JAKARTA - Dunia hobi ikan hias kembali ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan pecinta ikan maskoki. Sebuah video YouTube yang membahas perbandingan ikan maskoki harga Rp50 ribu hingga Rp1,5 juta viral karena mengungkap secara detail alasan perbedaan harga yang sangat jauh. Video tersebut sekaligus menjadi panduan praktis bagi pemula yang ingin belajar cara sortir ikan maskoki berkualitas.
Dalam video tersebut, penjual dan penghobi ikan maskoki memperlihatkan proses sortir langsung di kolam. Mereka membandingkan ikan maskoki tipe OST, ranchu, hingga oranda dengan harga berbeda namun model serupa. Dari sini terlihat jelas bahwa harga ikan maskoki tidak bisa disamaratakan karena kualitas tiap individu sangat bervariasi.
Pada perbandingan awal, ikan maskoki harga Rp50.000 disandingkan dengan ikan harga Rp250.000. Sekilas warnanya sama-sama merah, namun perbedaan mencolok terlihat pada struktur tubuh. Maskoki Rp50 ribu memiliki proporsi kepala, badan, dan ekor yang kurang seimbang. Ekor terlihat tidak simetris, bagian kanan lebih tinggi dibanding kiri, serta posisi dorsal yang kurang rapi.
Berbeda dengan maskoki Rp250 ribu. Struktur tubuhnya dinilai jauh lebih ideal. Body atas dan bawah hampir seimbang, kepala proporsional dengan ekor, sirip rapi, serta ekor tegak tanpa melintir. Menurut penjual, faktor anatomi inilah yang membuat harga melonjak, bahkan di tempat lain bisa mencapai Rp500 ribu.
Struktur Tubuh Jadi Penentu Utama Harga
Dalam proses sortir, struktur tubuh menjadi faktor utama penilaian. Maskoki berkualitas memiliki punggung berkurva halus, ekor simetris kiri-kanan, serta posisi dorsal tegak lurus. “Kalau ekornya junjeng atau miring, otomatis nilainya turun,” ujar penjual dalam video.
Hal ini juga terlihat saat membandingkan ikan maskoki ranchu. Ranchu yang sudah melalui sortir ketat dijual di kisaran Rp2,5 juta, meski ukurannya masih sekitar 7–8 sentimeter. Tubuhnya tebal dari atas, kurva punggung mulus, dan ekor berdiri sempurna. Ranchu seperti ini dinilai memiliki bakat jumbo dan potensi kontes.
Sementara itu, ada pula maskoki berharga Rp1 juta yang dinilai belum “show”, namun memiliki struktur dasar bagus. Dibandingkan maskoki Rp250 ribu, ikan ini unggul dari segi ketebalan body, meski kurva punggungnya masih kurang sempurna.
Kenapa Harga Tidak Bisa Pukul Rata?
Penjual menegaskan bahwa harga ikan maskoki tidak bisa disamaratakan. Proses sortir dilakukan ketat untuk memisahkan ikan berkualitas tinggi dan rendah. “Kalau dipukul rata, yang rugi penjual. Di sini ada kualitas, ada harga,” jelasnya.
Variasi harga maskoki di lokasi tersebut cukup lebar, mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp150 ribu, Rp350 ribu, Rp550 ribu, hingga Rp1,5 juta. Konsumen bebas memilih sesuai budget dan selera, bahkan masih bisa melakukan negosiasi jika membeli dalam jumlah banyak.
Cacat Kecil Bisa Turunkan Harga Drastis
Menariknya, video juga menyoroti maskoki oranda long tail yang awalnya bernilai Rp1,5 juta. Karena terdapat cacat pada bagian dorsal yang sedikit bengkok, harganya langsung turun drastis hingga Rp550 ribu, bahkan bisa dilepas Rp350 ribu jika nego. Meski ekor dan kepala dinilai mewah, cacat kecil membuat ikan tersebut tidak masuk kategori show.
“Kalau nemu yang sempurna itu seperti nemu harta karun,” ungkap penjual.
Tips untuk Pemula Pecinta Maskoki
Melalui video ini, penjual mengajak pemula untuk belajar langsung melihat ikan, memahami anatomi, dan tidak hanya terpaku pada warna. Sortir langsung di kolam dinilai cara terbaik agar lebih paham perbedaan kualitas ikan maskoki.
Dengan semakin populernya konten edukasi seperti ini, diharapkan penghobi pemula tidak salah pilih dan bisa lebih bijak dalam menentukan ikan maskoki sesuai kualitas dan harga.
Editor : Natasha Eka Safrina