JAKARTA – Minat masyarakat terhadap budidaya ikan hias terus meningkat, khususnya pada jenis ikan koi kohaku yang dikenal sebagai varietas paling populer dan bernilai tinggi. Namun, tidak sedikit penghobi pemula yang masih bingung membedakan kualitas ikan koi kohaku, terutama dalam menentukan mana yang layak dibeli dengan harga murah hingga kelas menengah atau kontes.
Melalui sebuah video edukasi di kanal YouTube Ok Green, praktisi koi Pak Socan membagikan panduan langsung cara memilih ikan koi kohaku yang bagus, standar, hingga yang sebaiknya dihindari. Edukasi ini dinilai penting karena harga ikan koi sangat ditentukan oleh kualitas visual, pola, serta kondisi fisiknya.
Menurut Pak Socan, kesalahan umum pemula adalah hanya melihat warna merah (beni) tanpa memperhatikan kebersihan dasar putih (shiroji) dan struktur tubuh ikan.
Kebersihan Jadi Penilaian Utama
Dalam memilih ikan koi kohaku, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebersihan warna putih. Shiroji harus bersih, tanpa noda hitam, bercak merah, atau warna lain di bagian tubuh bawah maupun pipi.
“Pipi harus bersih, layar atas juga harus bersih. Kalau ada merah di bawah, itu namanya ikan bocor,” ujar Pak Socan.
Selain itu, mata koi juga menjadi indikator penting. Mata yang ideal berwarna hitam pekat. Jika terdapat semburat merah di mata, maka nilai ikan akan berkurang meski pola tubuh terlihat menarik.
Pola Harus Seimbang dan Tidak Turun
Pola merah pada ikan koi kohaku sebaiknya berada di atas punggung dan tidak terlalu turun ke samping tubuh. Pak Socan menjelaskan bahwa pola ideal maksimal turun sekitar 20 persen dari garis tengah tubuh.
“Kalau ceploknya terlalu turun, kelihatannya kurang enak. Yang bagus itu seimbang dari kepala sampai ekor,” jelasnya.
Pola memang bersifat selera, namun keseimbangan tetap menjadi patokan utama, baik untuk koi kelas hobi maupun kontes. Prinsip pola kohaku ini juga menjadi acuan bagi varietas lain seperti Sanke dan Showa.
Ketegasan Warna Menentukan Harga
Ketegasan dan pemerataan warna merah menjadi faktor krusial dalam menentukan harga ikan koi kohaku. Warna merah yang bagus harus rata dari kepala hingga ekor, tidak memudar, dan tidak memiliki gradasi oranye.
Pak Socan mencontohkan, koi kelas biasa dengan warna kurang tegas umumnya dibanderol sekitar Rp50 ribu. Untuk kelas menengah, harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Sementara koi dengan spesifikasi unggulan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp750 ribu, tergantung kualitas warna dan pola.
“Yang speknya benar-benar bagus itu jumlahnya sedikit sekali. Makanya harganya jauh berbeda,” ujarnya.
Struktur Tubuh dan Garis Tengah
Selain warna dan pola, struktur tubuh koi juga harus diperhatikan. Garis tengah tubuh idealnya lurus. Jika garis terlihat melengkung ke bawah, itu menandakan pertumbuhan tidak optimal atau ikan sudah tua.
“Kalau garisnya sudah cekung ke bawah, itu biasanya tulangannya kecil dan sulit besar,” kata Pak Socan.
Untuk koi usia muda atau tosai, struktur tubuh masih bisa berkembang dengan perawatan dan pakan yang tepat. Namun, koi yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya tidak dipaksakan meski warnanya terlihat menarik.
Perawatan Menentukan Hasil Akhir
Pak Socan menegaskan bahwa ikan koi lokal pun bisa tumbuh bulki dan berkualitas asalkan mendapat pakan dan perawatan yang baik. Warna yang belum maksimal masih bisa diperbaiki melalui nutrisi, selama dasar kebersihan dan struktur tubuhnya memenuhi standar.
“Mayoritas ikan standar itu masih bisa jadi bagus kalau perawatannya benar. Tapi kalau dari awal strukturnya sudah jelek, ya sulit,” tegasnya.
Edukasi ini diharapkan dapat membantu penghobi koi, khususnya pemula, agar lebih cermat dalam memilih ikan dan tidak hanya tergiur harga murah. Memahami karakter ikan koi kohaku sejak awal akan membantu mendapatkan kualitas terbaik sesuai anggaran.
Editor : Natasha Eka Safrina