Trenggaleknjenggelek - Warga Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, kembali menggelar Upacara Adat Bersih Desa “Longkangan” pada Senin, 19 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Selo dalam penanggalan Jawa, yang secara tradisional dikenal sebagai Bulan Longkang.
Tradisi tahunan ini sarat makna spiritual dan kultural, menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil panen, kesehatan, serta keselamatan warga, sekaligus sebagai wujud pelestarian budaya leluhur.
Dengan mengusung tema “Ngrencak Bersih, Budaya Kita Lestari, Sejahtera Kita Miliki”, rangkaian acara berlangsung meriah selama satu hari satu malam dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar makam Ampel Gading, dilanjutkan dengan kauman kenduri atau tasyakuran bersama sebagai simbol doa kolektif untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.
Masih di hari yang sama, suasana semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Sehat yang diprakarsai oleh Tim Penggerak PKK Desa Ngrencak, diikuti oleh kader desa serta ibu-ibu warga setempat. Selain menyehatkan, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Puncak acara berlangsung pada malam harinya melalui Gebyar Budaya, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, seperti Camat Panggul, Wakapolsek Panggul, Kepala Desa Ngrencak, perangkat desa, serta tokoh-tokoh masyarakat. Acara diawali dengan doa bersama dan sambutan dari para tokoh, kemudian dilanjutkan dengan Pagelaran Langen Beksan, yakni seni tari tradisional Jawa yang menampilkan nilai-nilai luhur dan kearifan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ngrencak, Agung Susilo, menyampaikan harapan agar tradisi Longkangan terus dilestarikan oleh generasi muda. “Bersih Desa bukan sekadar ritual, tetapi momentum untuk mempererat persatuan, mengenang jasa leluhur, dan menatap masa depan dengan semangat gotong royong,” ujarnya.
Dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa syukur, masyarakat Desa Ngrencak membuktikan bahwa kearifan lokal tetap hidup dan relevan di tengah modernisasi. Tradisi Longkangan menjadi perekat sosial serta sumber inspirasi yang memperkaya identitas budaya desa.(bim)
Editor : Mohammad Bima Faisal Mirza