Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Depok Disebut Kota Petir Terganas di Dunia, Arusnya Diklaim Bisa Hancurkan Beton hingga Tewaskan Manusia

Dyah Wulandari • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:19 WIB
Depok disebut kota petir terganas di dunia. Arus petirnya diklaim mampu menghancurkan beton dan mematikan manusia.
(screenshot pinterest)
Depok disebut kota petir terganas di dunia. Arus petirnya diklaim mampu menghancurkan beton dan mematikan manusia. (screenshot pinterest)

JAKARTA - Depok, Jawa Barat, disebut-sebut sebagai kota dengan petir terganas di dunia karena memiliki arus listrik petir yang sangat besar. Berdasarkan penelitian ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB), arus petir di Depok bahkan diklaim mampu menghancurkan bangunan beton dan membahayakan manusia dalam sekejap.

Fenomena petir ekstrem ini kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem di Indonesia memasuki musim hujan 2025–2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.

BMKG mencatat hingga akhir Oktober 2025, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Selama periode 26 Oktober hingga 1 November 2025 saja, tercatat 45 bencana akibat hujan lebat dan angin kencang, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kerusakan bangunan.

Baca Juga: Naga Dino dan Patining Dino Kembali Dibahas, Begini Filosofi Weton Jawa yang Diyakini Penentu Rezeki dan Keselamatan

Depok Disebut Memiliki Arus Petir Paling Ganas

Fenomena petir di Depok berbeda dengan wilayah lain karena kekuatan arus listriknya disebut sangat besar. Penelitian yang dilakukan ahli petir ITB, Renaldo Zoro, mengungkap arus negatif petir di Depok mencapai 379,2 kiloampere (kA), sedangkan arus positifnya mencapai 441,1 kA.

Besarnya arus tersebut membuat Depok dikabarkan pernah tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai kota dengan petir terganas di dunia. Sebagai perbandingan, arus listrik sebesar 200 kA saja disebut mampu menyalakan sekitar 500 ribu bohlam 100 watt secara bersamaan.

Baca Juga: Tersambar Petir Bisa Jadi Superhero? Ini Fakta Mengerikan Sambaran Petir yang Bisa Merusak Organ hingga Otak

Kekuatan petir di wilayah ini bahkan digambarkan mampu meratakan bangunan berbahan beton apabila terkena sambaran langsung. Kondisi tersebut membuat warga Depok, khususnya di wilayah selatan seperti Sawangan dan Cinere, terbiasa menghadapi cuaca ekstrem disertai petir besar hampir setiap hari saat musim hujan.

Fenomena ini terjadi karena posisi geografis Depok berada di antara Bogor dan Jakarta serta dekat dengan kawasan pegunungan. Awan hujan dari Bogor bergerak menuju dataran rendah Jakarta dan lebih dulu melewati Depok sehingga wilayah tersebut menjadi area transit dan pertemuan awan penghasil petir.

Indonesia Jadi Negara dengan Sambaran Petir Tertinggi

Selain Depok, Indonesia secara umum memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas petir tertinggi di dunia. Iklim tropis, curah hujan tinggi, kelembapan udara, dan angin muson menjadi faktor utama terbentuknya awan kumulonimbus yang memicu petir.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak

Dalam tayangan tersebut disebutkan jumlah sambaran petir di Indonesia mencapai sekitar 75 juta sambaran setiap tahun. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding Argentina yang mengalami sekitar 41 juta sambaran petir per tahun.

Khusus wilayah Depok, tercatat sekitar 700 ribu sambaran petir terjadi setiap tahunnya. Salah satu kawasan yang paling terkenal adalah Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, yang sejak lama identik dengan sambaran petir berintensitas tinggi.

Warga setempat mengaku sudah terbiasa mendengar suara petir keras sebelum hujan turun. Mereka bahkan memiliki kebiasaan mencabut perangkat elektronik seperti televisi dan telepon ketika hujan deras datang untuk menghindari aliran listrik akibat sambaran petir.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Resmi Dibuka untuk Umum, Tak Lagi Khusus UMKM, Ini Syarat dan Kuotanya

“Pokoknya semua dicabut-cabutin,” ujar salah seorang warga dalam tayangan tersebut saat menceritakan langkah antisipasi menghadapi badai petir.

Sambaran Petir Pernah Memakan Korban Jiwa di Pondok Petir

Nama Pondok Petir sendiri dipercaya memiliki kaitan dengan seringnya sambaran petir di wilayah tersebut. Salah satu warga, Tidi Wawi, mengaku kehilangan ayah dan kakaknya akibat tersambar petir lebih dari 20 tahun lalu.

Baca Juga: Motor Listrik Subsidi 2026 Mulai Rp5 Juta, Ini 5 Pilihan Terbaik dan Layak Dipakai Harian di Indonesia

Ayahnya meninggal dunia setelah tersambar petir ketika berada di tempat terbuka saat hujan deras. Sementara kakaknya diduga tersambar petir ketika bekerja menggunakan sekop berbahan besi yang menjadi penghantar listrik.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa petir sangat berbahaya bagi manusia, terutama ketika berada di area terbuka atau dekat benda berbahan logam. Karena itu warga setempat biasanya segera masuk rumah, menjauhi pohon tinggi, lapangan, dan area terbuka ketika cuaca mulai memburuk.

Selain menyimpan ancaman, masyarakat juga mempercayai sejumlah mitos terkait petir. Dalam tayangan itu disebutkan sambaran petir yang mengenai tanah atau batu dapat membentuk batu langka bernama fulgurit yang dipercaya memiliki nilai tinggi.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Dikaji Ulang, Industri Tetap Optimistis Penjualan Tumbuh Meski Tanpa Insentif

Meski demikian, ancaman sambaran petir tetap menjadi perhatian utama selama musim hujan. Masyarakat diimbau mencari tempat aman, menghindari area terbuka, serta menjauhi benda tinggi seperti pohon dan tiang bendera ketika badai petir terjadi.

Editor : Dyah Wulandari
#fenomena petir ekstrem #Depok kota petir terganas #petir Depok #sambaran petir Indonesia #Pondok Petir Depok