JAKARTA – Negeri Dongeng Biak Papua kembali menyuguhkan wajah berbeda yang jarang disaksikan wisatawan. Destinasi wisata air yang biasanya dikenal dengan hutan tergenang air ini kini menampilkan kondisi kontras saat air surut. Perubahan tersebut memperlihatkan sisi lain keindahan Negeri Dongeng yang tak kalah memikat.
Dalam kondisi air surut, kawasan Negeri Dongeng Biak Papua terlihat lebih terbuka dan mudah dijelajahi. Jembatan kayu yang biasanya terendam air kini bisa dilalui tanpa rasa khawatir basah. Pengunjung dapat menginjakkan kaki dengan lebih leluasa sembari menikmati detail alam yang sebelumnya tersembunyi di balik genangan air.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada struktur hutan. Pohon-pohon tinggi dengan akar menjuntai kini tampak jelas dari dekat. Akar-akar tersebut sebelumnya hanya terlihat samar saat air naik. Selain itu, rerumputan hijau yang tumbuh di bawah jembatan kayu juga terlihat lebih nyata, menambah kesan asri dan alami khas hutan tropis Papua.
Baca Juga: Negeri Dongeng Papua Bernama Kalibarubi, Surga Tersembunyi di Biak dengan Air Jernih Bak Cermin
Dua Wajah Negeri Dongeng Biak Papua
Negeri Dongeng Biak Papua memang dikenal memiliki dua wajah berbeda, tergantung kondisi air. Saat hujan turun atau air laut sedang pasang, kawasan ini berubah menjadi wisata air dengan sensasi berjalan di atas jembatan kayu yang nyaris tenggelam. Air yang sangat jernih membuat jembatan tetap terlihat jelas meski berada di bawah permukaan air.
Namun saat air surut, pengunjung justru disuguhkan panorama hutan yang kering dan terbuka. Beberapa titik mata air yang sebelumnya tersembunyi kini bisa diamati dengan jelas. Di salah satu spot, kepadatan pepohonan masih terlihat sangat rapat, menciptakan suasana hutan yang teduh dan sejuk meski tanpa genangan air.
Kondisi ini membuat Negeri Dongeng Biak Papua menarik untuk dikunjungi lebih dari satu kali. Wisatawan bisa merasakan dua pengalaman berbeda di lokasi yang sama, hanya dengan perbedaan waktu dan kondisi alam.
Aman dari Satwa Buas, Namun Tetap Waspada
Salah satu kekhawatiran wisatawan saat menyusuri kawasan hutan air adalah kemungkinan bertemu satwa buas seperti buaya atau ular. Namun menurut keterangan masyarakat setempat, hingga saat ini tidak pernah ditemukan buaya atau ular berbahaya di kawasan Negeri Dongeng Biak Papua.
Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk waspada. Kawasan ini merupakan habitat alami berbagai makhluk hidup, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan. Wisatawan disarankan mengikuti jalur yang tersedia dan tidak menjelajah terlalu jauh dari area wisata yang sudah ditentukan.
Keamanan kawasan ini juga menjadi salah satu alasan Negeri Dongeng Biak Papua semakin diminati wisatawan lokal. Sensasi berada di tengah hutan yang unik, tanpa rasa takut berlebihan, membuat pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman.
Sensasi Berbeda Saat Air Naik dan Surut
Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi maksimal, waktu kunjungan menjadi faktor penting. Saat musim hujan atau ketika air laut sedang pasang, pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan di atas jembatan kayu yang dikelilingi air jernih. Pantulan pepohonan di permukaan air menciptakan pemandangan bak negeri dongeng sungguhan.
Sebaliknya, saat air surut seperti kondisi saat ini, Negeri Dongeng Biak Papua menawarkan pengalaman eksplorasi hutan yang lebih detail. Pengunjung bisa mengamati struktur akar pohon, tekstur tanah hutan, serta vegetasi bawah yang jarang terlihat saat air naik.
Kedua kondisi tersebut sama-sama memiliki daya tarik tersendiri. Inilah yang menjadikan Negeri Dongeng Biak Papua sebagai destinasi wisata alam yang unik dan berbeda dari tempat wisata air lainnya di Indonesia.
Potensi Wisata Alam Unggulan Biak
Dengan keunikan alam dan perubahan lanskap yang dinamis, Negeri Dongeng Biak Papua berpotensi menjadi ikon wisata unggulan di Kabupaten Biak Numfor. Keindahan yang ditawarkan bukan hanya soal visual, tetapi juga pengalaman menyatu dengan alam yang masih terjaga.
Wisata ini cocok bagi pencinta alam, fotografer, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kota. Baik saat air naik maupun surut, Negeri Dongeng Biak Papua tetap menawarkan pesona yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.
Editor : Natasha Eka Safrina