Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terbukti Bukan Sekadar Klaim, Nagari Pariangan Desa Terindah di Dunia yang Jadi Asal-usul Orang Minangkabau

Natasha Eka Safrina • Senin, 9 Februari 2026 | 14:00 WIB

Nagari Pariangan desa terindah di dunia di Sumatera Barat, asal-usul Minangkabau dengan sawah terasering, air panas alami, dan sejarah kuno.
Nagari Pariangan desa terindah di dunia di Sumatera Barat, asal-usul Minangkabau dengan sawah terasering, air panas alami, dan sejarah kuno.

JAKARTA - Klaim tentang Nagari Pariangan desa terindah di dunia sempat memicu perdebatan. Banyak yang mengira gelar tersebut hanyalah judul sensasional media. Namun perjalanan langsung ke nagari tua di lereng Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, justru membuka fakta bahwa keindahan Pariangan bukan sekadar visual, melainkan juga sejarah, tradisi, dan harmoni hidup yang masih terjaga.

Nagari Pariangan berada di ketinggian hampir 1.000 meter di kaki Gunung Marapi. Dalam tambo atau tutur lisan Minangkabau, nagari ini dipercaya sebagai nagari tertua dan titik awal asal-usul orang Minangkabau sebelum menyebar ke berbagai wilayah Nusantara. Tak heran jika nama Nagari Pariangan desa terindah di dunia terus diperbincangkan hingga kini.

Baca Juga: Desa Adat Gelar Alam di Sukabumi, Warisan Leluhur di Kaki Gunung Halimun yang Menolak Modernisasi dan Menjaga Alam

Dinobatkan Media Internasional

Pada 2012, majalah daring asal Amerika Serikat, Budget Travel, memasukkan Nagari Pariangan ke dalam daftar 16 desa terindah di dunia. Pengakuan ini membuat desa adat tersebut mulai dikenal luas, tidak hanya oleh wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.

Namun bagi masyarakat setempat, gelar tersebut bukan sekadar prestasi pariwisata. Pariangan adalah ruang hidup yang menyimpan jejak peradaban Minangkabau sejak ratusan tahun silam.

Lanskap Alam dan Sawah Terasering

Secara geografis, keindahan Nagari Pariangan langsung terasa sejak memasuki kawasan desa. Hamparan sawah terasering membentang mengikuti kontur perbukitan Bukit Barisan, dengan latar Gunung Marapi yang kerap diselimuti kabut tipis.

Gradasi warna alam berubah dari pagi, siang, hingga sore hari. Udara dingin pegunungan menghadirkan suasana tenang yang jarang ditemukan di wilayah perkotaan. Keindahan alam inilah yang kerap membuat wisatawan betah berlama-lama dan memilih menginap.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Cara Menikmati Hidup di Masa Pensiun Agar Bahagia dan Tak Pernah Membosankan

Air Panas Alami di Tengah Desa

Salah satu keunikan Nagari Pariangan adalah keberadaan mata air panas alami yang muncul di berbagai sudut desa. Bahkan, air panas mengalir di area masjid dan surau, digunakan masyarakat untuk wudu dan mandi sehari-hari.

Fenomena ini diyakini berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Marapi. Menariknya, debit air panas tersebut tidak pernah surut, bahkan saat musim kemarau panjang.

Jejak Sejarah dan Prasasti Kuno

Nagari Pariangan juga menyimpan peninggalan sejarah penting berupa prasasti batu yang dikaitkan dengan masa pemerintahan Adityawarman pada abad ke-13 hingga 14 Masehi. Batu-batu ini dikenal sebagai simbol “tigo tungku sajarangan”, filosofi kepemimpinan Minangkabau yang mencakup alim ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai.

Selain itu, terdapat Balai Saruang dan Balai Panjang yang dahulu berfungsi sebagai pusat musyawarah dan peradilan adat tertinggi di Minangkabau.

Baca Juga: Salatiga Disebut Kota Pensiun Impian ala Konsep Pensiun Everywhere, Ini Biaya Hidup, Fasilitas Kesehatan, hingga Komunitasnya

Rumah Gadang dan Kearifan Arsitektur

Deretan rumah gadang tua masih berdiri di Nagari Pariangan. Beberapa di antaranya diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun. Uniknya, tiang rumah gadang tidak ditanam ke tanah, melainkan diletakkan di atas batu, membuat bangunan lebih fleksibel dan tahan gempa.

Meski sebagian rumah mulai termakan usia dan minim perawatan, keberadaannya tetap menjadi saksi kecanggihan arsitektur tradisional Minangkabau.

Pariwisata dan Kehidupan Masyarakat

Sejak dikenal dunia, pariwisata Nagari Pariangan tumbuh perlahan. Warga membuka homestay berbasis keluarga, menawarkan pengalaman hidup langsung di tengah kampung adat. Wisatawan disuguhi kuliner khas Minang, mandi air panas, hingga interaksi hangat dengan masyarakat.

Menariknya, banyak tamu datang dari luar negeri seperti Australia, Jepang, hingga Timur Tengah, membuktikan daya tarik global Nagari Pariangan.

Baca Juga: Pensiun Everywhere: 8 Cara Uji Coba Destinasi Pensiun Impian Sebelum Pindah Kota

Keindahan yang Tak Sekadar Dilihat

Keindahan Nagari Pariangan tidak berhenti pada panorama alam. Ia hidup dalam tatanan adat, penghormatan terhadap leluhur, nilai kebersamaan, dan kesederhanaan hidup masyarakatnya.

Pada akhirnya, Nagari Pariangan desa terindah di dunia bukan soal gelar atau penghargaan, melainkan tentang harmoni antara manusia, sejarah, dan alam yang masih terjaga utuh hingga hari ini.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Tanah Datar #nagari pariangan #desa terindah di dunia #minangkabau