JAKARTA - Banyak orang bertanya kenapa suara petir selalu terdengar beberapa detik setelah kilat terlihat di langit. Fenomena ini ternyata terjadi karena kecepatan cahaya dari kilat jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan bunyi guntur, sehingga mata manusia melihat kilat lebih dulu sebelum telinga mendengar suara petir.
Penjelasan ilmiah tersebut menjadi salah satu fenomena cuaca yang sering memicu rasa penasaran masyarakat, terutama saat musim hujan tiba. Ketika langit mendung dan hujan mulai turun, kilatan cahaya biasanya muncul lebih dahulu sebelum suara guntur menggelegar.
Fenomena petir sendiri terjadi akibat aktivitas listrik di dalam awan. Gesekan antara muatan positif dan negatif di awan menghasilkan kilatan cahaya sekaligus bunyi yang dikenal sebagai guntur.
Kilat dan Guntur Ternyata Berasal dari Peristiwa yang Sama
Kilat dan guntur sebenarnya bukan dua fenomena berbeda. Keduanya berasal dari satu proses yang sama, yakni pelepasan energi listrik di atmosfer akibat gesekan muatan listrik dalam awan.
Dalam penjelasan video tersebut, awan hujan terdiri dari jutaan tetes air dan bongkahan es yang memiliki muatan positif serta negatif. Saat turbulensi udara meningkat, muatan listrik di dalam awan bergerak sangat cepat dan saling bergesekan.
Gesekan inilah yang memunculkan listrik statis hingga akhirnya terjadi pelepasan energi berupa cahaya kilat dan suara guntur. Fenomena ini mirip seperti rambut yang berdiri akibat gesekan sisir saat kondisi tertentu.
Kilat muncul sebagai gelombang cahaya, sedangkan guntur merupakan gelombang bunyi. Karena berasal dari proses yang sama, cahaya dan suara sebenarnya tercipta hampir bersamaan di langit.
Fenomena petir umumnya semakin sering terjadi ketika cuaca mendung dan awan hujan mulai terbentuk. Kondisi ini menjadi pertanda hujan deras disertai badai akan segera datang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik dan Awet 2026, Jarak Tempuh 140 Km hingga Kecepatan 130 Km/Jam
Kecepatan Cahaya Jadi Alasan Suara Petir Terdengar Belakangan
Alasan utama suara petir terdengar terlambat adalah perbedaan kecepatan antara cahaya dan bunyi. Cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara sehingga kilat dapat langsung terlihat oleh mata manusia.
Dalam video dijelaskan bahwa kecepatan cahaya bahkan mencapai sekitar 880 ribu kali lebih cepat dibandingkan kecepatan bunyi. Perbedaan ekstrem inilah yang membuat suara guntur baru terdengar beberapa saat setelah kilatan cahaya muncul.
Baca Juga: Mengerikan! 10 Sambaran Petir Terbesar dan Terjelas yang Terekam Kamera, Pohon Langsung Terbelah
Sebagai gambaran, cahaya dapat bergerak hampir seketika menuju penglihatan manusia, sedangkan suara membutuhkan waktu untuk merambat melalui udara sebelum akhirnya terdengar oleh telinga.
Karena itu, semakin jauh lokasi petir dari posisi seseorang, maka jeda antara kilat dan suara guntur juga akan semakin panjang. Sebaliknya, jika suara guntur terdengar hampir bersamaan dengan kilat, itu menandakan lokasi petir berada cukup dekat dan berpotensi berbahaya.
Fenomena ini sering membuat banyak orang langsung menutup telinga sesaat setelah melihat kilat karena sudah memperkirakan suara guntur besar akan segera menyusul.
Petir Bisa Berbahaya Saat Musim Hujan
Meski terlihat indah di langit, petir tetap menjadi fenomena alam yang berbahaya. Sambaran petir dapat memicu kebakaran, merusak perangkat elektronik, hingga membahayakan manusia apabila berada di area terbuka.
Saat musim hujan, aktivitas petir biasanya meningkat karena pembentukan awan cumulonimbus lebih intens. Awan jenis ini dikenal sebagai penghasil hujan deras, angin kencang, dan petir.
Baca Juga: 5 Fakta tentang Petir yang Jarang Diketahui, Bisa Sebabkan Kematian hingga Kerusakan Otak
Karena itu masyarakat disarankan segera mencari tempat aman ketika melihat kilat di langit. Menghindari area terbuka, pohon tinggi, tiang listrik, dan benda berbahan logam menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tersambar petir.
Selain itu, perangkat elektronik di rumah juga sebaiknya dicabut saat badai petir terjadi guna mencegah kerusakan akibat lonjakan arus listrik.
Fenomena suara petir yang datang setelah kilat pada akhirnya bukan disebabkan “guntur terlambat”, melainkan karena hukum fisika tentang perbedaan kecepatan cahaya dan bunyi. Penjelasan ilmiah ini sekaligus membuktikan bahwa fenomena alam yang tampak sederhana ternyata memiliki proses yang sangat kompleks di atmosfer.
Editor : Dyah Wulandari