TRENGGALEK NJENGGELEK – Nama Jonggring Saloka tidak asing dalam kisah-kisah pewayangan Jawa.
Dalam dunia wayang, Jonggring Saloka dikenal sebagai kahyangan utama, tempat bersemayamnya Bathara Guru, pemimpin para dewa.
Baca Juga: Fakta Kawah Jonggring Saloka, Benarkah Persemayaman Dewa di Puncak Gunung Semeru?
Dalam kisah pewayangan Jawa dan Bali, Jonggring Saloka digambarkan sebagai istana megah di puncak Gunung Mahameru.
Jonggring Saloka konon dikelilingi oleh kabut suci, gemerlap cahaya, dan para dewa yang bertugas menjaga keseimbangan alam.
Baca Juga: Begini Posisi Gunung Semeru dalam Kitab Tantu Pagelaran, Manfaatnya Sangat Dirasakan Pulau Jawa
Di sana bersemayam Bathara Guru, dewa tertinggi yang menguasai hukum alam, penciptaan, dan spiritualitas.
Istana Jonggring Saloka menjadi pusat pengambilan keputusan penting para dewa, tempat rapat besar para dewata saat munculnya masalah besar di dunia (Buana Agung).
Baca Juga: Pendakian Gunung Semeru Hanya Melalui Ranupani, Ini Alasan Resmi TNBTS
Dalam naskah Tantu Pagelaran, dikisahkan bahwa Gunung Semeru adalah bagian dari Mahameru, gunung suci di pusat alam semesta.
Jonggring Saloka pun dipercaya berada di puncak Semeru, menjadi simbol penghubung antara dunia dewa (Swargaloka) dan dunia manusia (Buwana Agung).
Baca Juga: Pendakian ke Gunung Semeru Sudah Dibuka Lagi, TNBTS Ungkap Persyaratannya
Dengan demikian, Jonggring Saloka di wayang bukan sekadar mitos, tapi juga menjadi representasi spiritual Gunung Semeru di dunia nyata.
Beberapa lakon pewayangan yang menyinggung Jonggring Saloka antara lain:
a. Lakon "Arjuna Wiwaha": Menceritakan perjalanan Arjuna bertapa di Indrakila dan diundang ke Jonggring Saloka oleh para dewa.
b. Lakon "Ramayana": Dikisahkan Bathara Guru mengutus para dewa dari Jonggring Saloka untuk membantu Rama menghadapi Rahwana.
c. Lakon "Dewa Ruci": Jonggring Saloka menjadi lambang puncak kesadaran spiritual saat Bima mencari ilmu sejati.
Dalam filosofi Jawa, Jonggring Saloka melambangkan puncak kesadaran spiritual manusia.
Bukan sekadar tempat, Jonggring Saloka adalah simbol kebijaksanaan tertinggi, pengendalian diri, dan keseimbangan antara alam semesta dengan jiwa manusia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana