Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terungkap Penyebab Suara Petir Menggelegar, Ternyata Bukan dari Kilatnya Langsung

Dyah Wulandari • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:36 WIB
Penyebab suara petir ternyata bukan dari kilat langsung, melainkan ledakan udara panas akibat suhu petir hingga 27 ribu derajat Celsius.
(screenshot pinterest)
Penyebab suara petir ternyata bukan dari kilat langsung, melainkan ledakan udara panas akibat suhu petir hingga 27 ribu derajat Celsius. (screenshot pinterest)

JAKARTA - Banyak orang mengira suara petir berasal langsung dari kilatan petir di langit. Namun secara ilmiah, suara guntur ternyata muncul akibat ledakan udara panas di sekitar jalur petir yang memuai sangat cepat hingga menciptakan gelombang kejut bersuara keras.

Fenomena ini terjadi hanya dalam hitungan sepersekian detik setelah sambaran petir muncul. Suara menggelegar yang terdengar saat badai sebenarnya berasal dari perubahan tekanan udara ekstrem akibat suhu petir yang sangat tinggi.

Dalam penjelasan ilmiah tersebut, suhu udara di sekitar sambaran petir bahkan bisa mencapai sekitar 27 ribu derajat Celsius atau beberapa kali lebih panas dibandingkan permukaan matahari. Kondisi itu membuat udara memuai dan meledak ke segala arah sehingga menghasilkan suara guntur.

Baca Juga: Mengerikan! 10 Sambaran Petir Terbesar dan Terjelas yang Terekam Kamera, Pohon Langsung Terbelah

Suara Petir Ternyata Berasal dari Ledakan Udara Panas

Petir terjadi ketika aliran listrik dari awan menuju permukaan bumi membentuk jalur sambaran. Setelah sambaran pertama terjadi, biasanya muncul sambaran kedua yang kembali mengikuti jalur yang sama dari tanah menuju awan.

Arus listrik besar dari sambaran ini memanaskan udara di sekitarnya secara instan. Dalam video dijelaskan suhu udara dapat meningkat hingga sekitar 27 ribu derajat Celsius hanya dalam waktu singkat.

Baca Juga: Naga Dino dan Patining Dino Kembali Dibahas, Begini Filosofi Weton Jawa yang Diyakini Penentu Rezeki dan Keselamatan

Peningkatan suhu ekstrem tersebut menyebabkan tekanan udara melonjak hingga 10 sampai 100 kali tekanan atmosfer normal. Akibatnya, udara panas langsung mengembang dengan sangat cepat dan memicu ledakan tekanan.

Saat udara memuai lalu kembali mendingin, terbentuklah gelombang kejut yang menyebar ke segala arah. Gelombang inilah yang akhirnya terdengar sebagai suara guntur menggelegar ketika badai petir terjadi.

Fenomena tersebut menjelaskan bahwa bunyi petir bukan berasal dari cahaya kilat itu sendiri, melainkan dari udara di sekitar sambaran yang mengalami perubahan tekanan secara mendadak.

Baca Juga: Nogo Dino Menurut Primbon Jawa Kembali Jadi Perbincangan, Pedagang hingga Pindah Rumah Disebut Harus Hindari Arah Ini

Bentuk Kilat Memengaruhi Bunyi Guntur yang Terdengar

Tidak semua suara petir terdengar sama. Bentuk sambaran petir ternyata ikut menentukan jenis suara guntur yang didengar manusia di permukaan bumi.

Jika sambaran petir berbentuk hampir vertikal, suara guntur biasanya terdengar seperti gemuruh panjang. Hal itu terjadi karena gelombang kejut dari bagian bawah sambaran mencapai telinga lebih dulu sebelum disusul gelombang dari bagian yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kenapa Suara Petir Datang Setelah Kilat? Ternyata Ini Penyebab Guntur Terdengar Telat Saat Hujan

Namun jika sambaran petir bercabang, suara yang dihasilkan bisa terdengar lebih panjang dan bertahap. Gelombang suara dari berbagai cabang petir akan saling bertabrakan lalu memantul pada awan rendah maupun perbukitan di sekitarnya.

Pantulan inilah yang membuat suara guntur terdengar bergemuruh terus-menerus selama beberapa detik. Fenomena tersebut sering terjadi saat badai besar dengan intensitas petir tinggi.

Selain itu, kondisi geografis dan cuaca juga dapat memengaruhi keras atau lemahnya suara petir yang terdengar oleh manusia.

 

Cara Menghitung Jarak Petir dari Posisi Kita

Fenomena jeda antara kilat dan suara petir ternyata bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan jarak sambaran petir dari lokasi seseorang.

Caranya cukup dengan menghitung jumlah detik antara munculnya kilat dan suara guntur. Setelah itu, jumlah detik tersebut dikalikan 300 untuk mendapatkan perkiraan jarak petir dalam satuan meter.

Baca Juga: Nogo Dino Bulanan dalam Primbon Jawa Jadi Perhatian, Begini Cara Menentukan Arah Lamaran dan Pernikahan agar Tidak Sial

Sebagai contoh, jika suara guntur terdengar lima detik setelah kilat muncul, maka lokasi petir diperkirakan berada sekitar 1.500 meter dari posisi pengamat.

Metode sederhana ini digunakan karena cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara. Mata manusia dapat langsung melihat kilat, sedangkan suara membutuhkan waktu untuk merambat melalui udara.

Meski terlihat menarik untuk diamati, badai petir tetap menjadi fenomena alam berbahaya yang harus diwaspadai. Saat hujan deras disertai kilat dan guntur, masyarakat disarankan segera mencari tempat aman dan menghindari area terbuka, pohon tinggi, serta benda berbahan logam.

Baca Juga: Rahasia Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Hari dan Arah yang Diyakini Bawa Sial serta Seret Rezeki

Pada akhirnya, suara petir yang menggelegar bukan sekadar bunyi biasa di langit. Di baliknya terdapat proses fisika ekstrem berupa ledakan udara panas dan gelombang kejut yang terjadi dalam waktu sangat singkat.

Editor : Dyah Wulandari
#penyebab suara petir #kenapa petir berbunyi keras #proses terjadinya guntur #suara guntur berasal dari mana #fenomena petir dan guntur