mengandalkan pakai lampu,” ungkapnya.
Selain itu, Imam juga mengatakan, pembagian genting kaca tersebut juga didasari oleh keadaan lingkungan sekitar.
Lingkungan yang lembap dan kurang pencahayaan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Maka dari itu, pemdes memfasilitasi dengan genting kaca tersebut.
“Udaranya di sini lembap, kalau kurang pencahayaan itu bisa menimbulkan berbagai macam jenis penyakit, berarti perlu ventilasi udara maupun cahaya, kita fasilitasi itu,” katanya.
Dia menjelaskan, pembagian genting kaca tersebut juga merupakan solusi yang murah dan mudah yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Genting kaca memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam rumah, membantu mengurangi penggunaan lampu listrik.
Baca Juga: Arisan di Trenggalek Masuk Ranah Hukum, Endorse Artis Jadi Bukti Penting untuk Pembuktian Krusial
Program ini juga menjadi sarana edukasi kepada warga tentang konsep green building dan green energy yang dapat dimulai dari langkah sederhana.
“Masyarakat harus diedukasi untuk menuju istilah green building, untuk menuju net zero carbon, bisa dimulai dari aksi-aksi kecil,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pemdes membagikan sekitar seribu genting kaca kepada warga.
Setiap rumah mendapatkan minimal dua genting kaca agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.
Warga dapat memasang sendiri genting kaca tersebut sesuai kebutuhan rumah masing-masing.
Imam menyebut, ke depannya inovasi pembagian genting kaca ini berpeluang untuk dikembangkan. (tra/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah