JAKARTA - Tersambar petir tidak akan membuat seseorang menjadi superhero seperti di film atau komik. Sebaliknya, sambaran petir justru dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, luka bakar serius, hingga gangguan pada otak dan kondisi psikologis manusia. Fakta ini dijelaskan dalam video edukasi yang membahas bahaya sambaran petir di kehidupan nyata.
Petir diketahui memiliki suhu yang sangat ekstrem, bahkan disebut lima kali lebih panas dibandingkan permukaan matahari. Dalam kondisi tertentu, sambaran petir langsung bisa membawa tegangan hingga ratusan juta volt yang berpotensi menyebabkan kematian dalam hitungan detik.
Meski peluang seseorang meninggal karena tersambar petir tergolong kecil, risiko cedera jangka panjang tetap menjadi ancaman serius. Gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, hingga trauma psikologis dapat muncul setelah seseorang selamat dari sambaran petir.
Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak
Bahaya Tersambar Petir Bisa Merusak Organ Tubuh
Video tersebut menjelaskan bahwa ada dua jenis sambaran petir yang dapat mengenai manusia, yakni sambaran langsung dan tidak langsung. Sambaran tidak langsung terjadi melalui perantara, sedangkan sambaran langsung mengenai tubuh secara langsung dan dinilai jauh lebih berbahaya.
Pada sambaran langsung, tegangan listrik dapat mencapai ratusan juta volt. Dampaknya tidak hanya menyebabkan pakaian hangus terbakar, tetapi juga dapat merusak gendang telinga, memicu luka bakar pada kulit, bahkan menyebabkan kematian mendadak apabila sambaran mengenai kepala.
Baca Juga: Mengerikan! 10 Sambaran Petir Terbesar dan Terjelas yang Terekam Kamera, Pohon Langsung Terbelah
Selain tegangan tinggi, suhu petir juga sangat ekstrem. Disebutkan bahwa panas petir mencapai lima kali lebih panas dibandingkan permukaan matahari. Kondisi inilah yang membuat tubuh manusia sulit bertahan ketika terkena sambaran secara langsung.
Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa kecepatan petir sangat tinggi. Sambaran petir bahkan diibaratkan mampu membawa seseorang dari Jakarta menuju Bali dalam waktu kurang dari delapan detik. Hal ini menunjukkan betapa cepat dan mematikannya energi listrik yang dihasilkan petir.
Peluang Meninggal karena Sambaran Petir Ternyata Kecil
Meski terdengar mengerikan, kemungkinan seseorang meninggal akibat tersambar petir ternyata relatif kecil. Video itu menyebutkan risiko meninggal karena sambaran petir masih lebih rendah dibandingkan kecelakaan lalu lintas atau tenggelam.
Namun, rendahnya angka kematian bukan berarti sambaran petir aman. Banyak korban yang selamat justru mengalami efek jangka panjang pada kesehatan tubuh dan mental mereka.
Sambaran petir dapat merusak sel-sel otak sehingga memengaruhi kondisi psikologis korban. Beberapa dampak yang disebutkan antara lain sulit berkonsentrasi, emosi menjadi tidak stabil, suasana hati berantakan, hingga muncul rasa tegang berkepanjangan.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa korban sambaran petir tetap membutuhkan perhatian medis dan pemantauan kesehatan setelah insiden terjadi. Cedera akibat listrik bertegangan tinggi dapat memunculkan efek yang tidak langsung terlihat sesaat setelah kejadian.
Data dalam video juga menekankan bahwa manusia tetap perlu waspada ketika terjadi hujan deras dan badai petir. Aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem dinilai meningkatkan risiko tersambar petir secara langsung.
Kisah Penjaga Taman Nasional yang Tersambar Petir Tujuh Kali
Salah satu fakta paling mengejutkan dalam video tersebut adalah kisah seorang penjaga taman nasional bernama Roy Sullivan. Ia dikenal sebagai orang yang memegang rekor dunia karena tersambar petir hingga tujuh kali dan tetap selamat.
Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Resmi Dibuka untuk Umum, Tak Lagi Khusus UMKM, Ini Syarat dan Kuotanya
Sebagai penjaga taman nasional, Roy Sullivan disebut hampir selalu berada di luar ruangan untuk memantau kondisi alam, baik saat cuaca panas, hujan, maupun badai. Aktivitas itu membuat dirinya berkali-kali terkena sambaran petir.
Meski berhasil bertahan hidup, pengalaman tersebut tetap dianggap sebagai kejadian yang mengerikan. Rekor dunia itu bahkan disebut sebagai “rekor yang tidak membanggakan” karena menunjukkan tingginya risiko yang harus dihadapi korban sambaran petir.
Kisah Roy Sullivan menjadi pengingat bahwa keberuntungan setiap orang berbeda. Tidak semua korban sambaran petir mampu bertahan hidup atau pulih sepenuhnya setelah kejadian.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan badai terjadi. Berlindung di dalam bangunan yang aman menjadi langkah terbaik untuk menghindari risiko tersambar petir.
Kisah Roy Sullivan menjadi pengingat bahwa keberuntungan setiap orang berbeda. Tidak semua korban sambaran petir mampu bertahan hidup atau pulih sepenuhnya setelah kejadian.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan badai terjadi. Berlindung di dalam bangunan yang aman menjadi langkah terbaik untuk menghindari risiko tersambar petir.
Pada akhirnya, sambaran petir bukanlah sumber kekuatan super seperti di film. Fenomena alam tersebut justru menyimpan ancaman serius bagi keselamatan manusia, mulai dari kerusakan organ tubuh hingga gangguan kesehatan mental jangka panjang.
Baca Juga: Bisakah Kita Selamat Jika Tersambar Petir? Ini Penjelasan Ilmiah dan Dampak Mengerikan pada Tubuh
Editor : Dyah Wulandari