TRENGGALEK NJENGGELEK - Gamelan Jawa adalah salah satu bentuk warisan budaya yang telah berakar kuat sejak masa kuno.
Keberadaan gamelan Jawa dapat ditelusuri melalui relief-relief candi yang tersebar di berbagai daerah di Jawa, mulai dari era Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Relief ini menjadi bukti visual bahwa alat musik tradisional, khususnya gamelan Jawa telah digunakan dalam berbagai konteks sosial dan keagamaan di masa lalu.
Berikut relief bukti keberadan alat musik di candi di Jawa Tengah.
Baca Juga: Apa Saja Alat Musik Seperangkat Gamelan? Nomor 3 Jadi Nama Salah Satu Anggota Wali Sanga
1. Candi Borobudur
Di candi yang dibangun pada abad ke-8 M, terlihat beberapa jenis instrumen gamelan seperti kendang bertali (dikalungkan di leher), kendang berbentuk periuk, siter dan kecapi, simbal (kècèr), suling, saron, gambang
2. Candi Prambanan
Di candi yang juga bernama Lara Jonggrang ditemukan relief alat musik seperti kendang silindris dan cembung, simbal atau kècèr , dan suling bambu
Ini menunjukkan bahwa alat musik tradisional sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa sejak masa klasik Hindu-Buddha.
Baca Juga: Inilah Perbedaan Gamelan Jawa Bernada Slendro dan Pelog, Siapa yang Tertua?
Relief Instrumen Gamelan di Candi-Candi Jawa Timur
Masa Jawa Timur juga menyimpan bukti perkembangan instrumen gamelan melalui relief pada beberapa candi, antara lain:
1. Candi Jago (abad ke-13 M): Kecapi berleher panjang dan celempung.
2. Candi Ngrimbi (abad ke-13 M): Relief dua bonang pencon (mirip reyong).
3. Candi Kedaton (abad ke-14 M): Relief gong besar.
4. Candi Tegawangi (abad ke-14 M): Kendang silindris.
5. Candi Panataran (abad ke-14 M): Gong, bendhe, kemanak, tambur, gambang, reyong, dan simbal.
6. Candi Sukuh (abad ke-15 M): Bendhe dan terompet.
Baca Juga: Gamelan Jawa Terpengaruh Kebudayaan India? Para Ahli Ungkap Asal Penamaannya
Keberagaman instrumen tersebut membuktikan bahwa seni gamelan berkembang secara dinamis sesuai dengan zaman dan konteks budaya.
Bukti sejarah juga menunjukkan adanya pengaruh musik India terhadap perkembangan gamelan Jawa.
Menurut Koentjaraningrat (1985), musik di India sangat erat kaitannya dengan upacara keagamaan. Dalam kitab Natya Sastra, seni musik dan tari digunakan sebagai bagian dari ritual keagamaan.
Instrumen musik di India dikelompokkan sebagai berikut:
Tata vadya (dawai: petik atau gesek)
Avanaddha vadya (kendang: bunyi dari getaran kulit)
Sushira vadya (tiupan: suling, serunai)
Ghana vadya (pukul: gong, simbal)
Pengelompokan ini mirip dengan struktur ansambel gamelan Jawa, yang juga memiliki instrumen dawai, tiup, pukul, dan membranofon (kendang).