JAKARTA - Bisakah kita selamat jika tersambar petir? Pertanyaan ini sering muncul setelah banyak film dan komik menggambarkan manusia mendapatkan kekuatan super usai terkena sambaran petir. Namun dalam dunia nyata, sambaran petir justru dapat menyebabkan kerusakan organ serius, luka bakar, hingga gangguan otak permanen.
Petir merupakan pelepasan energi listrik raksasa dengan suhu yang disebut mencapai lima kali lebih panas dibanding permukaan matahari. Dalam hitungan detik, arus listrik berkekuatan ratusan juta volt dapat menghantam tubuh manusia dan memicu dampak fatal.
Meski terdengar mengerikan, peluang seseorang meninggal akibat tersambar petir sebenarnya relatif kecil dibanding risiko kecelakaan lalu lintas atau tenggelam. Namun korban yang selamat tetap berpotensi mengalami gangguan kesehatan jangka panjang.
Sambaran Petir Bisa Merusak Organ Tubuh Manusia
Dalam video edukasi tersebut dijelaskan bahwa sambaran petir pada manusia terbagi menjadi dua jenis, yakni sambaran langsung dan tidak langsung.
Sambaran langsung terjadi ketika petir mengenai tubuh secara langsung, sedangkan sambaran tidak langsung terjadi melalui perantara seperti pohon, tanah, air, atau benda penghantar listrik lainnya.
“Sambaran langsung jauh lebih berbahaya karena tegangannya bisa mencapai ratusan juta volt,” jelas narator video.
Akibat sambaran tersebut, tubuh manusia dapat mengalami luka bakar serius, pakaian hangus, hingga pecahnya gendang telinga akibat tekanan suara dan energi listrik yang sangat besar.
Jika sambaran mengenai area kepala atau organ vital, korban bahkan bisa meninggal seketika karena jantung dan sistem saraf berhenti bekerja.
Petir sendiri memiliki suhu ekstrem yang disebut lima kali lebih panas dibanding permukaan matahari. Karena itu, energi panas dan listrik yang dihasilkan mampu merusak jaringan tubuh dalam waktu sangat singkat.
Korban Selamat Tetap Bisa Alami Gangguan Otak
Meski banyak korban berhasil selamat dari sambaran petir, dampak jangka panjangnya tidak bisa dianggap sepele.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik dan Awet 2026, Jarak Tempuh 140 Km hingga Kecepatan 130 Km/Jam
Video tersebut menyebut sambaran petir dapat merusak sel-sel otak dan memengaruhi kondisi psikologis korban. Beberapa efek yang sering muncul antara lain sulit berkonsentrasi, gangguan emosi, perubahan suasana hati, hingga stres berkepanjangan.
“Kesamber petir juga bisa merusak sel-sel otak kita,” ungkap narator.
Dalam sejumlah kasus, korban sambaran petir juga mengalami trauma psikologis, depresi, gangguan memori, hingga sulit mengendalikan emosi setelah kejadian.
Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Resmi Dibuka untuk Umum, Tak Lagi Khusus UMKM, Ini Syarat dan Kuotanya
Meski begitu, peluang meninggal akibat sambaran petir disebut cukup rendah. Namun hal tersebut tidak berarti masyarakat boleh mengabaikan bahaya badai petir, terutama saat berada di area terbuka.
Petir dapat bergerak sangat cepat dan menghantam objek tinggi seperti pohon, tiang listrik, atau manusia yang berada di lapangan terbuka.
Pria Ini Selamat Meski Tersambar Petir 7 Kali
Salah satu kisah paling terkenal datang dari Roy Sullivan, penjaga taman nasional di Amerika Serikat yang tercatat pernah tersambar petir hingga tujuh kali sepanjang hidupnya.
Karena pekerjaannya sering berada di luar ruangan saat cuaca buruk, Roy beberapa kali terkena sambaran petir namun berhasil selamat.
Ia bahkan memegang rekor dunia sebagai manusia yang paling sering tersambar petir dan tetap hidup.
“Dia pernah kesamber petir bukan cuma sekali, tapi sampai tujuh kali,” ujar narator video.
Baca Juga: Mengerikan! 10 Sambaran Petir Terbesar dan Terjelas yang Terekam Kamera, Pohon Langsung Terbelaha
Meski kisah Roy Sullivan terdengar luar biasa, ahli tetap mengingatkan bahwa sambaran petir sangat berbahaya dan tidak bisa dianggap remeh.
Masyarakat disarankan segera berlindung di dalam rumah atau bangunan tertutup saat hujan badai disertai petir. Hindari berteduh di bawah pohon, berada di lapangan terbuka, atau menyentuh benda logam ketika guntur mulai terdengar.
Dengan memahami bahaya sambaran petir, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan tidak memaksakan aktivitas di luar ruangan saat badai berlangsung.
Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak
Editor : Dyah Wulandari