JAKARTA - Fakta tentang petir kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai cuaca ekstrem dan badai melanda sejumlah wilayah. Fenomena alam berupa pelepasan listrik raksasa ini ternyata tidak hanya memunculkan kilatan cahaya dan suara guntur, tetapi juga berpotensi menyebabkan kematian hingga kerusakan otak permanen.
Petir dikenal sebagai salah satu fenomena cuaca paling berbahaya di dunia. Dalam satu sambaran, petir mampu menghasilkan tegangan hingga 100 juta volt dan suhu sekitar 27.700 derajat Celsius.
Data yang dikutip dari National Geographic menyebutkan bumi rata-rata mengalami lebih dari 100 sambaran petir setiap detik. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat badai petir terjadi.
Petir Diduga Berperan dalam Evolusi Makhluk Hidup
Salah satu fakta menarik tentang petir adalah dugaan bahwa fenomena ini ikut berperan dalam evolusi organisme hidup di bumi.
Beberapa ilmuwan meyakini panas dan energi besar yang dihasilkan sambaran petir mampu mengubah unsur-unsur tertentu menjadi senyawa penting yang ditemukan dalam organisme hidup.
“Petir mungkin memiliki peran dalam evolusi organisme hidup,” demikian penjelasan dalam video tersebut.
Petir sendiri merupakan pelepasan listrik raksasa yang disertai cahaya terang dan suara guntur keras. Kilatan petir bahkan bisa mencapai panjang lebih dari delapan kilometer.
Selain itu, sambaran petir dapat meningkatkan suhu udara sekitar hingga puluhan ribu derajat Celsius dalam waktu sangat singkat.
Fenomena ini umumnya terjadi saat awan badai memiliki perbedaan muatan listrik yang sangat besar hingga memicu pelepasan energi menuju tanah atau atmosfer.
Bumi Disambar Lebih dari 100 Petir Setiap Detik
Sistem pendeteksi petir di Amerika Serikat mencatat rata-rata sekitar 25 juta sambaran petir dari awan ke tanah setiap tahun. Jumlah itu berasal dari sekitar 100 ribu badai petir yang terjadi setiap tahunnya.
Dari hasil pemantauan tersebut, diperkirakan bumi secara keseluruhan menerima lebih dari 100 sambaran petir setiap detik.
Petir juga menjadi salah satu penyebab utama kematian terkait cuaca di Amerika Serikat. Tercatat ada 3.696 kematian akibat sambaran petir sepanjang periode 1959 hingga 2003.
Cedera akibat sambaran petir tidak hanya berupa luka bakar, tetapi juga dapat menyebabkan serangan jantung, kehilangan memori, kerusakan otak permanen, hingga perubahan kepribadian.
“Sekitar 10 persen korban sambaran petir meninggal dunia,” jelas narator video.
Sementara sebagian korban lain mengalami dampak jangka panjang serius yang memengaruhi kesehatan fisik maupun mental mereka.
Berada Dekat Air Saat Badai Petir Sangat Berbahaya
Fakta lain yang perlu diketahui adalah setiap sambaran petir berpotensi mematikan, terutama petir awan ke tanah.
Risiko paling tinggi dialami orang yang berada di area terbuka atau dekat air ketika badai berlangsung. Air merupakan penghantar listrik yang sangat baik sehingga mampu menyalurkan energi sambaran petir dengan cepat.
Karena itu, berenang saat badai petir sangat berbahaya. Orang yang berada di kolam, sungai, danau, maupun pantai berisiko tinggi terkena sambaran listrik.
Tidak hanya di luar ruangan, bahaya petir juga bisa mengintai di dalam rumah. Banyak korban tersambar petir saat sedang menggunakan telepon kabel, berada dekat jendela, atau menyentuh benda penghantar listrik.
Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Resmi Dibuka untuk Umum, Tak Lagi Khusus UMKM, Ini Syarat dan Kuotanya
“Menghindari kontak dengan benda yang menghantarkan listrik perlu dilakukan untuk mengurangi risiko,” ujar narator.
Para ahli menyarankan masyarakat segera berlindung di bangunan tertutup ketika mendengar suara guntur. Selain itu, hindari penggunaan perangkat elektronik yang terhubung langsung ke aliran listrik selama badai berlangsung.
Dengan memahami fakta-fakta tentang petir, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan.
Baca Juga: Mengerikan! 10 Sambaran Petir Terbesar dan Terjelas yang Terekam Kamera, Pohon Langsung Terbelah
Editor : Dyah Wulandari